Berpikir Saat Ini

Rabu, 20 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berpikir Saat Ini

Berpikir Saat Ini

Adalah benar bahwa setiap sebab pasti memiliki akibat, setiap usaha pasti memiliki konsekuensi. Tapi, jika seseorang terlalu memikirkan konsekuensi, maka yang terjadi adalah ia tidak fokus pada apa yang ia kerjakan saat ini.

Penelitian yang dilakukan pada orang-orang yang luar biasa, ditemukan bahwa untuk menuai keberhasilan dengan tingkat kemungkinan yang tinggi, maka kita dituntut untuk tidak memerhatikan hasil setiap kali melakukan sesuatu.

Tidak memerhatikan hasil dalam setiap kali bertindak ini dimaksud untuk senantiasa mempertahankan agar tahapan proses berdiri sendiri dari tahapan proses berikutnya, dan inilah yang dimaksud dengan berpikir/fokus pada saat ini.

Memfokuskan diri pada setiap tahapan proses, bukan hanya menghilangkan pertimbangan-pertimbangan negatif yang lain, namun juga membantu kita untuk lebih berkonsentrasi dalam melakukan suatu pekerjaan.

BACA JUGA :  Pola Pikir Pasien Optimis dan Pesimis

Hal ini disebabkan karena kita berpikir pada saat ini, sehingga pusat konsentrasi/fokus kita menjadi lebih kecil atau sedikit. Seperti halnya kaca pembesar yang memiliki fokus yang kecil/sedikit, maka dengan mudah akan membakar kertas yang dikenainya.

Fokus/pemusatan pikiran itu ibarat dongkrak bagi fisik. Kerja dongkrak ialah memusatkan kekuatan-kekuatan pada satu titik, sehingga ketika dongkrak memberikan satu tekanan yang tepat, ia bisa mengangkat benda yang berat.

Penelitan pada orang-orang yang luar biasa juga memiliki gaya berpikir yang demikian. Para ahli psikologi menyebut hal ini sebagai “benar-benar berfokus pada saat ini”.

Jack Welch pernah berkata, “Jikalau engkau tidak bingung, engkau tidak tahu apa yang sedang terjadi.” Perkataan ini menyiratkan satu keadaan yang jelas bahwa kita tidak tahu apa yang akan terjadi.

BACA JUGA :  Self Healing dan Menciptakan Blue Zone Pada Diri Sendiri

Daripada sibuk memikirkan apa yang akan terjadi, alangkah bagusnya jika kita fokus pada saat ini. Pandangan fokus seperti ini biasa juga disebut sebagai pandangan terowongan (tunnel vision), yaitu hanya melihat satu hal pada setiap keadaan yang dilalui.

Begitu banyak orang yang hidup di saat ini, tapi pikiran mereka hidup di masa lalu atau hidup di masa depan. Bagi yang hidup di masa lalu, mereka terlalu sering memikirkan penyesalan-penyesalan mereka, apa yang gagal mereka capai, kenangan manis yang ingin diulang kembali, dan sekian banyak pikiran yang justru membuat kekhawatiran terlalu banyak.

Dan bagi yang hidup di masa depan, justru terlalu berfokus pada hasil yang ingin dicapai, terlalu fokus pada harapan. Mereka tidak berfokus pada apa yang akan mereka lakukan saat ini, tapi justru terlalu pusing memikirkan apa yang ingin dicapai; mereka terlalu fokus pada hasil.

BACA JUGA :  Pengampunan dan Kenangan

Dan ketika terlalu fokus pada hasil, maka yang terjadi adalah ketakutan, stres, dan berbagai macam depresi.

Hal ini bukanlah dimaksudkan bahwa kita dilarang untuk memikirkan apa yang ingin kita capai (hasil). Tetapi, dengan terlalu fokus pada hasil, kita justru melupakan apa yang akan kita kerjakan saat ini untuk mencapai hasil.

Terlalu banyak memikirkan hasil, justru membuat terlalu banyak menganalisis, yang pada akhirnya akan lebih sering membuat seseorang ragu menatap masa depan.

 

 

Penulis : Syahril Syam, ST, C.Ht, L.NLP Pakar Pengembangan Diri

Artikel Pilihan

Belajar Syukur dari Negeri yang Terluka Perang
Mendobrak Rezeki Uang Berlimpah Lewat Alam Bawah Sadar
Antara Menyerah dan Berserah: Sikap Batin yang Membentuk Takdir
Salah Kaprah Menganggap Semesta Menggerakkan Kejadian Secara Magis
Impian Tercapai Bukan Karena “Semesta Bekerja Magis”
Manifestasi Versi Rasional dan The Secret: Apa yang Sebenarnya Bertemu?
Kita Semua Beruntung dengan Versinya Tersendiri
Selalu Sisakan Ruang untuk Kecewa

Artikel Pilihan

Kamis, 5 Maret 2026 - 00:41 WITA

Belajar Syukur dari Negeri yang Terluka Perang

Selasa, 6 Januari 2026 - 22:10 WITA

Mendobrak Rezeki Uang Berlimpah Lewat Alam Bawah Sadar

Sabtu, 3 Januari 2026 - 16:38 WITA

Antara Menyerah dan Berserah: Sikap Batin yang Membentuk Takdir

Rabu, 24 Desember 2025 - 16:02 WITA

Salah Kaprah Menganggap Semesta Menggerakkan Kejadian Secara Magis

Rabu, 24 Desember 2025 - 15:28 WITA

Impian Tercapai Bukan Karena “Semesta Bekerja Magis”

Artikel Lainnya

Ilustrasi Perang Timur Tengah

Motivasi

Belajar Syukur dari Negeri yang Terluka Perang

Kamis, 5 Mar 2026 - 00:41 WITA

Ilustrasi

Hypnotherapy

Meditasi di Bulan Ramadan, Aman dan Penuh Manfaat

Sabtu, 21 Feb 2026 - 22:30 WITA

Ilustrasi

Health

Puasa dan Kesehatan Jantung: Manfaat yang Jarang Disadari

Sabtu, 21 Feb 2026 - 21:59 WITA

Ilustrasi

Pencerahan

Ramadan Momentum Perbaiki Gaya Hidup

Sabtu, 21 Feb 2026 - 21:47 WITA