Spiritual

Ke-Aku-an Diri Mematikan Akses Kesadaran Hidup

Icky
×

Ke-Aku-an Diri Mematikan Akses Kesadaran Hidup

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

Ke-Aku-an merupakan EGO yang menjadikan kita Angkuh dan Sombong.

Sifat sombong yang sering kita lakukan tanpa sadar yakni “Merasa paling berjasa”, dan “Merasa Paling Benar”

❌ Aku kan lebih baik dari dia

❌ Aku kan lebih kaya dari dia

❌ Aku lebih pintar dari dia

❌ Aku kan lebih cantik dari dia

❌ Aku kan yang menolong dia, kalau bukan aku dia gak bisa seperti itu. Dan seterusnya….

BACA JUGA :  Fenomena Hipnotis Sering Terjadi dalam Kehidupan

Apa bedanya perkataan-perkataan di atas dengan perkataan Iblis:

“Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”

Bentuk Ke-Akuan diri sangat berdampak ke hal agreasifitas, daya kompetisi, keserakahan, sifat manipulatif, dan rasa kepemilikan.

Keakuan bersifat merusak, bukan kasih sayang yang memelihara.

Keakuan bukan cinta, di sana tidak terdapat kearifan dan keseimbangan.

Ketika pikiran mengenali suatu objek sebagai hiburan atau pelepasan, artinya batin berada di dalam konflik.

BACA JUGA :  Alam hanya Memahami Getaranmu

Konflik terjadi karena merasa Ke-akuan

Sadar tidak membutuhkan cara, objek, atau gagasan apa pun.

Maka Hilangkanlah KeAkuan diri dengan mengaji diri

Hidup kita ini hanya menumpang harta Tuhan, dengan itu kembalikanlah harta itu kepada-Nya

Jika masih menginjak tanah janganlah bersikap langit

Kesadaran inilah yang seharusnya kita bangun.

Tidaklah engkau itu ada akan tetapi AKUlah yang ADA pada sekalian yang ada

AKUlah yang zahir dan AKUlah yang batin, sesungguhnya zahirKU batin bagimu dan batinKU rahasia bagimu.

BACA JUGA :  Mengapa Intuisi Sering Lebih Tajam dari Logika?

Maka pada hakikat yang sebenarnya kita ini tidak ada. Yang ADA itu adalah Allah yang Maha Esa. DIA lah yang eksis

Kita saat ini terlalu sibuk mengejar KeAkuan diri, mengejar dunia, sampai kita lupa bagaimana, kabarnnya daun Sidrath al Muntaha yang bertuliskan nama kita semua apakah masih kokoh atau sudah akan hampir terjatuh