Kurang Vitamin D Picu Rematik

Kamis, 9 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kurang Vitamin D Picu Rematik

Kurang Vitamin D Picu Rematik

Selama ini vitamin D dikenal memiliki fungsi penting untuk kesehatan tulang, otot, dan otak. Tapi ternyata, kekurangan vitamin D juga bisa picu rematik, lo!

Vitamin D telah dikenal luas sebagai unsur penting bagi kesehatan tulang. Namun, banyak penelitian baru yang mengaitkan kekurangan vitamin D dengan penyakit autoimun. Salah satunya adalah rematik. Hai ini terungkap dalam studi yang dilakukan peneliti asal Irlandia.

Kekurangan Vitamin D Berisiko Rematik

Pada studi tersebut, hampir tiga perempat pasien yang dirawat di klinik reumatologi, dengan keluhan seperti sakit otot, sendi, tulang dan tendon, ternyata mengalami kekurangan vitamin D.

Kesimpulan ini diambil setelah peneliti melihat kasus defisiensi vitamin D pada pasien baru di klinik mereka antara Januari-Juni 2007.

Dari 264 pasien yang didata, 231 orang di antaranya setuju untuk dijadikan responden serta menjalani berbagai metode pengukuran vitamin D.

Secara keseluruhan, tim peneliti menemukan sebanyak 162 pasien (70 persen) yang memiliki kadar vitamin D rendah, sementara 26 persen diantaranya dalam kondisi yang parah.

Kekurangan vitamin D yang parah dapat menyebabkan pasien mengalami beragam keluhan, seperti penyakit radang sendi, rematik, arthritis, sakit pinggang, dan osteoporosis. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko keropos tulang dan pelembutan tulang (osteomalacia).

BACA JUGA :  Terapi Totok Saraf dan Cara Melakukannya

Sementara itu, defisiensi yang ringan hingga sedang akan menimbulkan keluhan-keluhan rematik yang tidak spesifik.

Hingga kini, penelitian mengenai hubungan vitamin D dengan penyakit rematik terus bertambah. Penelitian terbaru yang dipresentasikan dalam American Association for Clinical Chemistry (AACC) menunjukkan, konsumsi vitamin D tambahan mungkin penting untuk mengurangi beberapa gejala rheumatoid arthritis (RA).

Meski demikian, sampai saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan data 100% korelasi antara kekurangan vitamin D dengan munculnya rematik. Masih dibutuhkan penelitian lebih mendalam mengenai hal tersebut.

Akibat Kekurangan Vitamin D

Vitamin D tidaklah sama dengan vitamin lain. Hal yang membedakan, vitamin ini dapat diproduksi sendiri oleh tubuh ketika terpapar sinar matahari. Selain itu, ada dua bentuk aktif dari vitamin ini, yaitu D2 dan D3.

Vitamin D2 bisa didapatkan pada makanan fortifikasi, tumbuh-tumbuhan, dan suplemen. Vitamin D3 bisa didapatkan dari makanan dari hewani, suplemen, dan dapat dibuat secara internal ketika kulit terpapar radiasi ultraviolet (UV) dari matahari.

Berdasarkan rekomendasi dari Institute of Medicine (IOM), anak-anak hingga orang dewasa memerlukan asupan vitamin D sebanyak 600 IU per hari. Sementara itu, lansia di atas 65 tahun memerlukan asupan 800 IU per hari.

BACA JUGA :  Bunuh Sifat Toxic dalam Dirimu

Apabila terjadi kekurangan vitamin D, tubuh akan gampang terinfeksi berbagai macam penyakit. Selain osteoporosis dan rematik yang sudah disebutkan di atas, masih ada obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan bahkan kanker.

Vitamin ini juga sangat penting pada ibu hamil. Ketika seorang wanita hamil kekurangan vitamin D, ada risiko terjadinya komplikasi, seperti diabetes gestasional, preeklampsia, dan kelahiran prematur.

Ciri-ciri kekurangan vitamin D pada setiap orang bisa berbeda-beda, bahkan ada yang tidak menampakkan gejala sama sekali.

Beberapa gejala defisiensi vitamin D antara lain:

  • Nyeri otot
  • Nyeri punggung
  • Mudah lelah
  • Rambut rontok
  • Mudah terkena infeksi
  • Mood yang tidak stabil
  • Tulang yang rapuh

Tidak mau kan kondisi di atas terjadi? Cara mencegah kekurangan vitamin D itu antara lain dengan mengonsumsi makanan bergizi yang kaya kandungan vitamin D. Misalnya, salmon, tuna, telur, susu, sereal, dan yoghurt.

Suplemen juga dapat dikonsumsi apabila dibutuhkan. Anda dapat berkonsultasi pada dokter terkait hal ini. Selain itu, berjemurlah di bawah matahari pagi selama 10-15 menit.

BACA JUGA :  Waspada! Kebanyakan Tidur Saat Puasa Bisa Bahaya

Manfaat Vitamin D

Bukan hanya untuk membentuk struktur tulang dan gigi yang kuat, ada banyak manfaat vitamin D bagi tubuh. Salah satunya adalah menurunkan risiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah.

Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa vitamin D mungkin berperan penting dalam mengatur suasana hati dan menangkal depresi. Dalam satu studi, para ilmuwan menemukan bahwa orang dengan depresi yang diberi suplemen vitamin D meringankan gejala yang dialami.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi vitamin D saat diet mampu menurunkan berat badan lebih banyak.

Manfaat vitamin D yang utama adalah membantu penyerapan kalsium dan fosfor pada tubuh. Keduanya sangat penting untuk kesehatan tulang.

Vitamin ini juga berperan dalam pengaturan sistem imun. Karena itu, vitamin ini dikaitkan oleh salah satu penyakit autoimun, yaitu rematik.

Jadi, jangan sampai Anda kekurangan vitamin D, ya! Penuhi kebutuhan Anda dengan konsumsi makanan bergizi setiap hari dan berjemur di matahari pagi!

 

Source : Klikdokter

Artikel Pilihan

Olahraga Saat Puasa, Kapan Waktu Terbaik dan Seberapa Aman?
Puasa dan Kesehatan Jantung: Manfaat yang Jarang Disadari
Rahasia Kelaki-lakian: ‘Viagra Alami’ dari Bit, Bayam, Ubi, dan Tomat
Epilepsi: Penyebab, Risiko Kejang di Tempat Umum, dan Peran Hipnoterapi
Puasa Aktifkan Autofagi, Proses Perbaikan Sel
Waspada! Kebanyakan Tidur Saat Puasa Bisa Bahaya
Bahaya Makan Manis Berlebihan Saat Berbuka Puasa
Habis Berbuka Puasa Malah Lemas? Begini Cara Mengatasinya!

Artikel Pilihan

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:11 WITA

Olahraga Saat Puasa, Kapan Waktu Terbaik dan Seberapa Aman?

Sabtu, 21 Februari 2026 - 21:59 WITA

Puasa dan Kesehatan Jantung: Manfaat yang Jarang Disadari

Sabtu, 20 September 2025 - 16:23 WITA

Rahasia Kelaki-lakian: ‘Viagra Alami’ dari Bit, Bayam, Ubi, dan Tomat

Senin, 12 Mei 2025 - 22:00 WITA

Epilepsi: Penyebab, Risiko Kejang di Tempat Umum, dan Peran Hipnoterapi

Rabu, 5 Maret 2025 - 13:14 WITA

Puasa Aktifkan Autofagi, Proses Perbaikan Sel

Artikel Lainnya

Ilustrasi

Hypnosis

Kata-Kata Gagal vs NLP (Reprogram Pola Pikir)

Senin, 20 Apr 2026 - 16:58 WITA

Ilustrasi

Magnet Hati

Hidup Mengikuti Pikiranmu, Hati yang Menggerakkannya

Senin, 20 Apr 2026 - 16:13 WITA

Ilustrasi

Hypnosis

Cara Membentuk Kebiasaan Berpikir yang Lebih Baik

Senin, 20 Apr 2026 - 15:46 WITA

Ilustrasi

Hypnosis

Pola Pikir yang Membuat Seseorang Sulit Berkembang

Senin, 20 Apr 2026 - 15:28 WITA

Ilustrasi

Motivasi

Manusia Mengejar Hal yang Tidak Dibutuhkan

Senin, 20 Apr 2026 - 15:08 WITA