Norman Cousins seorang penderita kanker stadium akhir yang akhirnya sembuh total, berkata, “Hasrat untuk hidup bukanlah khayalan teoritis, melainkan kenyataan fisiologis dengan ciri-ciri terapeutik.”
Perkataan Cousins ini menyiratkan kepada kita bahwa ada dua jenis pasien, yaitu pasien optimis dan pasien yang pesimis.
Saat menderita suatu penyakit, pasien yang optimis menerima keadaan mereka dan merasa bahwa penyakit ini mampu mereka atasi.
Pasien-pasien yang optimis selalu mengambil bagian dari proses penyembuhan. Mereka mengambil sikap positif saat mengatasi penyakit mereka.
Jika mereka disuruh memilih antara operasi atau mengubah gaya hidup, maka mereka memilih untuk merubah gaya hidup mereka. (Maksud gaya hidup adalah pola pikir)
Berbeda dengan pasien yang optimis, pasien yang pesimis saat mereka diminta untuk memilih operasi atau mengubah gaya hidup, mereka cenderung memilih operasi.
Mereka menyerahkan sepenuhnya kehidupan mereka di tangan dokter dan hanya menyerahkan diri untuk operasi, karena operasi berarti mereka tidak perlu lagi repot-repot memikirkan penyakit mereka.
Mereka lebih memilih untuk mau melakukan apa saja, ketimbang mengubah cara hidup mereka demi memperbesar peluang kesembuhan.
Dalam pengalaman hypnotherapy, saya biasa menemukan klien yang pesimis. Klien yang datang dan menyerahkan dirinya untuk diubah, padahal yang bisa mengubahnya hanyalah dirinya sendiri.
Saya sebagai terapis hanya membantu dirinya untuk mengubah dirinya sendiri.
Sedangkan klien yang optimis benar-benar secara aktif membantu kesembuhan diri mereka dengan percaya dan yakin kepada terapis serta benar-benar mengikuti semua instruksi dan sugesti terapis saat dihypnosis.
Ternyata, begitu besar pengaruh pikiran terhadap penyakit yang mungkin kita alami. Apa yang kita pikirkan menentukan perasaan kita, dan perasaan menentukan sikap kita, dan sikap kita menentukan peluang kesembuhan kita.
Seperti yang dikatakan oleh Franz Alexander, “Kenyataan bahwa pikiran menguasai tubuh, merupakan kenyataan paling mendasar yang kita ketahui tentang proses kehidupan.”






















