Serpihan Kesadaran

Selasa, 22 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi membenturkan kepala

Ilustrasi membenturkan kepala

Alkisah seorang dokter ahli jiwa yang baru saja lulus dan ditempatkan di sebuah rumah sakit jiwa.

Dengan semangat mudanya ia melangkahkan kaki dengan misi membantu menyelamatkan jiwa-jiwa yang penuh derita.

Pasien pertamanya adalah seorang perempuan muda yang entah kenapa selalu membenturkan kepalanya di pintu bangsal.

Kaget dan kasihan bercampur pada diri sang dokter. Ia tidak tahu harus bagaimana menangani pasien perempuan ini.

Karena pasien itu hanya diam membisu. Dan selain diam, waktunya dihabiskan dengan membenturkan kepalanya.

BACA JUGA :  Belajar Syukur dari Negeri yang Terluka Perang

Namun ada saat yang tidak terlalu lama, dimana ia berhenti untuk membenturkan kepalanya.

Sang dokter pun mendapatkan ide bahwa ternyata pasien perempuan itu bisa tetap sadar dikala tidak membenturkan kepalanya.

Dimulai dengan mengajak komunikasi, si dokter akhirnya berhasil memandu pasien perempuan itu untuk tidak lagi fokus pada sakit jiwa yang dirasakannya sehingga ia mesti membenturkan kepalanya.

Tetapi berfokus pada beberapa menit dimana ia sadar dan tidak membenturkan kepalanya.

BACA JUGA :  Impian Tercapai Bukan Karena “Semesta Bekerja Magis”

Dengan melatih berfokus pada serpihan kesadarannya, berfokus pada saat dimana ia sadar dan tidak membenturkan kepalanya, lama kelamaan serpihan kesadaran itu menjadi lebih lama.

Akhirnya dengan berjalannya waktu, serpihan kesadaran berubah menjadi kesadaran total akan dirinya.

Pasien perempuan itu akhirnya berhasil keluar dari derita jiwanya dan tidak lagi membenturkan kepalanya. Ia pun akhirnya keluar dari rumah sakit jiwa itu.

Kita pun bisa belajar dari pasien perempuan itu. Tidak peduli seberapa banyak waktu yang kita habiskan ke dalam sakit hati yang mendalam, ke dalam keterpurukan, ke dalam lautan perasaan derita, ada saatnya dimana kita bisa terjaga dan tersadar. Ini adalah serpihan kesadaran kita.

BACA JUGA :  Mengapa Intuisi Sering Lebih Tajam dari Logika?

Pada serpihan inilah kita mesti belajar untuk memfokuskan diri. Agar serpihan kesadaran ini, akhirnya berubah menjadi kesadaran total dan mengubah kita menjadi manusia berkesadaran.

Manusia yang akhirnya fokus pada melakukan kebaikan dan hal-hal yang baik bagi diri, keluarga, dan orang lain.

Artikel Pilihan

Rahasia Napas Membuka Pintu Rezeki
Kebiasaan Orang yang Sulit Dikalahkan Keadaan
Kebiasaan Diam-diam yang Merusak Kualitas Hidup
Cara Melatih Pikiran agar Tidak Mudah Dikendalikan Emosi
Energi Pikiran: Bagaimana Fokus Mengubah Perilaku dan Hasil Hidup
Rahasia Mengubah Hidup Dimulai dari Cara Berpikir
Pencerahan Motivasi Spiritual: Jangan Putus Asa dan Kejar Mimpi
Motivasi Jangan Menyerah: Bangkit dan Tetap Semangat

Artikel Pilihan

Selasa, 30 Juni 2026 - 22:23 WITA

Rahasia Napas Membuka Pintu Rezeki

Senin, 1 Juni 2026 - 01:13 WITA

Kebiasaan Orang yang Sulit Dikalahkan Keadaan

Senin, 1 Juni 2026 - 00:53 WITA

Kebiasaan Diam-diam yang Merusak Kualitas Hidup

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:05 WITA

Cara Melatih Pikiran agar Tidak Mudah Dikendalikan Emosi

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:52 WITA

Energi Pikiran: Bagaimana Fokus Mengubah Perilaku dan Hasil Hidup

Artikel Lainnya

Ilustrasi

Motivasi

Rahasia Napas Membuka Pintu Rezeki

Selasa, 30 Jun 2026 - 22:23 WITA

Ilustrasi

Pencerahan

Rahasia Energi Napas yang Jarang Diketahui

Selasa, 30 Jun 2026 - 22:02 WITA