Mengapa Mesti Terus Belajar dan Mereview Pelajaran Kehidupan?

Rabu, 17 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mengapa Mesti Terus Belajar dan Mereview Pelajaran Kehidupan?

Mengapa Mesti Terus Belajar dan Mereview Pelajaran Kehidupan?

Dulu saat masih SD, saya suka sekali bermain tenis. Hampir tiap pulang sekolah selalu bermain tenis bersama teman sepermainan.

Namun, puluhan tahun telah berlalu dan ketika diminta kembali untuk bermain tenis, tubuh dan tangan terasa sangat kaku mengayunkan raket.

Mungkin di antara kita ada yang mengalami pengalaman yang serupa atau mirip dengan pengalaman saya di atas.

Ada juga yang sudah tidak hapal lagi berbagai rumus matematika yang dipelajari dulu sewaktu SMP dan SMA. Bahkan ada yang tidak sampai sebulan sudah melupakan sesuatu yang pernah dipelajarinya.

Kita bisa mendapatkan ribuan koneksi baru di otak dalam hitungan detik dari pembelajaran baru, cara berpikir baru, dan pengalaman baru.

BACA JUGA :  Bangunlah! Hidup Ini Memiliki Makna, Nilai, dan Tujuan Tertinggi

Dengan kata lain, saat ada hal baru yang kita ketahui, baik berupa pemikiran ataupun pengalaman, maka akan tercipta ribuan koneksi baru pada sel otak kita.

Namun, pemenang Nobel Eric Kandel, MD, menunjukkan bahwa ketika ingatan baru terbentuk, jumlah koneksi sinaptik di neuron sensorik yang dirangsang berlipat ganda menjadi 2.600.

Kecuali jika pengalaman belajar yang asli diulangi lagi dan lagi, jumlah koneksi baru akan turun kembali ke 1.300 yang asli hanya dalam waktu tiga minggu.

BACA JUGA :  Hanya Dua Pilihan Menuju Jalan Sukses

Oleh karena itu, jika kita mengulangi apa yang kita pelajari cukup lama, kita memperkuat komunitas neuron untuk mendukung kita mengingatnya di lain waktu.

Jika tidak, maka koneksi sinaptik akan segera hilang dan memori akan terhapus.

Inilah sebabnya mengapa penting bagi kita untuk terus memperbarui, meninjau, dan mengingat pemikiran, pilihan, perilaku, kebiasaan, keyakinan, dan pengalaman baru kita, jika kita ingin semua itu terpatri kuat di otak kita.

Berubah menjadi lebih baik itu butuh pada pengulangan. Semakin sering kita mengulangi hal baik, maka semakin mudah bagi kita untuk melakukannya.

BACA JUGA :  Semua Masalah Pandangan Mata, Soal Rasa Mungkin Sama

Begitu pula sebaliknya, semakin sering seseorang mengulangi pikiran, perasaan, dan  perbuatan destruktif, maka ia akan semakin terpuruk, frustasi, menderita, dan depresi.

Mempelajari hal yang benar dan baik itu penting. Tapi lebih penting lagi adalah mengulangi semua pelajaran benar dan baik ini dalam bentuk kesadaran diri dan perbuatan.

Agar hubungan sel otak terkait hal benar dan baik ini semakin kuat dan level kesadaran diri kita pun semakin meningkat, yang berefek pada kebiasaan hidup.

 

 

Penulis : Syahril Syam, ST, C.Ht, L.NLP Pakar Pengembangan Diri

Artikel Pilihan

Kebiasaan Orang yang Sulit Dikalahkan Keadaan
Kebiasaan Diam-diam yang Merusak Kualitas Hidup
Cara Melatih Pikiran agar Tidak Mudah Dikendalikan Emosi
Energi Pikiran: Bagaimana Fokus Mengubah Perilaku dan Hasil Hidup
Rahasia Mengubah Hidup Dimulai dari Cara Berpikir
Pencerahan Motivasi Spiritual: Jangan Putus Asa dan Kejar Mimpi
Motivasi Jangan Menyerah: Bangkit dan Tetap Semangat
Manusia Mengejar Hal yang Tidak Dibutuhkan

Artikel Pilihan

Senin, 1 Juni 2026 - 01:13 WITA

Kebiasaan Orang yang Sulit Dikalahkan Keadaan

Senin, 1 Juni 2026 - 00:53 WITA

Kebiasaan Diam-diam yang Merusak Kualitas Hidup

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:05 WITA

Cara Melatih Pikiran agar Tidak Mudah Dikendalikan Emosi

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:52 WITA

Energi Pikiran: Bagaimana Fokus Mengubah Perilaku dan Hasil Hidup

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:09 WITA

Rahasia Mengubah Hidup Dimulai dari Cara Berpikir

Artikel Lainnya

Seorang pria bermeditasi di pantai saat matahari terbenam, dengan malaikat di sebelah kirinya dan setan di sebelah kanannya. Elemen visual mencerminkan logika dan intuisi, melambangkan pengambilan keputusan yang tajam. Teks bahasa Indonesia menjelaskan setiap konsep.

Spiritual

Mengapa Intuisi Sering Lebih Tajam dari Logika?

Senin, 1 Jun 2026 - 01:38 WITA

Seorang wanita tua duduk bersila di atas bebatuan di dekat reruntuhan kuno, bermandikan sinar matahari yang dramatis menembus awan badai, dikelilingi oleh pegunungan dan hutan lebat, memeluk kenyamanan dan pencerahan yang tenang.

Pencerahan

Pencerahan Tidak Datang dari Kenyamanan

Senin, 1 Jun 2026 - 01:24 WITA

Seorang pria dengan ransel berdiri di atas batu sambil memegang peta dan kompas di tengah ombak yang menerjang dan reruntuhan, menunjukkan kebiasaan orang yang sulit dikalahkan dalam menghadapi keadaan berbahaya dan langit yang disinari petir.

Motivasi

Kebiasaan Orang yang Sulit Dikalahkan Keadaan

Senin, 1 Jun 2026 - 01:13 WITA

Seorang pria muda yang lelah duduk di sebuah kamar yang berantakan pada pukul 3:45 pagi, menatap ponselnya. Media sosial dan aplikasi chatting menyala di layarnya, dikelilingi oleh label teks yang berantakan, mengungkapkan Kebiasaan Diam-diam yang Merusak Kualitas Hidup dan perjuangan kesehatan mental yang sedang berlangsung.

Motivasi

Kebiasaan Diam-diam yang Merusak Kualitas Hidup

Senin, 1 Jun 2026 - 00:53 WITA

Seorang wanita muda duduk tanpa alas kaki di sebuah kursi dekat jendela, menatap cakrawala kota yang sedang hujan. Dia terlihat serius, seakan merenungkan,

Suggestion

Mengapa Banyak Orang Sulit Bahagia?

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:39 WITA