Adalah benar bahwa setiap sebab pasti memiliki akibat, setiap usaha pasti memiliki konsekuensi. Tapi, jika seseorang terlalu memikirkan konsekuensi, maka yang terjadi adalah ia tidak fokus pada apa yang ia kerjakan saat ini.
Penelitian yang dilakukan pada orang-orang yang luar biasa, ditemukan bahwa untuk menuai keberhasilan dengan tingkat kemungkinan yang tinggi, maka kita dituntut untuk tidak memerhatikan hasil setiap kali melakukan sesuatu.
Tidak memerhatikan hasil dalam setiap kali bertindak ini dimaksud untuk senantiasa mempertahankan agar tahapan proses berdiri sendiri dari tahapan proses berikutnya, dan inilah yang dimaksud dengan berpikir/fokus pada saat ini.
Memfokuskan diri pada setiap tahapan proses, bukan hanya menghilangkan pertimbangan-pertimbangan negatif yang lain, namun juga membantu kita untuk lebih berkonsentrasi dalam melakukan suatu pekerjaan.
Hal ini disebabkan karena kita berpikir pada saat ini, sehingga pusat konsentrasi/fokus kita menjadi lebih kecil atau sedikit. Seperti halnya kaca pembesar yang memiliki fokus yang kecil/sedikit, maka dengan mudah akan membakar kertas yang dikenainya.
Fokus/pemusatan pikiran itu ibarat dongkrak bagi fisik. Kerja dongkrak ialah memusatkan kekuatan-kekuatan pada satu titik, sehingga ketika dongkrak memberikan satu tekanan yang tepat, ia bisa mengangkat benda yang berat.
Penelitan pada orang-orang yang luar biasa juga memiliki gaya berpikir yang demikian. Para ahli psikologi menyebut hal ini sebagai “benar-benar berfokus pada saat ini”.
Jack Welch pernah berkata, “Jikalau engkau tidak bingung, engkau tidak tahu apa yang sedang terjadi.” Perkataan ini menyiratkan satu keadaan yang jelas bahwa kita tidak tahu apa yang akan terjadi.
Daripada sibuk memikirkan apa yang akan terjadi, alangkah bagusnya jika kita fokus pada saat ini. Pandangan fokus seperti ini biasa juga disebut sebagai pandangan terowongan (tunnel vision), yaitu hanya melihat satu hal pada setiap keadaan yang dilalui.
Begitu banyak orang yang hidup di saat ini, tapi pikiran mereka hidup di masa lalu atau hidup di masa depan. Bagi yang hidup di masa lalu, mereka terlalu sering memikirkan penyesalan-penyesalan mereka, apa yang gagal mereka capai, kenangan manis yang ingin diulang kembali, dan sekian banyak pikiran yang justru membuat kekhawatiran terlalu banyak.
Dan bagi yang hidup di masa depan, justru terlalu berfokus pada hasil yang ingin dicapai, terlalu fokus pada harapan. Mereka tidak berfokus pada apa yang akan mereka lakukan saat ini, tapi justru terlalu pusing memikirkan apa yang ingin dicapai; mereka terlalu fokus pada hasil.
Dan ketika terlalu fokus pada hasil, maka yang terjadi adalah ketakutan, stres, dan berbagai macam depresi.
Hal ini bukanlah dimaksudkan bahwa kita dilarang untuk memikirkan apa yang ingin kita capai (hasil). Tetapi, dengan terlalu fokus pada hasil, kita justru melupakan apa yang akan kita kerjakan saat ini untuk mencapai hasil.
Terlalu banyak memikirkan hasil, justru membuat terlalu banyak menganalisis, yang pada akhirnya akan lebih sering membuat seseorang ragu menatap masa depan.
Penulis : Syahril Syam, ST, C.Ht, L.NLP Pakar Pengembangan Diri






















