Pergantian tahun 2023 bukan untuk senang-senang apalagi foya-foya. Jika foya-foya dilakukan dengan cara pesta, mabuk dan acara berlebihan sama saja kita masih berada pada kondisi jiwa yang sama.
Artinya, perubahaan tahun berganti ke tahun eksistensi jati diri itu sendiri tak pernah ditemukan sejatinya, kecuali hidup hanya sekedar foya-foya semata saja tanpa refleksi dan evaluasi diri.
Tak perlu ada persiapan menjelang pergantian tahun 2023 menuju 2024. Yang dibutuhkan adalah tekad untuk berani evaluasi diri secara total. Yang tadinya tak pernah ibadah kini semakin rajin beribadah.
Lakukanlah evaluasi diri secara total, bukan karena usia masih muda atau pun karena sudah tua tapi karena kesadaran itu memanggil maka lakukanlah sekarang juga.
Ingat-ingat selama tahun 2023 apa saja kelalaian yang kita lakukan, apa saja dosa-dosa yang dikerjakan, apa saja yang belum tercapai, kemudian tanyakan kepada diri sendiri, sudah sejauh mana perubahaan mental dan jiwa kita selama ini?
Apakah mental baper, kerupuk, dan lemah masih kita pakai untuk 2024 atau melepaskannya ?
Apakah pengetahuan kita yang terbatas lantaran malas membaca masih kita pertahankan dan memakainya di 2024?
Apakah kemalasan aktivitas dalam beribadah masih dipakai untuk 2024?
Banyak pertanyaan-pertanyaan yang mendasar yang harus dikomunikasikan kepada pikiran bawah sadar kita untuk kemudian dilakukan pemograman ulang kembali.
Soal sukses itu dibelakangan, tapi yang utama melakukan perubahaan mindset dan menciptakan pola kebiasaan positif. Kalau ini tersinkronisasi antara pikiran dan perasaan serta menjadi kebiasaan maka sukses akan mendatangi kita.
Tahun 2024, Jadilah manusia yang penuh dengan kesadaran, sukses dan sehat selalu untuk kita semua. Salam kelipampahan.






















