Kebiasaan yang Sudah Tertanam Sulit Diubah

Jumat, 15 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebiasaan positif yang tertanam adalah hal yang baik, namun bagaimana dengan kebiasaan negatif yang sudah tertanam?

Kebiasaan negatif yang tertanam itu sulit diubah. Seperti malas berolaraga, malas membersihkan rumah, selalu mengeluh, cuek, tidak peka, tidak peduli, baper, sombong berbaur dengan sesama rekan grup. Intinya semua yang bersifat negatif itu sulit diubah.

Komitmen untuk berubah selalu merupakan hal yang rumit. Jaringan saraf yang teratur, rutin, dan terprogram yang telah kita buat memungkinkan kita menjalani kehidupan yang mudah, alami, dan nyaman.

BACA JUGA :  Pengetahuan, Hati, dan Motivasi

Kita mencari kenyamanan, tetapi perubahan sama dengan ketidaknyamanan. Berbagai kebiasaan yang sebelumnya telah dilatih (diulang-ulang) selama bertahun-tahun, tentu menjadi penghambat utama saat kita ingin memulai suatu perubahan.

Kebanyakan orang berjanji untuk memulai diet, memulai rutinitas olahraga, memperbanyak ibadah, menghabiskan lebih banyak waktu dan mencurahkan lebih banyak perhatian pada anak-anak, tapi semuanya seakan sulit untuk diwujudkan. Untuk berubah membutuhkan banyak usaha, kemauan, dan komitmen.

Prefrontal korteks (otak yang berada tepat di belakang dahi) membantu kita fokus pada sebuah niat, namun kita masih perlu mengaktifkan keinginan kita untuk membiarkan prefrontal korteks melakukan tugasnya, yaitu menyatukan niat dengan tindakan.

BACA JUGA :  Sembuh dari Gerd Anxiety dan Psikosomatik, Apa Kata Mereka?

Dan tidak ada cara lain untuk mewujudkannya, kecuali dengan berlatih. Tindakan itu sesungguhnya adalah latihan. Sesuatu yang kita lakukan secara berulang-ulang.

Karena kita mesti keluar dari zona nyaman yang telah membuat kita nyaman selama belasan atau puluhan tahun, maka dibutuhkan motivasi yang kuat untuk bisa berkomitmen di dalam melakukan tindakan.

Motivasinya adalah perasaan cinta. Kita harus benar-benar mencintai apa yang menjadi tujuan kita. Dengan jatuh cinta, maka akan muncul serangkaian energi pendorong yang begitu besar hingga kita rela mau melakukan perubahan dan keluar dari zona nyaman yang destruktif.

BACA JUGA :  Mencari Titik Balik, Mengubah Arah Kehidupan

Karena jika pikiran dan tubuh selaras, kita memiliki kekuatan besar untuk melakukan perubahan. Ini adalah tingkat pikiran di mana niat dan tindakan kita menghasilkan hasil yang kita inginkan, berkali-kali.

Oleh karena itu latihlah mulai sekarang, atau kita yang dilatih oleh kebiasaan negatif kita sendiri.

 

Penulis : Syahril Syam, ST, C.Ht, L.NLP Pakar Pengembangan Diri

Artikel Pilihan

Rahasia Napas Membuka Pintu Rezeki
Kebiasaan Orang yang Sulit Dikalahkan Keadaan
Kebiasaan Diam-diam yang Merusak Kualitas Hidup
Cara Melatih Pikiran agar Tidak Mudah Dikendalikan Emosi
Energi Pikiran: Bagaimana Fokus Mengubah Perilaku dan Hasil Hidup
Rahasia Mengubah Hidup Dimulai dari Cara Berpikir
Pencerahan Motivasi Spiritual: Jangan Putus Asa dan Kejar Mimpi
Motivasi Jangan Menyerah: Bangkit dan Tetap Semangat

Artikel Pilihan

Selasa, 30 Juni 2026 - 22:23 WITA

Rahasia Napas Membuka Pintu Rezeki

Senin, 1 Juni 2026 - 01:13 WITA

Kebiasaan Orang yang Sulit Dikalahkan Keadaan

Senin, 1 Juni 2026 - 00:53 WITA

Kebiasaan Diam-diam yang Merusak Kualitas Hidup

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:05 WITA

Cara Melatih Pikiran agar Tidak Mudah Dikendalikan Emosi

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:52 WITA

Energi Pikiran: Bagaimana Fokus Mengubah Perilaku dan Hasil Hidup

Artikel Lainnya

Ilustrasi

Motivasi

Rahasia Napas Membuka Pintu Rezeki

Selasa, 30 Jun 2026 - 22:23 WITA

Ilustrasi

Pencerahan

Rahasia Energi Napas yang Jarang Diketahui

Selasa, 30 Jun 2026 - 22:02 WITA