Emosi Sebagai Pengikat Persepsi dan Kunci Merubah Diri

Senin, 16 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Emosi dan Persepsi

Ilustrasi Emosi dan Persepsi

Emosi memainkan peran sangat penting pada persepsi kita. Meski kita sudah tahu bahwa persepsi kita keliru, tetapi sering kali secara emosional kita merasa sulit untuk melepaskan persepsi itu.

Ada semacam perasaan tidak nyaman jika melepaskan persepsi yang sudah terlanjur dipegang, apalagi jika dipegang dalam waktu yang sangat lama.

Emosi kita juga memainkan peran dalam memberikan “nilai” pada apa yang kita yakini. Segala sesuatu yang bermakna pada diri kita, maka sesungguhnya telah terjadi peran emosi dalam pemberian “nilai” terhadap apa yang kita persepsikan.

Semua hal ini terjadi pada sirkuit emosi di sistem limbik otak kita. Saat terjadi rangsangan saraf pada area ini, yang meliputi amigdala, thalamus, dan hipokampus maka terjadi proses pemberian “nilai” pada apa yang kita persepsikan.

BACA JUGA :  Manusia Diciptakan Untuk Meraih Bahagia

Tanpa adanya rangsang di area tersebut, maka segala sesuatu yang kita persepsikan tak akan bermakna pada diri kita, termasuk pengalaman marah, sedih, bahagia, tak akan memberi arti sama sekali pada kehidupan yang kita jalani.

Jadi, emosilah yang memberikan “nilai” dari berbagai persepsi kita sekaligus membuatnya tampak sangat nyata bagi diri kita.

Hal inilah juga yang sesungguhnya membuat kita sangat susah melepaskan keyakinan-keyakinan yang sudah terlanjur dipegang.

Selain itu, peran emosi juga membantu kita dalam membela keyakinan-keyakinan yang sudah dipegang sebelumnya jika keyakinan kita tersebut terancam oleh keyakinan-keyakinan lain tanpa peduli apakah keyakinan yang kita pegang ternyata keliru atau kurang tepat untuk dipegang lagi saat ini.

BACA JUGA :  Merasa Nyaman dengan Kecanduan Sebagai Korban

Itulah sebabnya, keyakinan yang sudah terlanjur kita pegang akan sedapat mungkin dibela dengan menolak keyakinan-keyakinan lain yang berusaha menggantikan keyakinan kita.

Bahkan, penolakan itu akan terjadi dalam bentuk perdebatan hingga mungkin perkelahian. Sekali lagi, emosilah yang membuat keyakinan kita tampak sangat nyata bagi kita dan akhirnya terlihat “sangat benar” bagi diri kita sendiri.

Dengan kata lain, emosi berfungsi juga sebagai pengikat keyakinan-keyakinan yang kita pegang.

Dengan demikian, untuk mengubah diri kita mesti memasuki pintu emosional pada diri kita sendiri. Untuk mengubah keyakinan kita yang keliru, kita harus menggabungkan niat yang jelas dengan emosi tinggi yang mengkondisikan tubuh kita untuk percaya bahwa potensi masa depan yang kita pilih dari medan kuantum telah terjadi.

BACA JUGA :  Kita Hidup di Cerita Orang Lain

Emosi yang intens sangat penting, karena hanya ketika pilihan kita membawa amplitudo energi yang lebih besar daripada program bawaan di otak kita dan kecanduan emosional dalam tubuh kita

Maka kita akan dapat mengubah sirkuit otak dan ekspresi genetik tubuh, serta rekondisi tubuh kita ke pikiran baru (menghapus jejak sirkuit saraf lama dan pengkondisian).

Artikel Pilihan

Manusia Mengejar Hal yang Tidak Dibutuhkan
Dunia Tidak Jahat, Tapi Juga Tidak Peduli
Kita Hidup di Cerita Orang Lain
Otakmu Bisa Bohong, Tapi Kamu Percaya
Dipandang dari Atas Kecil, Dilihat dari Bawah Juga Kecil
Semua Masalah Pandangan Mata, Soal Rasa Mungkin Sama
Belajar Syukur dari Negeri yang Terluka Perang
Mendobrak Rezeki Uang Berlimpah Lewat Alam Bawah Sadar

Artikel Pilihan

Senin, 20 April 2026 - 15:08 WITA

Manusia Mengejar Hal yang Tidak Dibutuhkan

Senin, 20 April 2026 - 14:26 WITA

Dunia Tidak Jahat, Tapi Juga Tidak Peduli

Senin, 20 April 2026 - 14:14 WITA

Kita Hidup di Cerita Orang Lain

Senin, 20 April 2026 - 14:02 WITA

Otakmu Bisa Bohong, Tapi Kamu Percaya

Senin, 20 April 2026 - 13:44 WITA

Dipandang dari Atas Kecil, Dilihat dari Bawah Juga Kecil

Artikel Lainnya

Ilustrasi

NLP

7 Tahapan NLP Mengubah Pola Pikir

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:28 WITA

Ilustrasi

NLP

Mengenal Terapi NLP dan Teknik Pemrogramannya

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:55 WITA