Mencari Alasan Vs Menciptakan Alasan

Kamis, 15 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Kebanyakan orang ketika melakukan suatu kesalahan atau mengalami kegagalan, cenderung mencari-cari alasan.

Walau alasan yang disampaikan biasanya berupa fakta atau rekaan, akan tetapi alasan tersebut tidak akan pernah bisa mengubah kesalahan atau kegagalan.

Kesalahan tetap kesalahan dan tidak akan pernah menjadi hal yang benar.

Kegagalan tetap kegagalan dan tidak akan pernah menjadi keberhasilan.

Inilah mengapa alasannya dicari-cari (sengaja dibuat dan diambil dari kejadian fakta atau rekaan), agar bisa membenarkan kesalahan yang dilakukan atau kegagalan yang dialami.

Kita adalah makhluk yang tak luput dari salah dan gagal. Akan tetapi, mencari-cari kesalahan tidak akan pernah merubah kesalahan atau kegagalan yang terjadi.

BACA JUGA :  Serpihan Kesadaran

Adanya alasan yang dibuat-buat menunjukkan bahwa kita sebagai manusia adalah makhluk alasan. Dan karena itu pula, alasan sebenarnya memiliki sisi motivasi.

Dengan alasan pula, kita bisa menjadi lebih baik. Kita pun bisa meraih keberhasilan.

Alasan pada sisi ini bukan lagi sebagai pembenaran atas kesalahan atau kegagalan. Tapi sebagai pendorong bagi tindakan kita untuk berupaya menjadi lebih baik dan meraih keberhasilan.

Oleh sebab itu, daripada secara sengaja mencari-cari alasan untuk menutupi kesalahan dan kegagalan, jauh lebih baik ciptakanlah alasan untuk memperbaiki kesalahan atau merangkul kegagalan dan menjadi optimis.

BACA JUGA :  Cara Melatih Pikiran agar Tidak Mudah Dikendalikan Emosi

Alasan bertempat di hati kita. Artinya alasan adalah sebuah perasaan yang kita rasakan sehingga dengan rasa itu kita termotivasi.

Secara neurologis, perasaan yang hadir bergantung pada apa yang dipikirkan.

Jika berpikir destruktif, maka perasaan sakit hati, marah, jengkel, kecewa, dan sejenisnya yang hadir.

Tapi jika berpikir konstruktif, maka perasaan optimis, semangat, bangkit saat gagal, termotivasi, dan sejenisnya yang hadir.

Alih-alih mencari-cari alasan untuk suatu kesalahan atau kegagalan, kita bisa memilih untuk secara sadar menciptakan perasaan konstruktif.

BACA JUGA :  Cara Menetralkan dan Melepaskan Energi Negatif

Dengan secara sadar men-setting pikiran menjadi konstruktif (secara sadar memikirkan betapa penting dan bermaknanya sesuatu itu)

Maka kita secara sadar pula menghadirkan perasaan berdaya, sehingga kesalahan yang dilakukan dapat segera diperbaiki dan punya alasan yang kuat untuk konsisten berbuat baik.

Juga kegagalan yang dialami tidak lagi membuat terpuruk, tapi merangkul kegagalan tersebut, memandangnya sebagai bagian dari usaha, bangkit kembali dan berusaha melakukan yang terbaik dengan cara yang berbeda dari sebelumnya.

 

Artikel Pilihan

Jangan Menyerah, Bab Terbaik Hidupmu Baru Dimulai
Passion Dibangun, Bukan Ditemukan
Saat Kekaguman Menjadi Penghalang
Rahasia Napas Membuka Pintu Rezeki
Kebiasaan Orang yang Sulit Dikalahkan Keadaan
Kebiasaan Diam-diam yang Merusak Kualitas Hidup
Cara Melatih Pikiran agar Tidak Mudah Dikendalikan Emosi
Energi Pikiran: Bagaimana Fokus Mengubah Perilaku dan Hasil Hidup

Artikel Pilihan

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:56 WITA

Jangan Menyerah, Bab Terbaik Hidupmu Baru Dimulai

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:07 WITA

Passion Dibangun, Bukan Ditemukan

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:47 WITA

Saat Kekaguman Menjadi Penghalang

Senin, 1 Juni 2026 - 01:13 WITA

Kebiasaan Orang yang Sulit Dikalahkan Keadaan

Senin, 1 Juni 2026 - 00:53 WITA

Kebiasaan Diam-diam yang Merusak Kualitas Hidup

Artikel Lainnya

Ilustrasi dibuat dengan AI

Motivasi

Jangan Menyerah, Bab Terbaik Hidupmu Baru Dimulai

Kamis, 2 Jul 2026 - 18:56 WITA

Ilustrasi dibuat dengan AI

Spiritual

Spiritualitas Bukan Soal Tingkatan

Kamis, 2 Jul 2026 - 18:38 WITA

Ilustrasi dibuat dengan AI

Spiritual

Kebenaran Hakiki Tak Pernah Berubah

Kamis, 2 Jul 2026 - 18:21 WITA

Ilustrasi dibuat dengan AI

Motivasi

Passion Dibangun, Bukan Ditemukan

Kamis, 2 Jul 2026 - 18:07 WITA

Ilustrasi dibuat dengan AI

Motivasi

Saat Kekaguman Menjadi Penghalang

Kamis, 2 Jul 2026 - 16:47 WITA