Motivasi

Menjadi Manusia Merdeka untuk Indonesia Jaya

Icky
×

Menjadi Manusia Merdeka untuk Indonesia Jaya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi belajar merdeka
Ilustrasi belajar merdeka

Mengapa mendidik anak di dalam keluarga sangatlah penting? Itu karena saat anak tumbuh dewasa maka akan terjun ke tengah masyarakat dan menjadi penerus bangsa.

Dan goal utama dalam mendidik anak adalah menjadikannya sebagai manusia yang merdeka.

“Setiap nafsu dan amarah mesti di bawah kendali akal. Jika ini dilakukan maka akan menjadi manusia merdeka.”

Penelitian neurosains menunjukkan kepada kita bahwa ada begitu banyak orang yang sebenarnya tidak menjadi manusia merdeka. Mereka hidup dengan tidak bebas di kehidupan ini.

Kenapa bisa demikian?

Tak lain karena mereka terpenjara oleh tubuhnya sendiri, oleh perasaannya sendiri. Setiap pilihan yang diambil bukan lagi oleh kesadaran dirinya, tetapi oleh keinginan perasaan dan tubuhnya.

Tubuhnya telah berubah menjadi pikiran dan dengan itu bergerak sendiri tanpa memerlukan kesadaran diri.

BACA JUGA :  Mematikan atau Mengontrol Emosi?

Hidup selama puluhan tahun, telah membuat tubuh mereka mengambil alih kendali diri atas kesadaran mereka sendiri.

Padahal manusia merdeka adalah manusia yang tidak membiarkan tubuhnya memenjarakan otaknya; tidak membiarkan area bawah leher menguasai area di atas leher. Tidak membiarkan nafsu dan amarah mengendalikan akal sehatnya.

Otak yang jernih (akal sehat) tidak lagi menjadi nahkoda diri, melainkan telah direbut oleh tubuh yang sesungguhnya hanya berfungsi sebagai alat penggerak atas diri.

Neurosains menyebut keadaan ini sebagai kecanduan emosional, dan agama menyebutnya terperangkap hawa nafsu. Ada begitu banyak orang yang melakukan hal buruk hanya demi kepuasan tubuhnya; demi kesenangan tubuhnya semata.

Yang lebih parah lagi adalah tubuh yang telah mengambil alih kendali diri, bahkan membajak otak dengan membungkam nalar yang jernih, sehingga tidak ada lagi penilaian benar/salah dan baik/buruk atas perbuatan yang dilakukan.

BACA JUGA :  Seri 4, Gran Turismo, Dianggap Amatiran dan Ruang Internal

Tetapi justru menggunakan kemampuan otak hanya untuk membenarkan (merasionalisasi) perbuatan yang dilakukan.

Benar dan salah, baik dan buruk yang diagungkan akhlak, tidak lagi menjadi parameter perbuatan.

Tetapi pembenaran atas perbuatanlah yang menjadi alasan kenapa perbuatan tersebur mesti dilakukan.

Dan karena tubuhnya yang telah memegang kendali, maka dirinya pun akan melakukan apa saja demi kepuasan tubuhnya; demi kepuasan hawa nafsunya.

Dan fungsi otak hanya untuk mencari alasan pembenaran atas apa yang dilakukannya. Fungsi otak yang melahirkan kesadaran pun terbungkam dan terpenjara.

Ia sepenuhnya berada dalam penjara dirinya sendiri; berada dalam penjara tubuhnya; berada dalam penjara hawa nafsu.

BACA JUGA :  Level Kesadaran dan Kenyataan Hidup

Inilah jenis manusia yang tidak merdeka. Yang pilihan hidupnya bukan atas dasar kesadaran, bukan atas dasar akal sehat, bukan atas dasar benar/salah, bukan atas dasar baik/buruk. Tetapi murni atas dasar kepuasan tubuhnya semata; murni atas dasar kepentingan hawa nafsunya semata.

Oleh sebab itu, rebutlah kemerdekaan atas diri sendiri. Kembalikan fungsi raja kepada otak yang jernih dengan mengaktifkan kesadaran diri.

Sehingga perbuatan tidak lagi terjadi secara otomatis yang selama ini dilakukan oleh tubuh, melainkan perbuatan kita benar-benar dipilih atas dasar nilai-nilai akhlak yang mulia.

Karena hanya dengan inilah kita menjadi manusia merdeka. Dan hanya manusia merdeka-lah yang benar-benar bisa membawa bangsa Indonesia berjalan sebagaimana bangsa yang benar-benar merdeka.

Jalan Hidup Tak Semudah 5+5=10
Motivasi

Jalan Hidup Tak Semudah 5+5=10 mengingatkan kita bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai hitungan, tetapi selalu punya maksud yang lebih besar. Lewat moitvasi spiritual ini, kita diajak percaya bahwa Terkadang Tuhan Beri Jalan 6×2+10-2-11+1=10 untuk membentuk kita menjadi lebih kuat dan bijak.

Kekuatan Sugesti: Kata-Kata adalah Energi dan Doa
Motivasi

Kekuatan sugesti mengingatkan kita bahwa setiap ucapan punya dampak, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Saat kita sadar bahwa kata kata adalah energi, kita pun lebih waspada dengan ucapanmu dan memahami bahwa ucapanmu adalah doa.

Kemarahan Terpendam Memunculkan Penyakit Mental dan Fisik
Motivasi

Di artikel ini, Anda akan menemukan cara mengatasi baper yang sederhana dan mudah diterapkan agar tidak mudah tersinggung oleh hal-hal kecil. Yuk, pahami langkah-langkah praktis untuk Hindari Baper dan menjaga hati tetap lebih tenang setiap hari.