Algoritma adalah suatu urutan dalam beberapa tahapan atau konsep kerja yang sudah tersistematis. Sistim ini akan “menarik” pola kesamaan yang sama
Sama seperti Alam Semesta dia bekerja dalam kesesuaiannya. Setiap benda-benda di semesta akan berperilaku sama dan mematuhi sistim yang sudah ditentukan. Dan hukum alam ini tidak berubah
Dalam Hukum Kuantum, maka “Yang Diamati” akan berubah jika “Diamati”. Sang Pengamat hanya akan memproyeksikan keyakinannya atas apa yang diamati.
Jika dia yakin bahwa yang diamatinya itu buruk, maka buruklah jadinya, demikian pun sebaliknya
Dalam ilmu Kecerdasan Kesadaran Makro-cosmos, maka sesungguhnya kita adalah Satu. Berasal dari Yang Maha Satu, dan dibuat dari bahan dasar yang satu.
Satuan terkecil dari sisi materi yang hari ini diteliti adalah Quark, ia lebih kecil dari partikel sub Atom. Dan Quark saya dan Anda adalah sama. Quark semua yang ada di semesta ini adalah sama. Artinya bahan dasar kita Sama.
Itu sebabnya, jika anda turut senang akan kesuksesan orang yang ada di sekitar anda, berarti anda sedang meningkatkan kesuksesan pribadi anda. Sebab dalam tataran Quark bahwa anda di dia adalah Sama.
Tetapi jika Anda benci atas kesuksesan orang lain, maka sesungguhnya anda sedang menghambat kesuksesan anda sendiri.
Algoritma inilah yang disebut sebagai hukum sistematis yang terpola
Coba anda perhatikan beberapa media sosial yang lagi tren saat ini. Mengapa sosial media itu bisa membahana bahkan mengubah cara hidup kita
Hal tersebut disebabkan karena algoritmanya sama dengan algoritma alam semesta. Mengapa demikian?
Contoh misalnya, anda menonton satu video lalu anda menyukainya. Dari satu video itu tersistematis akan menarik video kesamaan lainnya dalam waktu singkat atau ke esok harinya
Dalam wakru singkat atau esoknya, anda akan menemukan banyak sekali video-video sejenis sebagaimana yang anda nonton dan yang anda amati. Dengan demikian, Alam semesta pun juga begitu.
Jadi ketika anda berpikir bahwa di dunia ini penuh dengan musuh. Maka anda akan dipertemukan dengan banyak musuh
Sebaliknya, ketika anda berpikir bahwa di dunia ini penuh dengan orang-orang baik, maka anda akan dipertemukan dengan banyak orang-orang yang baik
Algoritma penipu akan menarik penipu kemudian dipertemukan dengan banyak penipu penipu lainnya.
Itulah mengapa anda tidak senang ditipu karena anda sering menipu tanpa ada sadari. Lucunya lagi anda tidak menyadarinya lalu berkata anda dizhalimi?
Algoritma anda suka janji-janji orang, maka anda akan dipertemukan dengan orang yang suka menjanji-janji dan dikumpulkan dengan orang-orang yang suka janji janji jadi anda pun merasakan sesuatu yang dijanji tak mengenakan
Algoritma anda culas, pecundang, baper, dan lain sebagianya akan dipertemukan dengan orang yang sama memiliki algoritma yang sama dengan anda
Inilah Algoritma kehidupan, maka berubalah lalu evaluasi dan riset pola pikran anda yang salah sekarang
Mulailah berfikir baik lalu kemudian merasakan dan berkata-kata dengan yang baik-baik saja
Berpikir yang baik, algoritma ini tersistematis sama dengan merencanakan sesuatu yang baik datangnya
Jika berfikir yang indah-indah berarti merencanakan hal yang indah-indah terjadi di dalam hidup.
Dan sebaliknya jika memikirkan tentang kesakitan, keluhan, kesulitan, kecemasan, berarti merencanakan kesulitan itu untuk terjadi dalam hidup anda
Ingat… Kalau anda lahir sebagai orang miskin itu takdir tapi kalau anda meninggal sebagai orang miskin itu adalah kesalahan anda. Pahami hal ini baik-baik!






















