Jadilah Sutradara Film Kebahagiaan Putar Ulang Nikmat-Nya dalam Memori

Kamis, 13 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Menjadi Sutradara Film Kebahagiaan

Ilustrasi Menjadi Sutradara Film Kebahagiaan

Salah satu kelebihan menjadi manusia adalah bisa merasa sangat capek tanpa melakukan tindakan apapun.

Jika capek bisa dirasakan karena telah melakukan suatu hal yang menguras tenaga, maka manusia juga bisa capek hanya dengan duduk diam.

Itu karena setiap manusia bisa menghadirkan kembali memori di benak mereka dan memori ini menghadirkan perasaan sakit, hancur, dan derita yang ketika semakin tenggelam dengan pikiran dan rasa itu, maka semakin menguras tenaga walau tidak melakukan tindakan apapun.

Jiwanya yang lelah diikuti oleh kelelahan fisik. Hal yang sebaliknya bisa juga terjadi. Ada orang yang walau melakukan banyak kegiatan, tapi energinya seolah selalu ada.

Itu karena jiwanya senantiasa penuh semangat dan diikuti oleh terisinya daya pada fisiknya sehingga tidak terasa capek walau melakukan banyak kegiatan.

BACA JUGA :  Ketidaktahuan dan Jalan Membuka Kesadaran Diri

Nah, mereka yang selalu tenggelam ke dalam kenangan menyakitkan, bukan hanya membuatnya terasa capek fisik, juga membuatnya merasa lelah dalam menjalani hidup.

Kelelahan akut ini biasanya melahirkan perasaan untuk segera mengakhiri hidup. Jiwa yang capek juga membuat hormon yang hadir di tubuh adalah hormon-hormon yang bisa menimbulkan penyakit.

Makanya mereka yang lelah jiwa akan rentan terkena penyakit. Ibarat nonton film, semua memori yang memicu hadirnya rasa sakit hati itu muncul satu per satu seperti serial drama korea.

Itulah sebabnya, saya seringkali bertanya kepada orang-orang yang suka memutar film (memori) yang menyakitkan hati:

BACA JUGA :  Usai Ramadan, Tetap Kendalikan Diri dalam Menyantap Hidangan

Apakah hanya itu stok film yang ada?

Apakah selama hidup hingga saat ini tidak pernah ada sekali pun film (kenangan) yang membahagiakan?

Atau dengan kata lain, nikmat mana lagi yang tidak disyukuri?

Ternyata ada begitu banyak hal (termasuk hal-hal kecil) di dalam kehidupan kita yang justru bisa menjadi film yang membahagiakan di dalam mental kita.

Ada begitu banyak nikmat yang kita lupa syukuri. Dan semua nikmat itu pasti membahagiakan hati.

Suami yang masih memberi makan keluarganya.

 Istri yang masih menghidangkan makanan.

Anak yang masih tersenyum bersama kita.

Teman yang masih mau mendengarkan kita.

Kesehatan yang masih kita rasakan. Memperoleh makanan yang masih bisa mengenyangkan perut.

Rencana yang masih bisa kita jalankan.

Napas yang masih bisa kita alami sehingga masih ada kesempatan bagi kita untuk berbuat banyak hal baik di kehidupan ini.

Dan ada begitu banyak nikmat yang seringkali tidak kita sadari.

Kita sesungguhnya bisa menjadi sutradara film kebahagiaan dengan secara sadar memutar nikmat-nikmat-Nya di dalam mental kita.

BACA JUGA :  Ketika Kasih Sayang adalah Segalanya

Semua film konstruktif ini akan memicu hadirnya rasa syukur, kasih sayang, kepedulian kepada sesama dan makhluk lainnya, dan kebahagiaan.

Jadi daripada menjadi korban serial drama yang melahirkan kelelahan jiwa, maka mengapa tidak mengubah diri untuk menjadi sutradara film kebahagiaan?

Artikel Pilihan

Manusia Mengejar Hal yang Tidak Dibutuhkan
Dunia Tidak Jahat, Tapi Juga Tidak Peduli
Kita Hidup di Cerita Orang Lain
Otakmu Bisa Bohong, Tapi Kamu Percaya
Dipandang dari Atas Kecil, Dilihat dari Bawah Juga Kecil
Semua Masalah Pandangan Mata, Soal Rasa Mungkin Sama
Belajar Syukur dari Negeri yang Terluka Perang
Mendobrak Rezeki Uang Berlimpah Lewat Alam Bawah Sadar

Artikel Pilihan

Senin, 20 April 2026 - 15:08 WITA

Manusia Mengejar Hal yang Tidak Dibutuhkan

Senin, 20 April 2026 - 14:26 WITA

Dunia Tidak Jahat, Tapi Juga Tidak Peduli

Senin, 20 April 2026 - 14:14 WITA

Kita Hidup di Cerita Orang Lain

Senin, 20 April 2026 - 14:02 WITA

Otakmu Bisa Bohong, Tapi Kamu Percaya

Senin, 20 April 2026 - 13:44 WITA

Dipandang dari Atas Kecil, Dilihat dari Bawah Juga Kecil

Artikel Lainnya

Ilustrasi

NLP

7 Tahapan NLP Mengubah Pola Pikir

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:28 WITA

Ilustrasi

NLP

Mengenal Terapi NLP dan Teknik Pemrogramannya

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:55 WITA