Gelombang Otak Gamma

Rabu, 17 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gelombang Otak Gamma

Gelombang Otak Gamma

Ada hal menarik dari gelombang otak gamma, namun sebelumnya kita akan melihat dulu karakteristik dari gelombang otak beta.

Pengukuran gelombang otak menggunakan dua parameter, yaitu frekuensi dan amplitudo. Frekuensi berada antara 0,1 hingga 100 Hertz (Hz).

Sementara amplitudo (daya) berada antara 10 hingga 100 microvolt. Ketika neokorteks berfungsi dan sirkuit menyala, dan tingkat kesadaran kita terhadap lingkungan aktif, aktivitas listrik itu disebut sebagai keadaan beta.

Ini menghasilkan frekuensi gelombang tertinggi saat kita cukup jelas dan sepenuhnya sadar.

Keadaan gelombang otak beta adalah keadaan berpikir, ketika kita memiliki kesadaran kita pada tubuh kita, lingkungan, dan waktu.

Gelombang beta berada di kisaran 12 – 40 Hz. Saat kita berada di dominan gelombang otak beta, dunia luar tampak lebih nyata daripada dunia batin.

Hal ini membuat apa yang terjadi di luar diri sebagai stimulus bagi hadirnya berbagai pikiran dan perasaan. Beta dengan rentang frekuensi rendah adalah ketika kita berada dalam kondisi tenang dan tetap terjaga.

Saat membaca, memperhatikan pasangan yang lagi bicara dengan perhatian penuh, atau mendengarkan ceramah, adalah kondisi beta dengan rentang frekuensi rendah.

BACA JUGA :  Hipnosis Bukan Sihir, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Untuk rentang frekuensi beta menengah adalah kondisi yang agak tegang. Merasa gugup di sebuah komunitas baru, berbicara di depan umum, memperkenalkan diri kepada teman-teman baru, adalah kondisi rentang menengah. Agak serius tapi tidak terlalu stres.

Tapi kalau mau merasakan kondisi yang benar-benar stres, maka ini bisa terjadi ketika gelombang otak beta berada pada rentang frekuensi tinggi.

Frekuensi rentang tinggi ini dominan ketika dikuasai perasaan marah, khawatir, agitasi, penderitaan, dukacita, kecemasan, hingga depresi.

Maka kondisi ini akan mendongkrak hormon-hormon stres yang memungkinkan seseorang untuk bersikap sangat siaga terhadap bahaya dari dunia luar.

Namun ternyata gelombang otak gamma memiliki frekuensi yang justru lebih tinggi dari gelombang beta, yaitu di kisaran 40 – 100 Hz.

Secara sepintas akan nampak bahwa gelombang gamma akan membuat kita menjadi lebih tambah stres yang dikarenakan frekuensinya yang lebih tinggi dari gelombang beta.

Akan tetapi, jika gelombang beta membuat seseorang dipengaruhi oleh stimulus dari luar diri, sebaliknya pada gelombang gamma menciptakan sejenis gairah serupa di dalam otak.

BACA JUGA :  Jika Perasaan Tidak Lenyap, Takdir Takkan Lenyap

Yang kemudian menyebabkan peningkatan kesadaran, kewaspadaan, perhatian, dan energi yang terkait dengan pengalaman yang lebih kreatif, transendental, atau mistis.

Pada gelombang gamma, apapun yang terjadi di dunia batin menjadi jauh lebih nyata daripada banyak pengalaman di dunia luar diri.

Ini adalah kondisi supersadar, dimana energi frekuensi tinggi ini terjadi saat otak terbangkitkan oleh peristiwa internal, bukan peristiwa yang terjadi di luar diri.

Pengalaman mistis yang dialami oleh orang-orang tertentu yang menyaksikan pengalaman batiniah dan membuatnya menjadi sangat sadar akan pengalaman mistis itu, membuatnya berada pada dominan gelombang otak gamma.

Dan ketika amplitudo gelombang gamma ini semakin tinggi, maka semakin tinggi pula energi di otak. Hal ini menyebabkan terjadinya koherensi otak yang sangat tinggi.

Seperti yang telah kami tulis pada “Cemilan Otak” yang lalu bahwa semua emosi destruktif yang awalnya tercipta dari pikiran, ketika sering dialami dan dirasakan, akhirnya menjadi tersimpan sebagai energi di dalam tubuh.

BACA JUGA :  Meng-Hack Otak

Energi ini bersifat destruktif dan karenanya cenderung melemahkan tubuh dan merusak sel, juga melemahkan energi pada medan energi vital yang melingkupi tubuh.

Namun dengan teknik yang tepat, kita bisa menyedot semua energi destruktif yang terpendam selama puluhan tahun itu dan menggerakkannya menuju ke otak.

Saat mencapai bagian belakang batang otak, pusat-pusat otak bagian bawah membuka diri pada energi ini. Energi ini kemudian melewati gerbang talamus dan kemudian bergerak ke pusat otak yang lebih tinggi, yaitu neokorteks. Saat inilah gelombang gamma mulai terjadi.

Keadaan ini merubah energi destruktif yang berasal dari perasaan marah, frustasi, rasa bersalah, penderitaan, dukacita, dan ketakutan, menjadi energi konstruktif

Dan melahirkan perasaan cinta, kasih sayang, rasa syukur, kebahagiaan, inspirasi, antusiasme, daya tarik, apresiasi, kebaikan hati, keberlimpahan, pemberdayaan, kekuatan, dan optimisme. Keadaan ini rasanya seperti mengalami orgasme di kepala. Suatu keadaan penuh daya yang lahir dari pengalaman batin diri kita.

Artikel Pilihan

Mengaktifkan Potensi Internal: Melampaui Mitos Kelenjar Pineal
Mengendalikan Pikiran Negatif dengan Benar
Cara Melawan Malas dengan Teknik NLP dan Hypnosis Motivasi
Hypnosis Tingkatkan Percaya Diri Secara Efektif dan Aman
Cara Membentuk Kebiasaan Berpikir yang Lebih Baik
Pola Pikir yang Membuat Seseorang Sulit Berkembang
Hipnosis Bukan Sihir, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Bangkitkan Kekuatan “Jonimu” dengan Hipnosis dan NLP

Artikel Pilihan

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:46 WITA

Mengaktifkan Potensi Internal: Melampaui Mitos Kelenjar Pineal

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:22 WITA

Mengendalikan Pikiran Negatif dengan Benar

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:19 WITA

Cara Melawan Malas dengan Teknik NLP dan Hypnosis Motivasi

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:03 WITA

Hypnosis Tingkatkan Percaya Diri Secara Efektif dan Aman

Senin, 20 April 2026 - 15:46 WITA

Cara Membentuk Kebiasaan Berpikir yang Lebih Baik

Artikel Lainnya

Ilustrasi

Motivasi

Rahasia Napas Membuka Pintu Rezeki

Selasa, 30 Jun 2026 - 22:23 WITA

Ilustrasi

Pencerahan

Rahasia Energi Napas yang Jarang Diketahui

Selasa, 30 Jun 2026 - 22:02 WITA