Motivasi

Mengapa Mesti Terus Belajar dan Mereview Pelajaran Kehidupan?

Icky
×

Mengapa Mesti Terus Belajar dan Mereview Pelajaran Kehidupan?

Sebarkan artikel ini
Mengapa Mesti Terus Belajar dan Mereview Pelajaran Kehidupan?
Mengapa Mesti Terus Belajar dan Mereview Pelajaran Kehidupan?

Dulu saat masih SD, saya suka sekali bermain tenis. Hampir tiap pulang sekolah selalu bermain tenis bersama teman sepermainan.

Namun, puluhan tahun telah berlalu dan ketika diminta kembali untuk bermain tenis, tubuh dan tangan terasa sangat kaku mengayunkan raket.

Mungkin di antara kita ada yang mengalami pengalaman yang serupa atau mirip dengan pengalaman saya di atas.

Ada juga yang sudah tidak hapal lagi berbagai rumus matematika yang dipelajari dulu sewaktu SMP dan SMA. Bahkan ada yang tidak sampai sebulan sudah melupakan sesuatu yang pernah dipelajarinya.

Kita bisa mendapatkan ribuan koneksi baru di otak dalam hitungan detik dari pembelajaran baru, cara berpikir baru, dan pengalaman baru.

BACA JUGA :  Resistensi Perubahaan Diri

Dengan kata lain, saat ada hal baru yang kita ketahui, baik berupa pemikiran ataupun pengalaman, maka akan tercipta ribuan koneksi baru pada sel otak kita.

Namun, pemenang Nobel Eric Kandel, MD, menunjukkan bahwa ketika ingatan baru terbentuk, jumlah koneksi sinaptik di neuron sensorik yang dirangsang berlipat ganda menjadi 2.600.

Kecuali jika pengalaman belajar yang asli diulangi lagi dan lagi, jumlah koneksi baru akan turun kembali ke 1.300 yang asli hanya dalam waktu tiga minggu.

BACA JUGA :  Pengetahuan, Hati, dan Motivasi

Oleh karena itu, jika kita mengulangi apa yang kita pelajari cukup lama, kita memperkuat komunitas neuron untuk mendukung kita mengingatnya di lain waktu.

Jika tidak, maka koneksi sinaptik akan segera hilang dan memori akan terhapus.

Inilah sebabnya mengapa penting bagi kita untuk terus memperbarui, meninjau, dan mengingat pemikiran, pilihan, perilaku, kebiasaan, keyakinan, dan pengalaman baru kita, jika kita ingin semua itu terpatri kuat di otak kita.

Berubah menjadi lebih baik itu butuh pada pengulangan. Semakin sering kita mengulangi hal baik, maka semakin mudah bagi kita untuk melakukannya.

BACA JUGA :  Menghadapi Rasa Takut

Begitu pula sebaliknya, semakin sering seseorang mengulangi pikiran, perasaan, dan  perbuatan destruktif, maka ia akan semakin terpuruk, frustasi, menderita, dan depresi.

Mempelajari hal yang benar dan baik itu penting. Tapi lebih penting lagi adalah mengulangi semua pelajaran benar dan baik ini dalam bentuk kesadaran diri dan perbuatan.

Agar hubungan sel otak terkait hal benar dan baik ini semakin kuat dan level kesadaran diri kita pun semakin meningkat, yang berefek pada kebiasaan hidup.

 

 

Penulis : Syahril Syam, ST, C.Ht, L.NLP Pakar Pengembangan Diri

Jalan Hidup Tak Semudah 5+5=10
Motivasi

Jalan Hidup Tak Semudah 5+5=10 mengingatkan kita bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai hitungan, tetapi selalu punya maksud yang lebih besar. Lewat moitvasi spiritual ini, kita diajak percaya bahwa Terkadang Tuhan Beri Jalan 6×2+10-2-11+1=10 untuk membentuk kita menjadi lebih kuat dan bijak.

Kekuatan Sugesti: Kata-Kata adalah Energi dan Doa
Motivasi

Kekuatan sugesti mengingatkan kita bahwa setiap ucapan punya dampak, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Saat kita sadar bahwa kata kata adalah energi, kita pun lebih waspada dengan ucapanmu dan memahami bahwa ucapanmu adalah doa.

Kemarahan Terpendam Memunculkan Penyakit Mental dan Fisik
Motivasi

Di artikel ini, Anda akan menemukan cara mengatasi baper yang sederhana dan mudah diterapkan agar tidak mudah tersinggung oleh hal-hal kecil. Yuk, pahami langkah-langkah praktis untuk Hindari Baper dan menjaga hati tetap lebih tenang setiap hari.