Diagnosis Penyakit Lewat Lidah

Kamis, 11 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diagnosis Penyakit Lewat Lidah

Diagnosis Penyakit Lewat Lidah

Perubahan warna lidah memang bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan.

Itulah sebabnya dokter sering meminta pasien untuk menjulurkan lidah sewaktu pemeriksaan.

Diagnosis melalui warna lidah sebenarnya sudah lama dipraktikkan dalam pengobatan tradisional Cina.

Pada ilmu kedokteran modern pun, banyak penyakit akut maupun kronis yang dapat dideteksi dari perubahan pada lidah. Salah satunya adalah perubahan warna lidah dan tekstur lidah.

Kenali Arti Perubahan Warna Lidah

Lidah yang sehat umumnya berwarna merah muda dengan tampakan bintik-bintik kecil yang disebut papil lidah.

Lalu bagaimana jika terjadi perubahan warna? Berikut ini ada beberapa sebab perubahan warna lidah yang perlu kamu pahami:

  1. Lidah berwarna putih

Pada bayi, lidah berwarna putih sering kali disebabkan oleh sisa susu dalam mulut sehingga tidak perlu dikhawatirkan.

BACA JUGA :  Puasa dan Kesehatan Jantung: Manfaat yang Jarang Disadari

Namun pada orang dewasa, kondisi ini bisa menandakan kekurangan cairan tubuh (dehidrasi).

Tak hanya itu, lidah berwarna putih atau penuh bintik-bintik putih bisa juga menjadi pertanda adanya infeksi jamur di mulut.

Kondisi lain yang bisa menyebebabkan lidah berwarna putih adalah leukoplakia dan lichen planus oral.

  1. Lidah berwarna merah

Lidah berwarna merah cerah umumnya menandakan kondisi kekurangan vitamin B3, vitamin B9, atau vitamin B12.

Selain itu, perubahan lidah berwarna merah juga bisa menjadi tanda dari penyakit serius, yaitu demam Scarlet atau penyakit Kawasaki yang umum dialami anak-anak.

  1. Lidah berwarna hitam dan berbulu

Papil pada lidah sebagian orang bisa tumbuh lebih panjang, sehingga berisiko menampung lebih banyak bakteri.

Ketika bakteri menumpuk, lidah jadi terlihat berwarna hitam atau lebih gelap. Namun, jangan khawatir.

BACA JUGA :  Hindari Lima Waktu Ini Ketika Ingin Memarahi Anak

Kondisi ini sangat jarang terjadi dan hanya dialami oleh orang yang tidak menjaga kebersihan mulut dengan baik.

Dalam kondisi tertentu, lidah berwarna hitam dan berbulu juga dapat terjadi pada penderita diabetes, serta orang yang menjalani pengobatan antibiotik jangka panjang atau kemoterapi.

  1. Lidah berwarna biru atau ungu

Lidah berwarna biru atau ungu umumnya merupakan pertanda adanya masalah jantung dan sirkulasi darah yang buruk.

Jika jantung tidak memompa darah dengan benar atau jika darah kekurangan oksigen, lidah dan bibir akan berubah warna menjadi biru keunguan.

Tak hanya itu, lidah berwarna biru juga mungkin menandakan adanya masalah paru-paru atau penyakit ginjal.

  1. Lidah berwarna kuning

Lidah berwarna kuning biasanya paling sering terjadi pada seorang perokok atau orang yang menggunakan tembakau kunyah.

BACA JUGA :  7 Ciri-ciri Asam Urat yang Jarang Disadari

Di samping itu, lidah warna kuning terkadang juga menjadi tanda dari penyakit kuning dan penyakit psoriasis.

  1. Lidah berwarna abu-abu

Lidah berwarna abu-abu terkadang menjadi tanda adanya masalah pencernaan, seperti tukak lambung. Kamu juga bisa mengalami perubahan warna abu-abu pada lidah saat mengalami eksim.

Itulah macam-macam warna lidah dan penyebabnya. Perlu dicatat bahwa perubahan warna lidah tidak selalu disebabkan oleh penyakit, apalagi jika perubahannya hanya sementara.

Namun, jika warna lidah tidak kunjung kembali seperti semula, sebaiknya kamu memeriksakan diri ke dokter.

Selain perubahan warna lidah, kamu juga perlu mengamati perubahan bentuk dan tekstur papil lidah.

Bila terdapat benjolan, bercak warna, atau nyeri, sebaiknya konsultasikan ke dokter gigi spesialis penyakit mulut untuk mengetahui penyebab dan penanganannya.

 

Source: alodokter

Artikel Pilihan

Olahraga Saat Puasa, Kapan Waktu Terbaik dan Seberapa Aman?
Puasa dan Kesehatan Jantung: Manfaat yang Jarang Disadari
Rahasia Kelaki-lakian: ‘Viagra Alami’ dari Bit, Bayam, Ubi, dan Tomat
Epilepsi: Penyebab, Risiko Kejang di Tempat Umum, dan Peran Hipnoterapi
Puasa Aktifkan Autofagi, Proses Perbaikan Sel
Waspada! Kebanyakan Tidur Saat Puasa Bisa Bahaya
Bahaya Makan Manis Berlebihan Saat Berbuka Puasa
Habis Berbuka Puasa Malah Lemas? Begini Cara Mengatasinya!

Artikel Pilihan

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:11 WITA

Olahraga Saat Puasa, Kapan Waktu Terbaik dan Seberapa Aman?

Sabtu, 21 Februari 2026 - 21:59 WITA

Puasa dan Kesehatan Jantung: Manfaat yang Jarang Disadari

Sabtu, 20 September 2025 - 16:23 WITA

Rahasia Kelaki-lakian: ‘Viagra Alami’ dari Bit, Bayam, Ubi, dan Tomat

Senin, 12 Mei 2025 - 22:00 WITA

Epilepsi: Penyebab, Risiko Kejang di Tempat Umum, dan Peran Hipnoterapi

Rabu, 5 Maret 2025 - 13:14 WITA

Puasa Aktifkan Autofagi, Proses Perbaikan Sel

Artikel Lainnya

Ilustrasi Perang Timur Tengah

Motivasi

Belajar Syukur dari Negeri yang Terluka Perang

Kamis, 5 Mar 2026 - 00:41 WITA

Ilustrasi

Hypnotherapy

Meditasi di Bulan Ramadan, Aman dan Penuh Manfaat

Sabtu, 21 Feb 2026 - 22:30 WITA

Ilustrasi

Health

Puasa dan Kesehatan Jantung: Manfaat yang Jarang Disadari

Sabtu, 21 Feb 2026 - 21:59 WITA

Ilustrasi

Pencerahan

Ramadan Momentum Perbaiki Gaya Hidup

Sabtu, 21 Feb 2026 - 21:47 WITA