Seri 2, Gran Turismo, Realistis dan Parenting

- Tim

Selasa, 3 Oktober 2023 - 14:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gran Turismo

i

Gran Turismo

“Jadilah orang yang realistis”. Inilah kalimat yang paling banyak diajarkan orang tua kepada anak-anaknya.

Di tahun 1978, Rhoma diusir dari rumah karena kesenangannya akan musik dianggap sebagai pekerjaan yang tidak realistis oleh ayahnya.

Maka jadilah Rhoma berkelana. Bermain musik di kala itu dianggap tidak bisa menjanjikan kehidupan masa depan yang lebih baik.

Gitarnya dihancurkan dan membuat Rhoma mesti berkelana hingga dua kali (Jika ingin menonton filmnya, ada Berkelana 1 dan Berkelana 2).

Belakangan Howard Gardner membuktikan bahwa kesenangan akan musik adalah salah satu jenis kecerdasan.

Dan kita bisa saksikan bahwa ada begitu banyak orang yang bisa meraih sukses melalui jalur musik.

Dalam film GT atau Gran Turism,  Jann Mardenborough mengalami hal yang sama seperti yang dialami Rhoma dalam film berkelana.

Padahal Jann termasuk anak yang masih tergolong muda karena lahir di tahun 1991. Untung saja, ayah Jann tidak sampai menghancurkan game simulator GT miliknya.

BACA JUGA :  Cara Menetralkan dan Melepaskan Energi Negatif

Namun Steve Mardenborough, ayah Jann, yang dulunya seorang pemain sepak bola yang berposisi sebagai gelandang tengah, tidak menganggap apa yang dilakukan oleh Jann sebagai suatu hal yang realistis bagi masa depannya.

Menghabiskan waktu berjam-jam di kamar dengan game GT, dianggap sebagai suatu kesia-siaan oleh ayah Jann.

Inilah yang membuat Jann kadangkala mesti berdebat dengan ayahnya karena mempertahankan cita-citanya untuk menjadi seorang pembalap profesional, walau saat itu ia baru seorang gamer GT.

Kebanyakan orang tua sangat menyayangi anak-anaknya. Akan tetapi disaat yang sama, banyak orang tua juga berbagi kecemasannya akan masa depan anaknya kepada anaknya, dengan cara menekan anaknya untuk mesti mengikuti seperti apa mau mereka.

BACA JUGA :  Pertemanan Itu Seperti Arus Sungai, Mengalir Tanpa Harus Digenggam

Dengan alasan bahwa hidup mesti realistis, kebanyakan orang tua membatasi masa depan hanya dalam koridor pemahamannya semata.

Yang lebih parah lagi adalah ada sebagian orang tua yang justru menitipkan harga dirinya kepada anaknya, yang dengan itu memaksa anaknya agar bisa ranking. Karena dengan anaknya yang ranking, harga dirinya sebagai orang tua ikut terangkat.

Jadi, masalah terbesar dalam parenting bukan pada sayang atau tidaknya orang tua kepada anak-anaknya.

Akan tetapi, masalah terbesar parenting adalah kebanyakan orang tua keliru dalam memahami anak, keliru dalam menyikapi anak, keliru dalam mempersepsikan anak, keliru dalam merespons anak, dan keliru dalam mengungkapkan kasih sayang kepada anak.

Kembali ke kisah GT, yang menarik dari Jann dan ayahnya adalah bahwa keduanya sebenarnya sungguh saling menyayangi.

BACA JUGA :  Cara Memuji Anak dari Usia 6 Tahun hingga Kuliah

Walau berbeda pendapat terkait masa depan yang dianggap realistis, keduanya ternyata sangat saling menyayangi.

Di film GT, ada adegan dimana sang ayah akhirnya mendukung penuh cita-cita Jann.

Ayahnya berkata, “Aku tidak mendukungmu dengan benar. Aku hanya ingin melindungimu. Banyak ayah, banyak orang tua dengan anak-anak yang punya impian besar dan gila.

Aku juga tidak mengerti PlayStation. Tapi (akhirnya) kau berhasil. Aku sangat bangga kepadamu. Aku mendukungmu, nak.”

Dalam dunia parenting, yang dibutuhkan anak sebenarnya sangat sederhana, yaitu didengarkan curhat dan pendapatnya, didukung saat terjatuh (mengalami kegagalan), dan dipeluk sebagai bentuk peneguhan kasih sayang.

Maka kesabaran adalah hal utama yang mesti dilatih sebagai orang tua dalam mendidik anak-anaknya.

 

Penulis : Syahril Syam, ST, C.Ht, L.NLP Pakar Pengembangan Diri

Artikel Pilihan

Jalan Hidup Tak Semudah 5+5=10
Kekuatan Sugesti: Kata-Kata adalah Energi dan Doa
Jangan Mudah Baper
Energi Adalah “Sihir”, Begini Cara Melatihnya
Jangan Menyerah, Bab Terbaik Hidupmu Baru Dimulai
Passion Dibangun, Bukan Ditemukan
Saat Kekaguman Menjadi Penghalang
Rahasia Napas Membuka Pintu Rezeki
Berita ini 34 kali dibaca

Artikel Pilihan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:46 WITA

Jalan Hidup Tak Semudah 5+5=10

Rabu, 5 Agustus 2026 - 23:12 WITA

Kekuatan Sugesti: Kata-Kata adalah Energi dan Doa

Rabu, 5 Agustus 2026 - 23:06 WITA

Jangan Mudah Baper

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:56 WITA

Jangan Menyerah, Bab Terbaik Hidupmu Baru Dimulai

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:07 WITA

Passion Dibangun, Bukan Ditemukan

Artikel Lainnya

Ilustrasi Jalan Hidup Tak Semudah 5+5=10

Motivasi

Jalan Hidup Tak Semudah 5+5=10

Kamis, 20 Agu 2026 - 11:46 WITA

Ilustrasi emosi dan perasaan

Health

Selalu Emosi Cepat Tua? Begini Cara Atasi

Rabu, 5 Agu 2026 - 23:18 WITA

Ilustrasi

Motivasi

Kekuatan Sugesti: Kata-Kata adalah Energi dan Doa

Rabu, 5 Agu 2026 - 23:12 WITA

Kemarahan Terpendam Memunculkan Penyakit Mental dan Fisik

Motivasi

Jangan Mudah Baper

Rabu, 5 Agu 2026 - 23:06 WITA

Hipnotis/ilustrasi

Hypnosis

Mengatasi Malas dengan Teknik Hypnosis

Rabu, 5 Agu 2026 - 23:01 WITA