Kehidupan yang Tak Akan Pernah Bahagia

Jumat, 24 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Jika direnungkan secara mendalam, maka segala yang maujud hanya terbagi menjadi dua, yaitu kemaujudan yang sifatnya wajib dan kemaujudan yang sifatnya mungkin.

Atau kalau dalam bahasa agama, hanya ada Sang Pencipta dan yang diciptakan. Pencipta dicirikan dengan ketunggalan, sedangkan yang dicipta bersifat majemuk.

Dalam dunia otak dan gelombang otak, stres akan selalu terjadi ketika subjek fokus seseorang terlalu banyak. Semakin banyak yang hal dipikirkan, maka semakin terasa berat.

Dan semakin banyak pula kekhawatiran, kekecewaan, dan kesedihan yang muncul, yang biasa berujung pada kemarahan dan sakitnya hati. Tidak peduli apapun itu, bahkan hal-hal yang bisa membuat senang sesaat, semuanya akan berakhir pada kesempitan hidup.

BACA JUGA :  Merenunglah dalam Keheningan

Uang yang begitu didamba memang bisa menyenangkan ketika berhasil diperoleh. Namun disaat yang sama juga menimbulkan kecemasan akibat takut kekurangan atau kehilangan uang.

Benda, tempat, waktu, dan orang memang bisa membuat perasaan senang hadir jika sesuai harapan. Tapi semakin sering dipikirkan justru semakin membuat kepala terasa pening.

Semua itu berada dalam satu kategori yaitu segala hal yang diciptakan oleh-Nya. Karena bersifat majemuk, maka semakin banyak yang dipikirkan justru semakin stres.

BACA JUGA :  Mereka Mengira Sedang Hidup, Padahal yang Hidup Hanyalah Kebiasaan

Hidup justru semaikin terasa sempit. Kekayaan dan kemewahan dan segala keinginan duniawi tidak membuat hati menjadi lapang.

Maka wajar jika Al-Qur’an mengingatkan kita bahwa cara ampuh agar tidak akan pernah bahagia dalam menjalani hidup adalah dengan melupakan Sang Pencipta Yang Maha Esa.

“Siapa yang berpaling dari dzikir kepada-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit. Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta” (QS 20:124).

BACA JUGA :  Jangan Biarkan Kata-kata Orang Lain Merusak Dirimu

Alih-alih tidak bahagia dengan mengingat dan memperhatikan berbagai ciptaan, kita bisa bahagia dengan benar-benar mengingat-Nya dan menghayati dengan sepenuh hati.

Tentu saja semua ini butuh latihan dengan benar-benar tunduk dan patuh hanya kepada-Nya, agar pikiran dan hati senantiasa mengingat-Nya.

Artikel Pilihan

Kekuatan Sugesti: Kata-Kata adalah Energi dan Doa
Jangan Mudah Baper
Energi Adalah “Sihir”, Begini Cara Melatihnya
Jangan Menyerah, Bab Terbaik Hidupmu Baru Dimulai
Passion Dibangun, Bukan Ditemukan
Saat Kekaguman Menjadi Penghalang
Rahasia Napas Membuka Pintu Rezeki
Kebiasaan Orang yang Sulit Dikalahkan Keadaan

Artikel Pilihan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 23:12 WITA

Kekuatan Sugesti: Kata-Kata adalah Energi dan Doa

Rabu, 5 Agustus 2026 - 23:06 WITA

Jangan Mudah Baper

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:30 WITA

Energi Adalah “Sihir”, Begini Cara Melatihnya

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:07 WITA

Passion Dibangun, Bukan Ditemukan

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:47 WITA

Saat Kekaguman Menjadi Penghalang

Artikel Lainnya

Ilustrasi emosi dan perasaan

Health

Selalu Emosi Cepat Tua? Begini Cara Atasi

Rabu, 5 Agu 2026 - 23:18 WITA

Ilustrasi

Motivasi

Kekuatan Sugesti: Kata-Kata adalah Energi dan Doa

Rabu, 5 Agu 2026 - 23:12 WITA

Kemarahan Terpendam Memunculkan Penyakit Mental dan Fisik

Motivasi

Jangan Mudah Baper

Rabu, 5 Agu 2026 - 23:06 WITA

Hipnotis/ilustrasi

Hypnosis

Mengatasi Malas dengan Teknik Hypnosis

Rabu, 5 Agu 2026 - 23:01 WITA

Ilustrasi

Motivasi

Energi Adalah “Sihir”, Begini Cara Melatihnya

Minggu, 26 Jul 2026 - 12:30 WITA