Mengatasi Kebisingan di Kepala

Sabtu, 13 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mengatasi Kebisingan di Kepala

Mengatasi Kebisingan di Kepala

Peneliti Adam Radomsky meneliti lebih dari 700 mahasiswa dari 13 negara. Ditemukan bahwa hampir semua mahasiswa (94%) menyatakan memiliki pikiran yang mengganggu dalam 3 bulan terakhir.

Sama seperti penelitian di atas, kebanyakan dari kita juga memiliki banyak pikiran yang muncul otomatis dan cenderung mengganggu. Pikiran yang membuat kebisingan di kepala.

Mulai dari hal yang ditakuti, hal yang mengecewakan, hal yang menyakitkan, hingga hal-hal yang sepele. Terlalu banyak kebisingan di kepala membuat kepala terasa berat. Bisa berakibat pada sakit kepala atau migrain. Pada sebagian orang, kepala yang terlalu ribut membuat susah tidur di malam hari.

Menurut Steven C. Hayes, Ph.D, kebanyakan dari kita hidup dengan arus konstan pemikiran internal, kritik dari masa lalu, dan perintah dari bos dan figur otoritas yang bergema di kepala.

BACA JUGA :  Bergulat dengan Pikiran Sendiri

Pikiran yang tidak diinginkan itu bersifat mengganggu. Saat berusaha bangun di waktu shubuh saja, seringkali muncul pikiran yang mengganggu, yang berkata, “Ini masih gelap dan masih mengantuk”. Dan begitu seterusnya pikiran mengganggu itu hadir hingga menjalani aktivitas dan menjelang tidur di malam hari.

Hayes memberikan tips kepada kita untuk mengatasi kebisingan di kepala. Caranya adalah dengan memberikan nama pada pikiran tersebut. Memberi nama pada suara internal di kepala dengan nama yang tidak digunakan untuk menyebut diri sendiri.

Hayes sendiri memberi nama alter egonya (diri kedua yang dipercaya berbeda daripada  kepribadian yang sebenarnya atau kepribadian lain yang dibentuk secara sadar untuk menghadapi kondisi tertentu) dengan nama “George”. Ketika Hayes menyadari pikirannya mulai mengoceh, dia akan mengatakan, “Terima kasih atas sumbangan pemikirannya George. Kamu sangat perhatian.”

BACA JUGA :  Semesta, Energi, dan Kosmologi: Membaca Pola Realitas

Hayes tidak berusaha mengendalikan atau mengabaikan pikirannya, dia benar-benar tulus kepada George. Saat muncul pikiran yang obsesif, Hayes akan mengajak ngobrol George dan memberikan pandangan yang berbeda dan positif.

Teknik ini menciptakan ruang psikologis pada diri kita. Menciptakan ruang di antara diri kita dengan pengalaman buruk yang dialami, sehingga membuat pikiran negatif kehilangan sebagian kekuatan pukulnya.

Kita juga bisa memberitahu pikiran kita bahwa kita telah mendengar ocehan negatifnya, dan kemudian memutuskan untuk melepas pikiran negatif tersebut.

BACA JUGA :  Mengapa Kita Suka Membanggakan Diri Sendiri?

Riset selama bertahun-tahun menunjukkan bahwa “dialog internal yang berjarak” dapat membantu kita menciptakan jarak psikologis dari pikiran yang mengganggu, yang akan dapat membantu kita mengatur emosi, pengendalian diri, dan kebijaksanaan dengan lebih baik.

Kita akan menjadi lebih mampu menangani masalah emosi negatif, bahkan jika kita sebelumnya kesulitan mengelola perasaan atau perilaku.

Para peneliti otak juga menemukan bahwa saat kita menggunakan teknik “menjaga jarak psikologis dari pikiran mengganggu”, otak kita yang terlihat pada hasil pencitraan, menunjukkan pusat emosi di otak menjadi lebih tenang dan meningkatkan kemampuan pengendalian diri.

 

 

Penulis : Syahril Syam, ST, C.Ht, L.NLP Pakar Pengembangan Diri

Artikel Pilihan

Rahasia Energi Napas yang Jarang Diketahui
Mereka Mengira Sedang Hidup, Padahal yang Hidup Hanyalah Kebiasaan
Ciri-ciri Kesadaran Tinggi dan Perbedaannya dengan Ego
Ketika Ego Runtuh: Mengapa Kesadaran Tertinggi Ditakuti Manusia?
Pencerahan Tidak Datang dari Kenyamanan
Tanda Kesadaran Diri Anda Semakin Meningkat
Semesta, Energi, dan Kosmologi: Membaca Pola Realitas
Ramah ke Orang Lain, Galak di Rumah, Ini Penjelasan dan Solusinya

Artikel Pilihan

Selasa, 30 Juni 2026 - 22:02 WITA

Rahasia Energi Napas yang Jarang Diketahui

Minggu, 28 Juni 2026 - 14:00 WITA

Mereka Mengira Sedang Hidup, Padahal yang Hidup Hanyalah Kebiasaan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:59 WITA

Ciri-ciri Kesadaran Tinggi dan Perbedaannya dengan Ego

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:40 WITA

Ketika Ego Runtuh: Mengapa Kesadaran Tertinggi Ditakuti Manusia?

Senin, 1 Juni 2026 - 01:24 WITA

Pencerahan Tidak Datang dari Kenyamanan

Artikel Lainnya

Ilustrasi emosi dan perasaan

Health

Selalu Emosi Cepat Tua? Begini Cara Atasi

Rabu, 5 Agu 2026 - 23:18 WITA

Ilustrasi

Motivasi

Kekuatan Sugesti: Kata-Kata adalah Energi dan Doa

Rabu, 5 Agu 2026 - 23:12 WITA

Kemarahan Terpendam Memunculkan Penyakit Mental dan Fisik

Motivasi

Jangan Mudah Baper

Rabu, 5 Agu 2026 - 23:06 WITA

Hipnotis/ilustrasi

Hypnosis

Mengatasi Malas dengan Teknik Hypnosis

Rabu, 5 Agu 2026 - 23:01 WITA

Ilustrasi

Motivasi

Energi Adalah “Sihir”, Begini Cara Melatihnya

Minggu, 26 Jul 2026 - 12:30 WITA