Kelaparan Kulit dan Hati yang Penuh Kasih Sayang

Rabu, 22 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Istilah skin hunger atau secara harfiah diartikan sebagai kelaparan kulit adalah istilah psikologis yang juga dapat disebut “rasa lapar akan sentuhan.”

Ini adalah kebutuhan fisiologis yang dimiliki manusia untuk sentuhan dan interaksi manusia. Bukan hanya kebutuhan seksual, meskipun sering dikaitkan dengan seks, manusia memiliki kecenderungan untuk perlu menyentuh dan disentuh.

Kondisi saat kulit kita butuh sentuhan atau interaksi sosial, yang kalau tidak terpenuhi dapat mengganggu kesehatan fisik dan mental.

Suzanne Degges-White, PhD, mengatakan keadaan ini sebagai perasaan rindu dan butuh akan sentuhan. Kebutuhan akan kontak fisik tersebut biasanya disalurkan lewat sentuhan, baik dengan berpegangan tangan, merangkul, atau pelukan erat.

BACA JUGA :  Ketika Kasih Sayang adalah Segalanya

Pada kita yang masih berada di usia produktif dan masih memiliki pasangan dan keluarga mungkin tidak terlalu merasakan skin hunger.

Namun pada kelompok lansia, terutama yang tinggal di panti jompo, mereka sangat membutuhkan skin hunger.

Jika kita kembali ke masa lahir, pengasuhan adalah hal penting pada bayi sebab bayi sangat membutuhkan perasaan aman. Jika bayi tak mendapatkan rasa aman, maka hal ini dapat menghambat kemampuannya untuk menghadapi stres kelak.

Itulah sebabnya – agar otaknya tak terganggu – penting untuk mengasuhnya secara berkualitas dan tidak melakukan pengabaian terhadap sang bayi.

BACA JUGA :  Kata-kata Bijak

Riset menunjukkan bahwa jika ibu dan bayinya dipisahkan terlalu lama maka fungsi dan perkembangan otak bayi akan terganggu.

Pada masa inilah bayi senantiasa merasakan hati yang penuh kasih sayang melalui sentuhan ibunya, juga ayahnya.

Artinya perasaan hampa dan sepi membuat seseorang mengalami skin hunger. Dan seringkali perasaan hampa dan sepi bisa teratasi – untuk sementara – dengan adanya interaksi dengan orang terkasih, teman dekat, dan interaksi sosial.

Saya menyebutnya “untuk sementara” karena terbukti para lansia yang seringkali tidak banyak berinteraksi dengan keluarga dekat, mengalami kembali perasaan hampa dan sepi. Dan ini membuat mereka mengalami skin hunger.

BACA JUGA :  Manusia Mengejar Hal yang Tidak Dibutuhkan

Sebenarnya kita bisa melatih diri kita untuk tidak mengalami skin hunger, walau sudah berusia lansia sekalipun dan walau jarang berinteraksi secara sosial.

Penting dipahami bahwa hati adalah non materi dan perasaan pun juga non materi. Jika selama ini perasaan hampa dan sepi bisa diusir melalui interaksi tubuh dan indrawi, kita pun bisa melatih kesadaran mental kita dengan menghayati sepenuh hati betapa besar Kasih dan Sayang-Nya kepada diri kita.

Dengan terus melatih penghayatan ini dengan senantiasa taat kepada-Nya, maka hati kita pun akan senantiasa dipenuhi cinta, kasih, dan sayang.

Artikel Pilihan

Rahasia Napas Membuka Pintu Rezeki
Kebiasaan Orang yang Sulit Dikalahkan Keadaan
Kebiasaan Diam-diam yang Merusak Kualitas Hidup
Cara Melatih Pikiran agar Tidak Mudah Dikendalikan Emosi
Energi Pikiran: Bagaimana Fokus Mengubah Perilaku dan Hasil Hidup
Rahasia Mengubah Hidup Dimulai dari Cara Berpikir
Pencerahan Motivasi Spiritual: Jangan Putus Asa dan Kejar Mimpi
Motivasi Jangan Menyerah: Bangkit dan Tetap Semangat

Artikel Pilihan

Selasa, 30 Juni 2026 - 22:23 WITA

Rahasia Napas Membuka Pintu Rezeki

Senin, 1 Juni 2026 - 01:13 WITA

Kebiasaan Orang yang Sulit Dikalahkan Keadaan

Senin, 1 Juni 2026 - 00:53 WITA

Kebiasaan Diam-diam yang Merusak Kualitas Hidup

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:05 WITA

Cara Melatih Pikiran agar Tidak Mudah Dikendalikan Emosi

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:52 WITA

Energi Pikiran: Bagaimana Fokus Mengubah Perilaku dan Hasil Hidup

Artikel Lainnya

Ilustrasi

Motivasi

Rahasia Napas Membuka Pintu Rezeki

Selasa, 30 Jun 2026 - 22:23 WITA

Ilustrasi

Pencerahan

Rahasia Energi Napas yang Jarang Diketahui

Selasa, 30 Jun 2026 - 22:02 WITA