Pola Pikir Pasien Optimis dan Pesimis

Selasa, 18 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Pola Pikir

Ilustrasi Pola Pikir

Norman Cousins seorang penderita kanker stadium akhir yang akhirnya sembuh total, berkata, “Hasrat untuk hidup bukanlah khayalan teoritis, melainkan kenyataan fisiologis dengan ciri-ciri terapeutik.”

Perkataan Cousins ini menyiratkan kepada kita bahwa ada dua jenis pasien, yaitu pasien optimis dan pasien yang pesimis.

Saat menderita suatu penyakit, pasien yang optimis menerima keadaan mereka dan merasa bahwa penyakit ini mampu mereka atasi.

Pasien-pasien yang optimis selalu mengambil bagian dari proses penyembuhan. Mereka mengambil sikap positif saat mengatasi penyakit mereka.

BACA JUGA :  Doa dan Ucapanmu "Direkam" Semesta

Jika mereka disuruh memilih antara operasi atau mengubah gaya hidup, maka mereka memilih untuk merubah gaya hidup mereka. (Maksud gaya hidup adalah pola pikir)

Berbeda dengan pasien yang optimis, pasien yang pesimis saat mereka diminta untuk memilih operasi atau mengubah gaya hidup, mereka cenderung memilih operasi.

Mereka menyerahkan sepenuhnya kehidupan mereka di tangan dokter dan hanya menyerahkan diri untuk operasi, karena operasi berarti mereka tidak perlu lagi repot-repot memikirkan penyakit mereka.

BACA JUGA :  Kebiasaan Pesimis

Mereka lebih memilih untuk mau melakukan apa saja, ketimbang mengubah cara hidup mereka demi memperbesar peluang kesembuhan.

Dalam pengalaman hypnotherapy, saya biasa menemukan klien yang pesimis. Klien yang datang dan menyerahkan dirinya untuk diubah, padahal yang bisa mengubahnya hanyalah dirinya sendiri.

Saya sebagai terapis hanya membantu dirinya untuk mengubah dirinya sendiri.

Sedangkan klien yang optimis benar-benar secara aktif membantu kesembuhan diri mereka dengan percaya dan yakin kepada terapis serta benar-benar mengikuti semua instruksi dan sugesti terapis saat dihypnosis.

Ternyata, begitu besar pengaruh pikiran terhadap penyakit yang mungkin kita alami. Apa yang kita pikirkan menentukan perasaan kita, dan perasaan menentukan sikap kita, dan sikap kita menentukan peluang kesembuhan kita.

BACA JUGA :  Mencari Alasan Vs Menciptakan Alasan

Seperti yang dikatakan oleh Franz Alexander, “Kenyataan bahwa pikiran menguasai tubuh, merupakan kenyataan paling mendasar yang kita ketahui tentang proses kehidupan.”

Artikel Pilihan

Manusia Mengejar Hal yang Tidak Dibutuhkan
Dunia Tidak Jahat, Tapi Juga Tidak Peduli
Kita Hidup di Cerita Orang Lain
Otakmu Bisa Bohong, Tapi Kamu Percaya
Dipandang dari Atas Kecil, Dilihat dari Bawah Juga Kecil
Semua Masalah Pandangan Mata, Soal Rasa Mungkin Sama
Belajar Syukur dari Negeri yang Terluka Perang
Mendobrak Rezeki Uang Berlimpah Lewat Alam Bawah Sadar

Artikel Pilihan

Senin, 20 April 2026 - 15:08 WITA

Manusia Mengejar Hal yang Tidak Dibutuhkan

Senin, 20 April 2026 - 14:26 WITA

Dunia Tidak Jahat, Tapi Juga Tidak Peduli

Senin, 20 April 2026 - 14:14 WITA

Kita Hidup di Cerita Orang Lain

Senin, 20 April 2026 - 14:02 WITA

Otakmu Bisa Bohong, Tapi Kamu Percaya

Senin, 20 April 2026 - 13:44 WITA

Dipandang dari Atas Kecil, Dilihat dari Bawah Juga Kecil

Artikel Lainnya

Ilustrasi

NLP

7 Tahapan NLP Mengubah Pola Pikir

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:28 WITA

Ilustrasi

NLP

Mengenal Terapi NLP dan Teknik Pemrogramannya

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:55 WITA