Ketika Kasih Sayang adalah Segalanya

Kamis, 10 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi penyiksaan

Ilustrasi penyiksaan

Pat Mesiti adalah anak dari sepasang pecandu berat alkohol. Saat masih kecil, ayahnya yang pemabuk sering memukul Pat karena menganggap Pat telah mencuri uangnya.

Pat sering dikurung selama sehari penuh dan tidak diberi makan dan minum sama sekali. Pat tumbuh dengan harga diri yang rendah dan pretasi sekolah yang berantakan.

Ia harus sering pindah dari satu sekolah ke sekolah lainnya. Di setiap sekolah barunya ia selalu diberi label anak berandalan, anak bermasalah, anak pecandu alkohol, anak bodoh, anak bandel, dan lain-lain.

BACA JUGA :  Hidup Mengikuti Pikiranmu, Hati yang Menggerakkannya

Suatu saat ia pindah sekolah lagi. Tidak ada satu pun guru dan kepala sekolah yang percaya pada Pat, kecuali guru olahraganya.

Waktu Pat telah berusia 15 tahun. Guru olahraganya berkata :

“Nak, kamu adalah manusia yang berharga. Kamu dapat mencapai apapun yang kamu inginkan dalam hidupmu. Kamu bisa menjadi apa saja yang kamu inginkan asalkan kamu percaya pada kemampuan dirimu. Saya percaya pada dirimu. Kamu pasti bisa!”

Dengan berbekal rasa cinta dan percaya dari satu orang guru saja, Pat lalu mengembangkan dirinya.

BACA JUGA :  Kebiasaan yang Sudah Tertanam Sulit Diubah

Ia mulai mengejar impian semasa kecilnya dulu. Ia ingin menjadi juara tinju di sekolahnya. Singkat cerita, di bawah bimbingan dan asuhan guru ini, Pat akhirnya berhasil menjadi juara.

Dari sini Pat lalu mengejar impian yang lebih besar. Dia bangun kembali konsep dirinya. Dia tetapkan tujuan hidupnya. Walaupun tidak mudah, namun berkat pengulangan atas ketekunan, keteguhan hati, keuletan, dan semangat yang tinggi, Pat kemudian menjadi salah satu public speaker paling top di Australia.

BACA JUGA :  Cara Memuji Anak dari Usia 6 Tahun hingga Kuliah

Kita dilahirkan untuk sukses, tetapi dikondisikan untuk gagal. Sepertinya, inilah kalimat yang tepat untuk menggambarkan kondisi Pat di atas dan anak-anak lainnya.

Kita sesungguhnya membutuhkan kasih sayang yang dengan itu bisa memahami kondisi kita, agar kemudian menjadi kuat dan melejitkan diri.

Artikel Pilihan

Manusia Mengejar Hal yang Tidak Dibutuhkan
Dunia Tidak Jahat, Tapi Juga Tidak Peduli
Kita Hidup di Cerita Orang Lain
Otakmu Bisa Bohong, Tapi Kamu Percaya
Dipandang dari Atas Kecil, Dilihat dari Bawah Juga Kecil
Semua Masalah Pandangan Mata, Soal Rasa Mungkin Sama
Belajar Syukur dari Negeri yang Terluka Perang
Mendobrak Rezeki Uang Berlimpah Lewat Alam Bawah Sadar

Artikel Pilihan

Senin, 20 April 2026 - 15:08 WITA

Manusia Mengejar Hal yang Tidak Dibutuhkan

Senin, 20 April 2026 - 14:26 WITA

Dunia Tidak Jahat, Tapi Juga Tidak Peduli

Senin, 20 April 2026 - 14:14 WITA

Kita Hidup di Cerita Orang Lain

Senin, 20 April 2026 - 14:02 WITA

Otakmu Bisa Bohong, Tapi Kamu Percaya

Senin, 20 April 2026 - 13:44 WITA

Dipandang dari Atas Kecil, Dilihat dari Bawah Juga Kecil

Artikel Lainnya

Ilustrasi

NLP

7 Tahapan NLP Mengubah Pola Pikir

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:28 WITA

Ilustrasi

NLP

Mengenal Terapi NLP dan Teknik Pemrogramannya

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:55 WITA