Waspada! Kebanyakan Tidur Saat Puasa Bisa Bahaya

Senin, 3 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi : Seorang pria tertidur di sofa dengan ekspresi lelah saat puasa ramadan

Foto Ilustrasi : Seorang pria tertidur di sofa dengan ekspresi lelah saat puasa ramadan

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi momen untuk meningkatkan kualitas diri, baik secara spiritual maupun fisik.

Namun, banyak orang justru menganggap bulan Ramadan sebagai waktu untuk lebih banyak beristirahat, bahkan tidur berlebihan. Padahal, kebiasaan ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Istilah “tidur adalah ibadah” memang kerap terdengar selama Ramadan. Namun, jika dilakukan secara berlebihan, tidur justru dapat menimbulkan berbagai efek negatif bagi tubuh.

Tidur lebih dari 9 jam dalam sehari, terutama saat berpuasa, dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang mungkin tidak disadari.

Berikut enam dampak buruk tidur berlebihan saat puasa yang perlu diwaspadai:

  1. Tubuh Terasa Lemas dan Tidak Bertenaga

Banyak orang mengira tidur lebih lama bisa membuat tubuh lebih segar. Nyatanya, tidur berlebihan justru membuat tubuh lebih pasif dan kurang bertenaga.

Otot-otot tubuh menjadi kurang aktif, sehingga metabolisme pun melambat. Akibatnya, seseorang lebih mudah merasa lemas, terutama saat menjelang siang hingga sore hari, yang seharusnya bisa digunakan untuk beraktivitas produktif.

  1. Menurunkan Daya Tahan Tubuh
BACA JUGA :  Memahami Manifestasi Secara Rasional: Dari Pikiran ke Tindakan

Tidur yang cukup memang penting untuk menjaga sistem imun, tetapi tidur berlebihan justru berdampak sebaliknya.

Kurangnya aktivitas akibat terlalu banyak tidur dapat menurunkan kekebalan tubuh, sehingga lebih rentan terserang penyakit seperti flu, batuk, atau gangguan pencernaan seperti diare.

Oleh karena itu, penting untuk tetap aktif selama berpuasa agar daya tahan tubuh tetap optimal.

  1. Menurunkan Fungsi Kognitif Otak

Tidur memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan otak. Saat tidur, otak membersihkan zat-zat sisa metabolisme dan memproses informasi.

Namun, jika seseorang tidur lebih dari 9 jam, justru bisa berdampak negatif pada fungsi otak.

Penelitian menunjukkan bahwa tidur yang berlebihan dapat menurunkan kemampuan kognitif dan daya ingat, sehingga membuat seseorang lebih sulit berkonsentrasi dalam beraktivitas sehari-hari.

  1. Meningkatkan Risiko Obesitas
BACA JUGA :  Ini Alasan Kenapa Jangan Lansung Minum Teh Saat Berbuka Puasa

Kurangnya aktivitas akibat tidur berlebihan dapat menyebabkan metabolisme tubuh melambat, sehingga tubuh lebih mudah menyimpan lemak.

Jika dibiarkan, kebiasaan ini bisa memicu kenaikan berat badan secara perlahan dan meningkatkan risiko obesitas.

Selain itu, kurangnya aktivitas fisik juga berisiko menyebabkan masalah kesehatan lainnya, seperti gangguan hati dan penyakit metabolik.

  1. Meningkatkan Risiko Depresi

Tidur yang berlebihan dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan mental seperti depresi dan kecemasan.

Studi menunjukkan bahwa orang yang tidur lebih dari 10 jam sehari cenderung memiliki kesehatan mental yang lebih buruk.

Hal ini disebabkan oleh perubahan pola tidur yang dapat memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh, termasuk hormon yang mengatur suasana hati.

  1. Berisiko Menyebabkan Penyakit Jantung

Tidur berlebihan juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Sebuah penelitian yang dikutip dari Medical News Today menunjukkan bahwa orang yang tidur lebih dari 9 jam per hari memiliki risiko 34% lebih tinggi terkena penyakit jantung dibandingkan mereka yang tidur dalam durasi normal (6-8 jam).

BACA JUGA :  Ini Tips Puasa bagi Penderita Sakit Maag

Selain itu, tidur terlalu lama juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko angina atau nyeri dada akibat kurangnya aliran darah ke jantung.

Tidur yang cukup selama 6-8 jam per hari adalah durasi ideal untuk menjaga kesehatan tubuh, terutama saat menjalankan ibadah puasa.

Tidur berlebihan justru dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari rasa lemas, menurunnya daya tahan tubuh, gangguan fungsi otak, hingga meningkatkan risiko penyakit kronis seperti obesitas dan gangguan jantung.

Oleh karena itu, pastikan tetap aktif selama Ramadan dan manfaatkan waktu dengan baik agar puasa semakin berkah dan bermanfaat bagi kesehatan.

 

(IA)

Artikel Pilihan

Ini Urutan Fungsi Tubuh yang Melemah Saat Menjelang Ajal
Olahraga Saat Puasa, Kapan Waktu Terbaik dan Seberapa Aman?
Puasa dan Kesehatan Jantung: Manfaat yang Jarang Disadari
Rahasia Kelaki-lakian: ‘Viagra Alami’ dari Bit, Bayam, Ubi, dan Tomat
Epilepsi: Penyebab, Risiko Kejang di Tempat Umum, dan Peran Hipnoterapi
Puasa Aktifkan Autofagi, Proses Perbaikan Sel
Bahaya Makan Manis Berlebihan Saat Berbuka Puasa
Habis Berbuka Puasa Malah Lemas? Begini Cara Mengatasinya!

Artikel Pilihan

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:11 WITA

Olahraga Saat Puasa, Kapan Waktu Terbaik dan Seberapa Aman?

Sabtu, 21 Februari 2026 - 21:59 WITA

Puasa dan Kesehatan Jantung: Manfaat yang Jarang Disadari

Sabtu, 20 September 2025 - 16:23 WITA

Rahasia Kelaki-lakian: ‘Viagra Alami’ dari Bit, Bayam, Ubi, dan Tomat

Senin, 12 Mei 2025 - 22:00 WITA

Epilepsi: Penyebab, Risiko Kejang di Tempat Umum, dan Peran Hipnoterapi

Rabu, 5 Maret 2025 - 13:14 WITA

Puasa Aktifkan Autofagi, Proses Perbaikan Sel

Artikel Lainnya

Ilustrasi

NLP

7 Tahapan NLP Mengubah Pola Pikir

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:28 WITA

Ilustrasi

NLP

Mengenal Terapi NLP dan Teknik Pemrogramannya

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:55 WITA