Bekerja dan Bersyukur

Rabu, 13 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekerja dan Bersyukur

Bekerja dan Bersyukur

Seorang darwis tengah berdoa dengan tenang. Seorang pedagang kaya, yang mengamati ketaatan dan kesungguhan sang darwis, sangat tersentuh dengannya.

Pedagang itu menawarkan satu tas emas kepada darwis itu. “Saya tahu Anda akan mengunakan uang tersebut untuk mencari ridha Tuhan. Mohon ambillah.”

“Sebentar,” balas darwis itu. Saya tak yakin apakah sah bagi saya mengambil uangmu. Apakah Anda orang yang kaya? Apakah Anda mempunyai uang lebih di rumah?

“Oh, ya. Paling tidak saya punya seribu keping emas di rumah,” aku si kaya itu dengan bangga.

“Apakah Anda ingin seribu keping emas lagi?” tanya darwis.

BACA JUGA :  Kebiasaan Pesimis

“Tentu saja. Setiap hari saya bekerja keras untuk meraih uang lebih.”

“Dan apakah Anda ingin seribu keping emas lagi lebih banyak dari itu semua?”

“Pasti. Setiap hari saya berdoa agar saya meraih lebih banyak lagi uang.”

Darwis itu mendorong tas yang berisi kepingan emas itu kepada pedagang itu. “Maaf, saya tak bisa mengambil uang emas Anda,” katanya. “Orang yang kaya tak bisa mengambil uang dari orang yang miskin.”

“Bagaimana bisa Anda menyebut diri Anda orang yang kaya dan saya orang yang miskin?” pedagang itu memprotes.

Darwis itu menjawab, “Saya adalah orang yang kaya sebab saya puas dengan apapun yang Tuhan berikan pada saya. Anda orang yang miskin, sebab berapa pun yang Anda miliki, Anda selalu tak pernah puas, dan selalu meminta lebih kepada Tuhan.”

BACA JUGA :  Kata-Kata Bijak Menyambut Tahun Baru 2025: Menyongsong Harapan Baru

Kisah di atas menunjukkan kepada kita untuk melihat ke dalam hati kita. Bekerja adalah suatu kemestian bagi kita. Karena dengan itu kita memenuhi kebutuhan hidup.

Bekerja dilakukan oleh tubuh kita. Dan dalam bekerja ada tujuan-tujuan yang akan dicapai. Namun, apa yang senantiasa terbersit di hati kita?

Apakah di hati terdapat ketidakpuasan hidup? Apakah di hati terdapat hasrat dan ambisi yang tak bertepi?

BACA JUGA :  Di Ambang Kehampaan: Akhir dari Pencarian

Ataukah di hati kita senantiasa ada rasa syukur, yang dengan rasa itu kita senantias puas dengan kehidupan yang dijalani? Dan juga sabar menjalani setiap takdir yang terjadi pada diri kita?

Kebanyakan dari kita hanya bekerja tanpa menyadari apa yang sesungguhnya bersemayam di hati.

Padahal apa yang bersemayam di hati menunjukkan siapa diri kita sesungguhnya.

Itu karena hasil akhir dari setiap pengalaman hidup adalah perasaan. Yang dengan perasaan itu menjadi penggerak kebiasaan dan memprogram seluruh sistem di tubuh kita.

 

Penulis : Syahril Syam, ST, C.Ht, L.NLP Pakar Pengembangan Diri

Artikel Pilihan

Rahasia Energi Napas yang Jarang Diketahui
Mereka Mengira Sedang Hidup, Padahal yang Hidup Hanyalah Kebiasaan
Ciri-ciri Kesadaran Tinggi dan Perbedaannya dengan Ego
Ketika Ego Runtuh: Mengapa Kesadaran Tertinggi Ditakuti Manusia?
Pencerahan Tidak Datang dari Kenyamanan
Tanda Kesadaran Diri Anda Semakin Meningkat
Semesta, Energi, dan Kosmologi: Membaca Pola Realitas
Ramah ke Orang Lain, Galak di Rumah, Ini Penjelasan dan Solusinya

Artikel Pilihan

Selasa, 30 Juni 2026 - 22:02 WITA

Rahasia Energi Napas yang Jarang Diketahui

Minggu, 28 Juni 2026 - 14:00 WITA

Mereka Mengira Sedang Hidup, Padahal yang Hidup Hanyalah Kebiasaan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:40 WITA

Ketika Ego Runtuh: Mengapa Kesadaran Tertinggi Ditakuti Manusia?

Senin, 1 Juni 2026 - 01:24 WITA

Pencerahan Tidak Datang dari Kenyamanan

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:10 WITA

Tanda Kesadaran Diri Anda Semakin Meningkat

Artikel Lainnya

Ilustrasi

Motivasi

Rahasia Napas Membuka Pintu Rezeki

Selasa, 30 Jun 2026 - 22:23 WITA

Ilustrasi

Pencerahan

Rahasia Energi Napas yang Jarang Diketahui

Selasa, 30 Jun 2026 - 22:02 WITA