Belajarlah untuk Tidak Mengeluh

Jumat, 29 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belajarlah untuk Tidak Mengeluh

Belajarlah untuk Tidak Mengeluh

Penelitian otak menunjukkan bahwa salah satu yang membuat otak cepat rusak adalah mengeluh.

Menurut KBBI, mengeluh adalah menyatakan susah (karena penderitaan, kesakitan, kekecewaan, dan sebagainya).

Mengeluh merupakan reaksi negatif yang dikeluarkan seseorang karena merasa masalah yang dihadapi tidak sesuai dengan keinginan, menghadapi permasalahan yang sulit, ingin meluapkan rasa marah, bahkan karena ingin mengharapkan simpati atau mendapat pengakuan dari orang lain.

Mengeluh membuat otak cepat rusak karena kerja otak hanya di seputaran keluhan. Sedangkan otak bisa menjadi lebih baik ketika digunakan untuk berpikir secara progresif, menganalisa, dan memecahkan masalah.

Sedangkan keluhan cenderung lahir dari  ketidakmampuan menerima keadaan diri, tidak mampu menerima keadaan hidup, tidak bisa menerima orang lain, cenderung pesimis, dan tidak mau menggunakan kemampuan berpikir untuk memecahkan masalah.

BACA JUGA :  Bekerja dan Bersyukur

Inilah yang akhirnya membuat otak stagnan dalam bekerja dan hanya menghasilkan hormon stres.

Karena siklus berpikir dan merasa pada orang yang mengeluh adalah siklus negatif dan destruktif, maka perasaan yang dominan hadir adalah perasaan cemas, takut, dan merasa tak berdaya.

Alih-alih memecahkan masalah, orang yang suka mengeluh justru tidak berupaya menyelesaikan masalah yang dikeluhkannya. Maka menjadi wajar jika seluruh sel tubuhnya menjadi cepat rusak.

Inilah yang menyebabkan ada begitu banyak orang yang mengeluhkan akan ketakutannya terhadap penyakit tertentu, malah akhirnya menderita penyakit itu.

BACA JUGA :  Tetap Semangat dalam Hal yang Bermanfaat

Pikirannya cenderung merasa takut dan cemas akan suatu penyakit, namun justru karena seperti itu perasaannya, maka perasaan inilah yang membuat tubuhnya menderita penyakit itu.

Kepikunan di usia lansia sering terjadi karena otak yang tidak bekerja sebagaimana mestinya. Otaknya tidak lagi bekerja dalam menganalisa dan memecahkan masalah, tapi stagnan karena dipenuhi berbagai keluhan.

Bahkan pada usia tertentu bisa membuat pikirannya melayang sendiri ke dalam berbagai khayalan. Biasanya ini terjadi karena berbagai perasaan terpendam di bawah sadar mengambil alih kesadaran dirinya.

Kita mungkin mengalami suatu gejala penyakit tertentu atau mungkin menderita suatu penyakit, akan tetapi hadapilah semua itu dengan perasaan optimis, bukan dengan keluhan.

BACA JUGA :  Kata-Kata Bijak Menyambut Tahun Baru 2025: Menyongsong Harapan Baru

Karena keluhan justru membuat sesuatu yang awalnya hanya gejala menjadi sakit betulan. Dan membuat yang telah sakit menjadi lebih parah.

Tubuh kita boleh menua, tetapi jiwa kita tidak akan pernah mengalami penuaan sebagaimana tubuh. Dan jiwa adalah pengendali tubuh.

Maka sudah semestinya kesadaran kita bersifat positif dan konstruktif agar tubuh kita mengikuti ritme kesadaran kita yang dipenuhi rasa syukur dan optimis.

Ingat,  jika mengeluh sudah menjadi tabiat atau hobi kita ubahlah menjadi pola syukur itu kauh lebih baik.

 

Penulis : Syahril Syam, ST, C.Ht, L.NLP Pakar Pengembangan Diri

Artikel Pilihan

Ramadan Momentum Perbaiki Gaya Hidup
Begini Cara Kerja APK Scam Berkedok Drama China
Manusia Modern yang Hidupnya Perlahan Disedot Layar
Jam Kembar Bukan Kebetulan? Ini Arti dan Firasat Waktunya
Jangan Jadi Bego! Indonesia Rawan Bencana, Bukan Gara-gara Ramalan
Peran ABS Lebih Besar daripada “Magis”
Tak Harus Kamar Mandi, Di Mana Pun Bisa “Terwujud”
Tiap Hari adalah Perayaan Tahun Baru

Artikel Pilihan

Sabtu, 21 Februari 2026 - 21:47 WITA

Ramadan Momentum Perbaiki Gaya Hidup

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:55 WITA

Manusia Modern yang Hidupnya Perlahan Disedot Layar

Minggu, 4 Januari 2026 - 18:00 WITA

Jam Kembar Bukan Kebetulan? Ini Arti dan Firasat Waktunya

Rabu, 31 Desember 2025 - 20:27 WITA

Jangan Jadi Bego! Indonesia Rawan Bencana, Bukan Gara-gara Ramalan

Rabu, 24 Desember 2025 - 16:37 WITA

Peran ABS Lebih Besar daripada “Magis”

Artikel Lainnya

Ilustrasi Perang Timur Tengah

Motivasi

Belajar Syukur dari Negeri yang Terluka Perang

Kamis, 5 Mar 2026 - 00:41 WITA

Ilustrasi

Hypnotherapy

Meditasi di Bulan Ramadan, Aman dan Penuh Manfaat

Sabtu, 21 Feb 2026 - 22:30 WITA

Ilustrasi

Health

Puasa dan Kesehatan Jantung: Manfaat yang Jarang Disadari

Sabtu, 21 Feb 2026 - 21:59 WITA

Ilustrasi

Pencerahan

Ramadan Momentum Perbaiki Gaya Hidup

Sabtu, 21 Feb 2026 - 21:47 WITA