Terjebak dalam Polarisasi Antara Kesulitan dan Kemudahan

Kamis, 27 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Kenyamanan dan Kepedihan

Ilustrasi Kenyamanan dan Kepedihan

Kebanyakan orang tua yang sudah lanjut usia, ketika diajak untuk menginap di rumah anaknya di kota, tidak lama kemudian meminta dibawa pulang kembali ke kampung  halamannya.

Dengan berbagai alasan, mereka ingin segera kembali ke rumah mereka di kampung. Itu karena sesungguhnya, diri mereka telah sangat nyaman dengan situasi rumahnya di kampung.

Dan ketika mereka berada di tempat yang berbeda, maka tubuhnya memberi alarm bahwa ada keadaan yang berbeda dari biasanya.

Atau ada juga orang tua kita yang karena terbiasa produktif di usia muda hingga masa pensiun, sehingga walau usianya telah di akhir senja, tetap saja ia akan selalu mau bekerja dan mencari cara agar bisa bekerja.

Biasanya dengan melakukan pekerjaan apapun di rumahnya atau di rumah anaknya. Bisa dengan memangkas rumput liat atau pekerjaan apapun.

Dan seringkali pula banyak anak yang menegur hingga memarahi orang tuanya yang demikian, dengan alasan tidak ingin orang tuanya capek di usia senja.

Apalagi jika orang tuanya agak mengeluh capek, maka semakin kencang juga nasehat plus marahnya ke orang tua.

Padahal dengan membiarkan orang tua kita tetap bekerja sesuai kadar kemampuannya, justru membuat mereka awet muda dan panjang umur.

BACA JUGA :  Pencerahan Tidak Datang dari Kenyamanan

Itu karena tubuh mereka ingin selalu berada dikondisi nyamannya, yaitu nyaman bekerja.

Sehingga ketika mereka tetap bekerja di usia senja, maka tubuh mereka akan memproses keadaan tubuh mereka seolah mereka masih muda.

Dan jika orang tua kita mengeluh karena capek. Maka hal ini juga wajar mengingat usianya yang senja.

Dan kita sebagai anak cukup hanya mendengarkan dan memberikan vitamin atau herbal agar tubuhnya tetap bertenaga.

Dengan cara ini kita sesungguhnya membuat orang tua kita awet muda dan panjang umur.

Kedua contoh di atas adalah keadaan ketika tubuh kita merasa nyaman dengan suatu keadaan yang menyenangkan dan konstruktif.

Karena ada juga kenyamanan akan suatu kesenangan yang destruktif. Jadi ada kenyamanan tubuh atas emosi destruktif yang destruktif dan ada kenyamanan tubuh atas emosi yang (dikira) konstruktif tapi sesungguhnya destruktif.

Tanpa disadari, kebanyakan orang terjebak dalam polarisasi antara kesulitan dan kemudahan, antara rasa sakit dan rasa senang, antara derita dan bahagia.

Sehingga yang terjadi adalah berusaha menghindari kesulitan dan berusaha mengejar kemudahan (kesenangan).

Padahal baik itu kesulitan yang ketika dipersepsi keliru melahirkan berbagai perasaan destruktif seperti cemas, stres berat hingga depresi, maupun kemudahan (kesenangan)

BACA JUGA :  Pergantian Tahun 2023 Lakukanlah Evaluasi Diri Bukan Foya-foya

Yang juga ketika dipersepsi keliru melahirkan berbagai kesenangan sesaat, keduanya bisa membuat kita terjebak dengan kenyamanannya masing-masing.

Ada yang terjebak dengan kenyamanan emosi destruktif, dan ada yang terjebak dengan kenyamanan emosi yang (dikira) konstruktif tapi sesungguhnya bersifat destruktif.

Sebagian besar orang berusaha sangat keras untuk membuat perasaan-perasaan terkubur itu tetap terkubur (karena terlalu menyakitkan), dengan berusaha berpindah ke kutub polar kemudahan (kesenangan).

Mereka berusaha menyelam lebih dalam ke dunia eksternal. Membeli mobil idaman (candu benda), keliling kota/dunia (candu tempat), masuk klub baru atau sering ngopi di luar (candu bergaul dengan orang-orang), sibuk dengan pekerjaan (candu suasana)

Atau sebagian lainnya melakukan operasi plastik (candu tubuh ideal). Inilah dasar dari kehidupan hedonistik dalam neurosains. Berusaha lari dari kenyataan diri yang sebenarnya. Berusaha agar tidak lagi merasakan perasaan tidak nyaman yang terus dikubur.

Inilah kondisi ketika diberikan kemudahan (kesenangan) dan membuat lupa diri. Merasa bahwa segala kemudahan itu untuk dirinya dan memanfaatkan berbagai anugerah kemudahan dengan bergaya hedon, hanya demi tetap merasa senang.

Inilah bentuk ketika tubuh merasa nyaman dengan segala kemudahan yang menyenangkan. Ketika terjebak ke dalam kenyaman tubuh.

BACA JUGA :  Menghapus Lingkaran Karma Buruk

Mereka mengira bahwa mereka telah berhasil keluar dari derita kesulitan dan menuju kemudahan yang menyenangkan, akan tetapi masih terjebak di level kenyamanan tubuh.

Namun, sesungguhnya semua upaya itu sia-sia dalam mencoba untuk merasa lebih baik. Kenapa?

Karena ketika semua hal-hal eksternal itu berakhir atau sampai pada titik jenuh, maka dirinya masih tetap kembali merasa hampa yang tak bertepi.

Oleh sebab itu, kita mesti berusaha sampai pada satu kesadaran sederhana bahwa usaha dalam mempertahankan diri kita sebagai apa yang tampak ideal bagi orang lain, sesungguhnya adalah strategi untuk memastikan agar perasaan-perasaan yang selama ini berusaha dihindari tak pernah menyerang lagi.

Jika kita berpikir bahwa setelah kita cukup kaya untuk membeli lebih banyak benda, kemudian kita bahagia, maka sesungguhnya kita telah berjalan mundur.

Inilah mengapa kesulitan dan kemudahan (kesenangan) adalah ujian. Itu karena ketika keduanya ditafsirkan secara keliru bisa menyebabkan diri terjebak ke dalam kenyamanan tubuh.

Tubuh merasa nyaman dengan segala kepedihan atau di sisi lain tubuh juga nyaman dengan berbagai kesenangan. Dirinya hanya berkutat pada level jasmani semata. Padahal kita mestinya naik ke level jiwa yang transenden.

Artikel Pilihan

Kekuatan Sugesti: Kata-Kata adalah Energi dan Doa
Jangan Mudah Baper
Energi Adalah “Sihir”, Begini Cara Melatihnya
Jangan Menyerah, Bab Terbaik Hidupmu Baru Dimulai
Passion Dibangun, Bukan Ditemukan
Saat Kekaguman Menjadi Penghalang
Rahasia Napas Membuka Pintu Rezeki
Kebiasaan Orang yang Sulit Dikalahkan Keadaan

Artikel Pilihan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 23:12 WITA

Kekuatan Sugesti: Kata-Kata adalah Energi dan Doa

Rabu, 5 Agustus 2026 - 23:06 WITA

Jangan Mudah Baper

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:30 WITA

Energi Adalah “Sihir”, Begini Cara Melatihnya

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:07 WITA

Passion Dibangun, Bukan Ditemukan

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:47 WITA

Saat Kekaguman Menjadi Penghalang

Artikel Lainnya

Ilustrasi emosi dan perasaan

Health

Selalu Emosi Cepat Tua? Begini Cara Atasi

Rabu, 5 Agu 2026 - 23:18 WITA

Ilustrasi

Motivasi

Kekuatan Sugesti: Kata-Kata adalah Energi dan Doa

Rabu, 5 Agu 2026 - 23:12 WITA

Kemarahan Terpendam Memunculkan Penyakit Mental dan Fisik

Motivasi

Jangan Mudah Baper

Rabu, 5 Agu 2026 - 23:06 WITA

Hipnotis/ilustrasi

Hypnosis

Mengatasi Malas dengan Teknik Hypnosis

Rabu, 5 Agu 2026 - 23:01 WITA

Ilustrasi

Motivasi

Energi Adalah “Sihir”, Begini Cara Melatihnya

Minggu, 26 Jul 2026 - 12:30 WITA