GT atau Gran Turismo adalah judul sebuah film anyar yang mengangkat kisah nyata dari Jann Mardenborough, yang merupakan seorang pecinta game Gran Turismo dan bercita-cita ingin menjadi pembalap profesional.
Jika Anda penggemar PlayStation, tentu tahu Game GT. Sebuah game balap mobil yang diciptakan oleh Kazunori Yamauchi. Begitu nampak nyata game ini sehingga game ini lebih mirip sebuah simulator balap mobil daripada sekadar sebuah permainan.
GT bahkan membuat begitu banyak lintasan balap yang ada di dunia menjadi terlihat realistis, agar bisa menghadirkan suasana balap mobil yang terasa seperti aslinya.
Jann Mardenborough, sejak kecil hingga remaja, lebih banyak menghabiskan waktu di belakang konsol game dengan permainan simulator balap, Gran Turismo.
Ia lebih banyak di kamar daripada bermain di luar rumah. Pada tahun 2011, lebih dari 90.000 orang berpartisipasi dalam uji coba online GT Academy, dengan harapan dapat mewujudkan impian mereka menjadi pembalap profesional.
Sebelum terpilih sebagai nominasi di GT Academy, Mardenborough bersiap untuk melanjutkan ke universitas untuk belajar desain dan teknik. Dia selalu menjadi penggemar balapan, dan lebih menyukai Mobil Touring dan Kejuaraan Reli Dunia (WRC).
Jann Mardenborough membuktikan bahwa keterampilan yang ditunjukkannya di dunia virtual bisa menjadi kenyataan yang tangguh di lintasan nyata.
Saat kita berada di kondisi dominan gelombang otak alfa, kita berada dalam kondisi khusyuk yang ringan. Kita juga bisa menyebutnya sebagai keadaan berimajinasi atau melamun.
Dalam keadaan ini, dunia batin kita lebih nyata daripada dunia luar kita, karena itulah yang kita perhatikan. Saat memainkan sebuah game, kondisi kita sebenarnya lebih banyak bersifat internal.
Artinya kita cenderung mengabaikan segala hal di luar diri kita dan lebih banyak fokus secara internal. Itulah mengapa, anak-anak yang sedang asyik bermain game, cenderung tidak mendengar suara panggilan ibunya.
Karena otak kita tidak bisa membedakan antara imajinasi dan kenyataan, maka ketika kita sedang asyik bermain game simulasi balap mobil, maka saat itu pula otak kita berubah seperti ketika kita telah melakukan latihan di kenyataan.
Ini sama dengan penelitian yang dilakukan oleh Eleanor Maguire dan rekan-rekannya di University College London terhadap para supir taksi dan menemukan bahwa para sopir taksi itu mengalami perubahan pada otak mereka.
Di mana bagian otak yang bernama hipokampus (bagian yang mengatur memori dan navigasi ruang) para sopir taksi tersebut jauh lebih besar dibandingkan otak orang biasa.
Maguire menyatakan bahwa pada awalnya para supir taksi itu memiliki ukuran hipokampus yang sama dengan orang lain.
Hanya saja, saat otak mereka didorong untuk mengingat banyak rute jalan, saraf-saraf otak mereka tumbuh menjadi semakin baik.
Jann Mardenborough telah melatih mentalnya secara virtual dan telah membuat otaknya merekam begitu banyak lintasan balap dan cara menaklukkan lintasan balap tersebut.
Dan hal ini membuat Mardenborough berhasil mewujudkan impiannya menjadi pembalap profesional hingga akhirnya merengkuh podium bersejarah dalam balapan legendaris 24 Hours of Le Mans.
Dengan belajar dari kisah Jann Mardenborough, kita juga bisa melatih diri kita secara mental untuk menjadi lebih percaya diri, menguasai suatu pelajaran, sembuh dari penyakit, memiliki berat tubuh ideal, merubah kebiasaan buruk, hingga menjadi lebih awet muda.
Penulis : Syahril Syam, ST, C.Ht, L.NLP Pakar Pengembangan Diri






















