Seri 3, Gran Turismo dan Flugplatz  

Jumat, 6 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gran Turismo

Gran Turismo

Flugplatz adalah bahasa Jerman yang artinya lapangan terbang. Istilah ini mengacu kepada sirkuit yang kecepatan anginnya bisa menerbangkan mobil balap.

Bayangkan saja, sebuah mobil balap yang kecepatannya mencapai 300 km per jam, tiba-tiba dihadang oleh angin dengan kecepatan mencapai 30 km per jam pada sebuah tanjakan. Jadilah mobil tersebut terbang tak terkendali.

Jann Mardenborough berada di Jerman dan mesti menaklukkan sirkuit yang sulit untuk dilupakan; sirkuit yang paling ditakuti di bumi, yaitu sirkuit Nurburgring Nordschleife.

Bagian paling terkenal di Nürburgring ialah Nordschleife (lingkar utara). Nordschleife yang merupakan jalan bebas hambatan berkelok yang mengelilingi Nurgburgring. Panjang lintasan kelilingnya 20,9 kilometer.

Sejatinya, Nordschleife adalah jalanan aspal berliku yang sangat mirip trek balap tapi berada di jalan raya. Dengan jalur bergemuruh dan serpihan kerikil, Nordschleife memiliki perubahan ketinggian lebih dari 300 meter.

Ada 40 tikungan kiri dan 50 tikungan kanan yang menantang pengendara dan mesin. Sebagian besar tikungan buta dan ruang yang sangat kecil untuk melakukan kesalahan.

BACA JUGA :  Kebanyakan dari Kita Suka Berlatih untuk Tidak Bahagia

Legenda Formula 1 Jackie Stewart menciptakan istilah “Neraka Hijau” sebagai nama panggilan Nordschleife dan nama tersebut terus digunakan hingga sekarang.

Flugplatz terjadi pada Jann. Mobilnya terbang terbalik dan keluar dari arena balap, hingga menewaskan satu orang penonton. Saat tersadar, ia sudah terbaring di rumah sakit.

Walau tidak mengalami cedera berat, Jann mengalami shock berat karena mengetahui bahwa ada penonton yang tewas akibat kecelakaan yang dialaminya.

Kecelakaannya yang tragis sengaja diangkat dalam film GT, karena bagi Jann, itu adalah masa-masa yang teramat berat. Ia dilanda guncangan jiwa dan ketakutan yang bisa saja membuatnya berhenti dari dunia balap mobil.

Banyak di antara kita pernah mengalami masa-masa sulit; masa-masa yang teramat berat. Namun yang membedakan diri kita adalah apakah kita berhenti melangkah (dan kemudian menyalahkan diri, orang lain, keadaan, hingga Tuhan pun ikut salah), ataukah kembali mengambil alih kesadaran dan kemudian terus melangkah maju.

BACA JUGA :  Seri 4, Gran Turismo, Dianggap Amatiran dan Ruang Internal

Saat mengalami depresi, Jann akhirnya diajak oleh sang pelatih, Jack Salter. Meski kisah GT adalah kisah nyata, namun Jack Salter adalah tokoh fiktif. Hanya saja, di dunia nyata, Jack Salter adalah perwakilan dari beberapa orang tokoh yang senantiasa memotivasi dan menyemangati Jann.

Jack Salter mengajak Jann kembali ke lintasan tempat ia mengalami kecelakaan tragis. Salter yang juga seorang mantan pembalap, ternyata juga pernah mengalami kecelakaan.

Selain sarung tangannya yang terbakar, ia justru baik-baik saja. Akan tetapi rekan sesama pembalap yang juga mengalami kecelakaan itu tewas saat diantar ke rumah sakit, akibat mobilnya yang hancur dan terbakar.

Sejak saat itu Salter tak pernah lagi ikut balapan. Ia merasa bersalah dan tak punya keberanian untuk melanjutkan dunia balap mobilnya.

Ada pelajaran menarik dari Salter, saat ia berkata kepada Jann, “Lebih dari itu, aku kehilangan peluang untuk melihat sejauh mana kemampuanku. Aku menyerah. Aku harus menerima akibatnya (karena menyerah) seumur hidupku.

Jika kau ingin menyerah, kau tidak salah. Biasanya orang akan menyerah. Aku punya firasat kau bukan orang biasa. Menurutku kau bisa jadi yang terbaik.

Tapi jika ingin buktikan, jika ingin jadi pembalap, maka kau harus kembali ke trek itu sekarang juga. Karena jika tidak, kau tak akan pernah bisa (lagi).

Kecelakaan itu tidak akan menentukan siapa dirimu. Tapi caramu menanggapinya (yang akan menentukan siapa dirimu).”

Respons kita-lah yang paling penting saat kita mengalami masa-masa sulit. Apa yang kita pikir dan rasakan menentukan sikap dan tindakan kita selanjutnya.

BACA JUGA :  Tetap Bahagia Menjalani Rutinitas

Saat seseorang berpikir destruktif dan merasa capek dan terbebani, maka ia pasti akan menyerah. Namun jika kita berpikir bahwa ini adalah tantangan dan merasa bahwa kita mesti menghadapi tantangan hidup, maka kita akan kembali bangkit dan terus melangkah maju.

Jalanilah hidup ini dan selesaikanlah jalan kehidupan ini dengan tetap berada di koridor-Nya.

 

Penulis : Syahril Syam, ST, C.Ht, L.NLP Pakar Pengembangan Diri

Artikel Pilihan

Rahasia Napas Membuka Pintu Rezeki
Kebiasaan Orang yang Sulit Dikalahkan Keadaan
Kebiasaan Diam-diam yang Merusak Kualitas Hidup
Cara Melatih Pikiran agar Tidak Mudah Dikendalikan Emosi
Energi Pikiran: Bagaimana Fokus Mengubah Perilaku dan Hasil Hidup
Rahasia Mengubah Hidup Dimulai dari Cara Berpikir
Pencerahan Motivasi Spiritual: Jangan Putus Asa dan Kejar Mimpi
Motivasi Jangan Menyerah: Bangkit dan Tetap Semangat

Artikel Pilihan

Selasa, 30 Juni 2026 - 22:23 WITA

Rahasia Napas Membuka Pintu Rezeki

Senin, 1 Juni 2026 - 01:13 WITA

Kebiasaan Orang yang Sulit Dikalahkan Keadaan

Senin, 1 Juni 2026 - 00:53 WITA

Kebiasaan Diam-diam yang Merusak Kualitas Hidup

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:05 WITA

Cara Melatih Pikiran agar Tidak Mudah Dikendalikan Emosi

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:52 WITA

Energi Pikiran: Bagaimana Fokus Mengubah Perilaku dan Hasil Hidup

Artikel Lainnya

Ilustrasi

Motivasi

Rahasia Napas Membuka Pintu Rezeki

Selasa, 30 Jun 2026 - 22:23 WITA

Ilustrasi

Pencerahan

Rahasia Energi Napas yang Jarang Diketahui

Selasa, 30 Jun 2026 - 22:02 WITA