Motivasi

Emosi Sebagai Pengikat Persepsi dan Kunci Merubah Diri

Icky
×

Emosi Sebagai Pengikat Persepsi dan Kunci Merubah Diri

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Emosi dan Persepsi
Ilustrasi Emosi dan Persepsi

Emosi memainkan peran sangat penting pada persepsi kita. Meski kita sudah tahu bahwa persepsi kita keliru, tetapi sering kali secara emosional kita merasa sulit untuk melepaskan persepsi itu.

Ada semacam perasaan tidak nyaman jika melepaskan persepsi yang sudah terlanjur dipegang, apalagi jika dipegang dalam waktu yang sangat lama.

Emosi kita juga memainkan peran dalam memberikan “nilai” pada apa yang kita yakini. Segala sesuatu yang bermakna pada diri kita, maka sesungguhnya telah terjadi peran emosi dalam pemberian “nilai” terhadap apa yang kita persepsikan.

Semua hal ini terjadi pada sirkuit emosi di sistem limbik otak kita. Saat terjadi rangsangan saraf pada area ini, yang meliputi amigdala, thalamus, dan hipokampus maka terjadi proses pemberian “nilai” pada apa yang kita persepsikan.

BACA JUGA :  Manusia Diciptakan Untuk Meraih Bahagia

Tanpa adanya rangsang di area tersebut, maka segala sesuatu yang kita persepsikan tak akan bermakna pada diri kita, termasuk pengalaman marah, sedih, bahagia, tak akan memberi arti sama sekali pada kehidupan yang kita jalani.

Jadi, emosilah yang memberikan “nilai” dari berbagai persepsi kita sekaligus membuatnya tampak sangat nyata bagi diri kita.

Hal inilah juga yang sesungguhnya membuat kita sangat susah melepaskan keyakinan-keyakinan yang sudah terlanjur dipegang.

Selain itu, peran emosi juga membantu kita dalam membela keyakinan-keyakinan yang sudah dipegang sebelumnya jika keyakinan kita tersebut terancam oleh keyakinan-keyakinan lain tanpa peduli apakah keyakinan yang kita pegang ternyata keliru atau kurang tepat untuk dipegang lagi saat ini.

BACA JUGA :  Keberhasilan adalah Buah Kesabaran

Itulah sebabnya, keyakinan yang sudah terlanjur kita pegang akan sedapat mungkin dibela dengan menolak keyakinan-keyakinan lain yang berusaha menggantikan keyakinan kita.

Bahkan, penolakan itu akan terjadi dalam bentuk perdebatan hingga mungkin perkelahian. Sekali lagi, emosilah yang membuat keyakinan kita tampak sangat nyata bagi kita dan akhirnya terlihat “sangat benar” bagi diri kita sendiri.

Dengan kata lain, emosi berfungsi juga sebagai pengikat keyakinan-keyakinan yang kita pegang.

Dengan demikian, untuk mengubah diri kita mesti memasuki pintu emosional pada diri kita sendiri. Untuk mengubah keyakinan kita yang keliru, kita harus menggabungkan niat yang jelas dengan emosi tinggi yang mengkondisikan tubuh kita untuk percaya bahwa potensi masa depan yang kita pilih dari medan kuantum telah terjadi.

BACA JUGA :  Pahami Algoritma Kehidupan Anda

Emosi yang intens sangat penting, karena hanya ketika pilihan kita membawa amplitudo energi yang lebih besar daripada program bawaan di otak kita dan kecanduan emosional dalam tubuh kita

Maka kita akan dapat mengubah sirkuit otak dan ekspresi genetik tubuh, serta rekondisi tubuh kita ke pikiran baru (menghapus jejak sirkuit saraf lama dan pengkondisian).

Jalan Hidup Tak Semudah 5+5=10
Motivasi

Jalan Hidup Tak Semudah 5+5=10 mengingatkan kita bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai hitungan, tetapi selalu punya maksud yang lebih besar. Lewat moitvasi spiritual ini, kita diajak percaya bahwa Terkadang Tuhan Beri Jalan 6×2+10-2-11+1=10 untuk membentuk kita menjadi lebih kuat dan bijak.

Kekuatan Sugesti: Kata-Kata adalah Energi dan Doa
Motivasi

Kekuatan sugesti mengingatkan kita bahwa setiap ucapan punya dampak, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Saat kita sadar bahwa kata kata adalah energi, kita pun lebih waspada dengan ucapanmu dan memahami bahwa ucapanmu adalah doa.

Kemarahan Terpendam Memunculkan Penyakit Mental dan Fisik
Motivasi

Di artikel ini, Anda akan menemukan cara mengatasi baper yang sederhana dan mudah diterapkan agar tidak mudah tersinggung oleh hal-hal kecil. Yuk, pahami langkah-langkah praktis untuk Hindari Baper dan menjaga hati tetap lebih tenang setiap hari.