Karena Jann Mardenborough adalah seorang gamer GT yang diberi kesempatan menjadi pembalap mobil profesional, setelah melalui pelatihan di GT Academy, maka ia dipandang sebagai amatiran
Yaitu menjadi pembalap mobil hanya atas dasar hobinya terhadap game GT. Jann tidkak dipandang sebagai pembalap profesional. Ia justru dipandang sebagai pemula yang tidak punya pengalaman sama sekali.
Namun jangan lupa bahwa yang disebut sebagai ahli pun sesungguhnya adalah seorang pemula di awal karirnya. Otak kita dirangcang untuk menjadi seorang ahli dalam bidang apapun.
Tentu dengan catatan bahwa kita mesti telah cukup lama menggeluti bidang tersebut dan dengan itu mengasah otak kita hingga menjadi lebih memahami secara utuh dan menyeluruh apa yang kita geluti.
Karena otak hanya menjadikan kita ahli ketika kita terus berusaha melakukan pengulangan dan pembelajaran atas apa yang kita tekuni.
Untungnya Jann tidak terlalu mempedulikan pandangan sebelah mata orang-orang di sekitarnya. Ia biasanya akan tenggelam ke dalam ketenangan diri yang sudah sering ia lakukan, yaitu mendengarkan alunan musik Kenny G.
Alunan musik saksofon yang membuatnya terlena ke dalam ketenangan diri. Bahkan hingga saat inipun, sebelum bertanding, Jann masih sering mendengarkan alunan musik saksofon ala Kenny G.
Jann telah lama menciptakan ruang internalnya sendiri. Ruang dimana ia terhindar dari berbagai input dari tubuh, waktu, dan lingkungan sekitarnya.
Tubuh kita sering menggagngu kita dengan kecemasan yang tiba-tiba muncul. Kenangan (waktu) pun demikian, sering menggangu kita dan menyebabkan hadirnya perasaan cemas.
Dan hal yang sama juga terjadi dari lingkungan yang menjadi pemicu hadirnya kecemasan. Alih-alih dipengaruhi oleh ruang eksternal, Jann justru telah lama belajar untuk masuk ke ruang internalnya dan menciptakan ketenangannya.
Selain itu ada juga penelitian dari profesor Sian Beilock yang meneliti tentang kecemasan pada para atlit memberikan tips sederhana ketika kita dilanda kecemasan, yaitu pengalih perhatian.
Alihkan, secara sadar, perhatian kita kepada sesuatu.
Salah satu yang diajarkan Beilock adalah menghitung mundur, agar perhatian dan kesadaran kita teralihkan ke hitungan mundur tersebut, dan biarkan pikiran bawah sadar kita mengambil alih keahlian yang sudah dilatih sebelumnya.
Pikiran sadar mereka di buat sibuk dan tidak memikirkan kecemasan, dan membiarkan pikiran bawah sadar mereka mengambil alih keahlian yang sudah mereka latih sebelumnya.
Artinya saat kecemasan mulai melanda, maka biasanya fokus akan terlalu berlebihan. Tiba-tiba banyak hal yang dipikirkan, termasuk meragukan sendiri kemampuan yang sudah dilatih.
Inilah yang membuat seseorang tidak bisa mengalir ketika menghadapi sesuatu hal yang penting.
Kita pun bisa mengikuti saran Beilock atau berlatih menciptakan ruang internal kita sendiri.
Saat kita tenggelam ke dalam diri sendiri dan mengingat-Nya (berzikir), maka ruang internal ini bisa membuat kita tidak hanya tenang, tapi juga bahagia.
Dan sudah pasti ruang eksternal tidak akan pernah bisa mengganggu kejernihan pikiran dan perasaan kita.
Penulis : Syahril Syam, ST, C.Ht, L.NLP Pakar Pengembangan Diri






















