Psikosomatik adalah keluhan fisik yang dipengaruhi oleh pikiran atau emosi
Gangguan psikosomatik dapat terjadi pada semua kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Munculnya keluhan psikosomatik pada seseorang biasanya diawali dari masalah kesehatan mental yang dialaminya, seperti takut, stres, depresi, atau cemas.
Berikut beberapa gejala yang mungkin muncul pada orang yang mengalami gangguan psikosomatik:
■ Sakit perut
■ Nyeri ulu hati
■ Sakit pinggang
■ Sakit Kepala
■ Mudah lelah
■ Nyeri otot
■ Sesak napas
■ Nyeri dada
■ Jantung berdebar
■ Gemetaran
■ Telapak tangan berkeringat
Gangguan psikosomatik juga bisa berupa memburuknya penyakit fisik yang sudah ada akibat pengaruh kondisi psikis, emosi, atau pikiran.
Contoh kondisi fisik yang bisa diperparah oleh faktor psikis adalah sakit maag, psoriasis, eksim, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung.
Orang dengan gangguan psikosomatik cenderung merasa khawatir berlebih meskipun gejala yang dialaminya tergolong ringan.
Gejala psikosomatik umumnya muncul ketika penderitanya merasa stres, berada di bawah tekanan, atau saat beban pikiran meningkat.
Pengobatan Psikosomatik
Untuk menangani gangguan psikosomatik, dokter tidak hanya fokus mengobati gejala fisik yang dialami pasien, tetapi juga mengobati kondisi mental atau psikis yang menyebabkan munculnya keluhan fisik pada pasien.
Oleh karena itu, setelah keluhan fisiknya ditangani, pasien mungkin akan dirujuk ke psikiater untuk diperiksa dan diterapi kondisi psikologisnya.
Beberapa pengobatan gangguan psikosomatik yang mungkin dilakukan oleh psikiater adalah:
Psikoterapi
Jenis pengobatan psikoterapi yang umumnya dilakukan berupa terapi perilaku kognitif. Pengobatan ini bertujuan untuk melatih respons mental seseorang terhadap situasi yang berat. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk mengurangi keluhan fisik yang dialami orang dengan gangguan psikosomatik.
Hipnoterapi
Hipnoterapi bisa dilakukan berdampingan dengan psikoterapi, dan efektif untuk mengatasi stres serta kecemasan.
Hipnosis pada terapi ini dapat membuat seseorang mampu mengeksplorasi pikiran, perasaan, dan ingatan menyakitkan yang tersembunyi di pikiran bawah sadarnya.
Dengan ditemukannya luka terpendam ini, psikiater jadi bisa membantu pasien mengolah dan menanggapi luka tersebut, sehingga tidak berkembang menjadi stres yang bisa memicu gangguan psikosomatik.






















