Segala Kejadian dalam Kehidupan Ini adalah Cinta

Kamis, 23 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Segala kejadian dalam kehidupan ini adalah Cinta. Alam ini diciptakan atas dasar cinta, yang dalam berbagai fenomenya juga terjadi karena cinta.

Siapapun kita, jika ditanya tentang kehidupan maka takkan ada jawaban yang dianggap tepat dalam mendefinisikannya.

Semua bermula dari tidak adanya kehidupan yang dapat dimaknai dengan seksama, Kita menjalani hidup tetapi umumnya kita sendiri tidak mengerti akan kehidupan

Kita berharap pada waktu yang berjalan dan mengepak sayapnya menyibak berbagai fenomena dalam hidup kita, tetapi kita sendiri semakin tenggelam dalam fenomena hidup itu sendiri seiring waktu itu berjalan.

Irama waktu yang berjalan terkadang begitu memilukan tatkala panorama yang tercipta sebatas lingkaran realitas hidup yang menjemuhkan

Kita menginginkan terwujudnya hasrat dalam hidup seirama perjalanan waktu namun tidak pernah terwujud

Akhirnya bermuara pada pertanyaan bathin disetiap manusia, apa yang salah dengan diri ini sehingga jejak tapakan hanya sebatas ilusif yang sulit terpahat dalam bingkai realitas?

BACA JUGA :  Alam Semesta Berperilaku Alamiah

Memahami hidup adalah aspresiasi dari makna hidup itu sendiri, sementara makna hidup adalah keseimbangan dari perjalanan cinta berkadar rendah dalam mencapai tingkatan yang lebih tinggi.

Eksplisitnya adalah realisasi manusia yang mencintai dirinya sendiri lalu berjalan dan berkembang menjadi mencintai orang-orang terdekat.

Kemudian bermuara lebih luas dalam bingkai mengasihi segala apa yang ada di alam semesta ini tanpa pamrih dan setiap manusia memiliki kodrat akan perjalanan ini.

Perjalanan ini membutuhkan proses dan cara, alam telah mengkondisikan akan keadaan yang didalamnya terdapat berbagai cara dan proses untuk perjalanan cinta ini.

“Adapun orang-orang yang beriman itu sangat cinta kepada Allah.” (QS [2]:165)

“Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya.”(QS [5]:54).

“Tuhan adalah Cinta.” (Al-Hadits)

Esensi Cinta ini difirmankan-Nya dalam sebuah hadits Qudsi :

“Aku ingin mengenalkan Diri-Ku bahwa Aku Pengampun, Penutup Aib, Yang Mahaindah, Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Oleh karena itu, Aku menciptakan makhluk supaya diri-Ku dikenal.”

Fitrah suatu Dzat Yang Penuh Cinta dan Kasih Sayang adalah mengungkapkan kebaikannya itu, meluapkan kasih sayangnya itu.

BACA JUGA :  Dahsyatnya Kekuatan Hati yang Jernih

Setiap peluapan kasih sayang membutuhkan objek. Dalam rangka peluapan kasih sayang-Nya inilah, alam semesta tercipta. Yakni, sebagai objek peluapan kasih sayang-Nya itu.

“Aku adalah Perbendaharaan Yang Tersembunyi. Aku cinta (rindu) untuk diketahui. Maka, Aku ciptakan alam agar Aku dikenali.” (Al hadits)

Jadi, sesungguhnya alam tercipta karena cinta, prinsip penggeraknya adalah cinta, pengikatnya adalah cinta. Tujuan akhirnya pun adalah cinta!

Karenanyalah, hendaklah diketahui dan di mengerti tentang “Hakikat Cinta” itu sesungguhnya, agar tidak tertipu oleh berbagai macam rupa, status, warna dan bentuk yang ada pada cinta itu.

Sesungguhnya hanya ada satu cinta yang sebenar-benarnya yaitu Sang Cinta itu sendiri yang tiada pernah mati dan tiada tertandingi.

BACA JUGA :  Aku Adalah Pikiran dan Cerita Hidupku: Mengapa Ego Sulit Dilepaskan?

Mengkaji ke dalam diri menyelam sampai kedalam dasar jiwa yang terdalam maka disitulah akan di temukan ”Sang Cinta” itu sendiri. Yang tiada rupa, warna, status, dan bentuk Akhir dari perjalanan Cinta yang tak akan tertipu lagi.

Karena telah menyatu dengan Sang Pemilik Cinta dan lebur selebur-leburnya dalam Kesadaran akan sang Pemilik Cinta yang meliputi akan diriNya.

Sungguh…..!

Keindahan yang terlihat yang disebabkan oleh rasa cinta itu

Sungguh…..!

Kesenangan yang di timbulkan oleh perasaan cinta itu

Sungguh…..!

Apa saja yang membuat gairah yang sangat luar biasa yang terjadi karena cinta itu

Semuanya hanyalah sebagai jembatan semata, sebagai perantara semata,

Sebagai Wasilah semata untuk membawa mereka yang Sadar akan Kesadaran kepada Sang Pemilik Cinta itu.

Dan pada akhirnya Sang Pemilik Cinta itu akan menyapa dirinya dan menebarkan Aura Kasih-Nya kepada mereka yang telah sampai kepada-Nya.

Artikel Pilihan

Spiritualitas Bukan Soal Tingkatan
Kebenaran Hakiki Tak Pernah Berubah
Aku, Ego, dan Melampaui Dualitas: Apa yang Sebenarnya Dimaksud?
Aku Adalah Pikiran dan Cerita Hidupku: Mengapa Ego Sulit Dilepaskan?
Membongkar Mitos Mata Batin, Mengapa 90 Persen Orang Gagal
Mengapa Intuisi Sering Lebih Tajam dari Logika?
Semesta, Energi, dan Kosmologi: Membaca Pola Realitas
Selain Jam Kembar, Ini Arti Jam Terbalik yang Dianggap Firasat

Artikel Pilihan

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:38 WITA

Spiritualitas Bukan Soal Tingkatan

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:21 WITA

Kebenaran Hakiki Tak Pernah Berubah

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:39 WITA

Aku, Ego, dan Melampaui Dualitas: Apa yang Sebenarnya Dimaksud?

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:14 WITA

Aku Adalah Pikiran dan Cerita Hidupku: Mengapa Ego Sulit Dilepaskan?

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:14 WITA

Membongkar Mitos Mata Batin, Mengapa 90 Persen Orang Gagal

Artikel Lainnya

Ilustrasi dibuat dengan AI

Motivasi

Jangan Menyerah, Bab Terbaik Hidupmu Baru Dimulai

Kamis, 2 Jul 2026 - 18:56 WITA

Ilustrasi dibuat dengan AI

Spiritual

Spiritualitas Bukan Soal Tingkatan

Kamis, 2 Jul 2026 - 18:38 WITA

Ilustrasi dibuat dengan AI

Spiritual

Kebenaran Hakiki Tak Pernah Berubah

Kamis, 2 Jul 2026 - 18:21 WITA

Ilustrasi dibuat dengan AI

Motivasi

Passion Dibangun, Bukan Ditemukan

Kamis, 2 Jul 2026 - 18:07 WITA

Ilustrasi dibuat dengan AI

Motivasi

Saat Kekaguman Menjadi Penghalang

Kamis, 2 Jul 2026 - 16:47 WITA