Pengampunan dan Kenangan

Sabtu, 13 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengampunan dan Kenangan

Pengampunan dan Kenangan

Seorang pengemudi motor mengalami kecelakaan. Pengemudinya mengalami luka-luka kritis.

Saat diteliti, saya sadar bahwa tidak ada yang bisa dilakukan untuknya, dan seperti kasus-kasus lainnya, dia memandang mata saya dan bertanya: “Apakah saya akan mati?”

Saat itu, saya memutuskan untuk melakukan hal yang berbeda. Saya memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya. Saya memutuskan untuk memberi tahu bahwa ia akan meninggal dan bahwa tidak ada yang bisa saya lakukan untuknya.

Reaksi orang tersebut mengejutkan saya. Dia hanya berbaring dengan tatapan pasrah di wajahnya. Dia tidak terlihat takut seperti yang saya kira. Dia hanya berbaring di sana, dan saat saya tatap matanya, Saya lihat kedamaian dan kepasrahan.

Kisah di atas dituturkan oleh Matthew O’Reilly, seorang pekerja medis gawat darurat veteran di Long Island, New York.

BACA JUGA :  Masa Lalu yang Tak Bisa Diulang, Tapi Selalu Bisa Dikenang

O’Reilly awalnya berbohong kepada para pasien yang sekarat. Ia berusaha menghibur para pasien sekarat dengan mengatakan bahwa mereka baik-baik saja. Hingga akhirnya ia berhadapan dengan pengemudi motor yang mengalami kecelekaan di atas.

Menurut O’Reilly, dalam pengalamannya berhadapan dengan para pesien yang sekarat, ada tiga pola yang terjadi pada orang-orang yang sekarat. Dan ini tidak terikat pada latar belakang budaya dan agama seseorang.

Pola pertama yang biasa terjadi pada orang yang sekarat adalah berharap pengampunan. Ada yang menyebutnya dosa atau sekedar penyesalan, intinya perasaan bersalah mereka sama. Mereka merasa bersalah dan menyesali hal-hal yang telah lalu.

Dan berharap sekiranya waktu bisa diputar kembali, maka mereka akan berusaha memperbaikinya. Bisa berupa kurangnya waktu bersama pasangan dan anak semasa hidupnya, atau tidak menjadi anak yang baik semasa hidup, atau tidak menjadi suami/istri yang baik.

BACA JUGA :  Pergeseran Motivasi

Pola kedua yang ditemukan oleh O’Reilly adalah ingin dikenang. Ada kebutuhan untuk terus hidup di dalam hati atau pikiran orang-orang tercinta, teman-teman, atau orang-orang di sekitar.

Setiap perbuatan kita akan selalu meninggalkan bekas. Seperti pada penelitian neurosains, bahwa hasil akhir dari setiap pengalaman adalah emosi.

Apapun yang kita lakukan dan itu berkaitan dengan orang lain, akan selalu meninggalkan bekas di hati. Seperti bagaimana harapan kita untuk dikenang, bergantung pada apa yang kita perbuat.

Pola ketiga berkaitan dengan apakah mereka berarti ataukah tidak bagi orang sekitarnya. Bahwa mereka tidak menyia-nyiakan hidup mereka untuk hal-hal sepele.

Bahwa mereka telah melakukan yang terbaik untuk keluarganya, untuk anak-anaknya, untuk cucu-cucunya. Dan ini biasanya terkait dengan lingkaran ego kita.

BACA JUGA :  Terjebak dalam Polarisasi Antara Kesulitan dan Kemudahan

Saat lingkaran ego kita diperluas hingga pada nilai-nilai kemanusiaan, maka hal berarti yang kita ingin lakukan bukan lagi hanya terkait dengan lingkaran keluarga, melainkan telah meluas hingga lingkaran masyarakat tanpa batas negara sekalipun.

Pengalaman O’Reilly saat menghadapi orang-orang yang sekarat, memberi gambaran kepada kita bahwa hidup ini sungguh singkat.

Seringkali terasa amat cepat waktu itu berlalu. Dan dalam waktu yang begitu singkat ini, apa saja hal baik yang telah kita lakukan di kehidupan ini.

Hal baik apa saja yang sebaiknya kita lakukan sehingga ketika tiba ajal menjemput, tidak ada lagi penyesalan.

 

 

Penulis : Syahril Syam, ST, C.Ht, L.NLP Pakar Pengembangan Diri

Artikel Pilihan

Kekuatan Sugesti: Kata-Kata adalah Energi dan Doa
Jangan Mudah Baper
Energi Adalah “Sihir”, Begini Cara Melatihnya
Jangan Menyerah, Bab Terbaik Hidupmu Baru Dimulai
Passion Dibangun, Bukan Ditemukan
Saat Kekaguman Menjadi Penghalang
Rahasia Napas Membuka Pintu Rezeki
Kebiasaan Orang yang Sulit Dikalahkan Keadaan

Artikel Pilihan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 23:12 WITA

Kekuatan Sugesti: Kata-Kata adalah Energi dan Doa

Rabu, 5 Agustus 2026 - 23:06 WITA

Jangan Mudah Baper

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:30 WITA

Energi Adalah “Sihir”, Begini Cara Melatihnya

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:07 WITA

Passion Dibangun, Bukan Ditemukan

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:47 WITA

Saat Kekaguman Menjadi Penghalang

Artikel Lainnya

Ilustrasi emosi dan perasaan

Health

Selalu Emosi Cepat Tua? Begini Cara Atasi

Rabu, 5 Agu 2026 - 23:18 WITA

Ilustrasi

Motivasi

Kekuatan Sugesti: Kata-Kata adalah Energi dan Doa

Rabu, 5 Agu 2026 - 23:12 WITA

Kemarahan Terpendam Memunculkan Penyakit Mental dan Fisik

Motivasi

Jangan Mudah Baper

Rabu, 5 Agu 2026 - 23:06 WITA

Hipnotis/ilustrasi

Hypnosis

Mengatasi Malas dengan Teknik Hypnosis

Rabu, 5 Agu 2026 - 23:01 WITA

Ilustrasi

Motivasi

Energi Adalah “Sihir”, Begini Cara Melatihnya

Minggu, 26 Jul 2026 - 12:30 WITA