Mengenal Gejala dan Tanda-tanda Gangguan Psikosomatik

Jumat, 17 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Psikosomatik adalah keluhan fisik yang dipengaruhi oleh pikiran atau emosi

Gangguan psikosomatik dapat terjadi pada semua kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Munculnya keluhan psikosomatik pada seseorang biasanya diawali dari masalah kesehatan mental yang dialaminya, seperti takut, stres, depresi, atau cemas.

Berikut beberapa gejala yang mungkin muncul pada orang yang mengalami gangguan psikosomatik:

■ Sakit perut

■ Nyeri ulu hati

■ Sakit pinggang

■ Sakit Kepala

■ Mudah lelah

■ Nyeri otot

■ Sesak napas

■ Nyeri dada

■ Jantung berdebar

BACA JUGA :  Pernahkah Kita Berterimakasih Kepada Organ Tubuh Sendiri?

■ Gemetaran

■ Telapak tangan berkeringat

Gangguan psikosomatik juga bisa berupa memburuknya penyakit fisik yang sudah ada akibat pengaruh kondisi psikis, emosi, atau pikiran.

Contoh kondisi fisik yang bisa diperparah oleh faktor psikis adalah sakit maag, psoriasis, eksim, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung.

Orang dengan gangguan psikosomatik cenderung merasa khawatir berlebih meskipun gejala yang dialaminya tergolong ringan.

Gejala psikosomatik umumnya muncul ketika penderitanya merasa stres, berada di bawah tekanan, atau saat beban pikiran meningkat.

BACA JUGA :  Kurma, Solusi Aman untuk Penderita GERD saat Berbuka Puasa

Pengobatan Psikosomatik

Untuk menangani gangguan psikosomatik, dokter tidak hanya fokus mengobati gejala fisik yang dialami pasien, tetapi juga mengobati kondisi mental atau psikis yang menyebabkan munculnya keluhan fisik pada pasien.

Oleh karena itu, setelah keluhan fisiknya ditangani, pasien mungkin akan dirujuk ke psikiater untuk diperiksa dan diterapi kondisi psikologisnya.

Beberapa pengobatan gangguan psikosomatik yang mungkin dilakukan oleh psikiater adalah:

Psikoterapi

Jenis pengobatan psikoterapi yang umumnya dilakukan berupa terapi perilaku kognitif. Pengobatan ini bertujuan untuk melatih respons mental seseorang terhadap situasi yang berat. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk mengurangi keluhan fisik yang dialami orang dengan gangguan psikosomatik.

BACA JUGA :  Punya Masalah Psikis? Ikuti Terapi Gratis Ini

Hipnoterapi

Hipnoterapi bisa dilakukan berdampingan dengan psikoterapi, dan efektif untuk mengatasi stres serta kecemasan.

Hipnosis pada terapi ini dapat membuat seseorang mampu mengeksplorasi pikiran, perasaan, dan ingatan menyakitkan yang tersembunyi di pikiran bawah sadarnya.

Dengan ditemukannya luka terpendam ini, psikiater jadi bisa membantu pasien mengolah dan menanggapi luka tersebut, sehingga tidak berkembang menjadi stres yang bisa memicu gangguan psikosomatik.

Artikel Pilihan

Ini Urutan Fungsi Tubuh yang Melemah Saat Menjelang Ajal
Olahraga Saat Puasa, Kapan Waktu Terbaik dan Seberapa Aman?
Puasa dan Kesehatan Jantung: Manfaat yang Jarang Disadari
Rahasia Kelaki-lakian: ‘Viagra Alami’ dari Bit, Bayam, Ubi, dan Tomat
Epilepsi: Penyebab, Risiko Kejang di Tempat Umum, dan Peran Hipnoterapi
Puasa Aktifkan Autofagi, Proses Perbaikan Sel
Waspada! Kebanyakan Tidur Saat Puasa Bisa Bahaya
Bahaya Makan Manis Berlebihan Saat Berbuka Puasa

Artikel Pilihan

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:08 WITA

Ini Urutan Fungsi Tubuh yang Melemah Saat Menjelang Ajal

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:11 WITA

Olahraga Saat Puasa, Kapan Waktu Terbaik dan Seberapa Aman?

Sabtu, 21 Februari 2026 - 21:59 WITA

Puasa dan Kesehatan Jantung: Manfaat yang Jarang Disadari

Sabtu, 20 September 2025 - 16:23 WITA

Rahasia Kelaki-lakian: ‘Viagra Alami’ dari Bit, Bayam, Ubi, dan Tomat

Senin, 12 Mei 2025 - 22:00 WITA

Epilepsi: Penyebab, Risiko Kejang di Tempat Umum, dan Peran Hipnoterapi

Artikel Lainnya

Seorang pria bermeditasi di pantai saat matahari terbenam, dengan malaikat di sebelah kirinya dan setan di sebelah kanannya. Elemen visual mencerminkan logika dan intuisi, melambangkan pengambilan keputusan yang tajam. Teks bahasa Indonesia menjelaskan setiap konsep.

Spiritual

Mengapa Intuisi Sering Lebih Tajam dari Logika?

Senin, 1 Jun 2026 - 01:38 WITA

Seorang wanita tua duduk bersila di atas bebatuan di dekat reruntuhan kuno, bermandikan sinar matahari yang dramatis menembus awan badai, dikelilingi oleh pegunungan dan hutan lebat, memeluk kenyamanan dan pencerahan yang tenang.

Pencerahan

Pencerahan Tidak Datang dari Kenyamanan

Senin, 1 Jun 2026 - 01:24 WITA

Seorang pria dengan ransel berdiri di atas batu sambil memegang peta dan kompas di tengah ombak yang menerjang dan reruntuhan, menunjukkan kebiasaan orang yang sulit dikalahkan dalam menghadapi keadaan berbahaya dan langit yang disinari petir.

Motivasi

Kebiasaan Orang yang Sulit Dikalahkan Keadaan

Senin, 1 Jun 2026 - 01:13 WITA

Seorang pria muda yang lelah duduk di sebuah kamar yang berantakan pada pukul 3:45 pagi, menatap ponselnya. Media sosial dan aplikasi chatting menyala di layarnya, dikelilingi oleh label teks yang berantakan, mengungkapkan Kebiasaan Diam-diam yang Merusak Kualitas Hidup dan perjuangan kesehatan mental yang sedang berlangsung.

Motivasi

Kebiasaan Diam-diam yang Merusak Kualitas Hidup

Senin, 1 Jun 2026 - 00:53 WITA

Seorang wanita muda duduk tanpa alas kaki di sebuah kursi dekat jendela, menatap cakrawala kota yang sedang hujan. Dia terlihat serius, seakan merenungkan,

Suggestion

Mengapa Banyak Orang Sulit Bahagia?

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:39 WITA