Apakah orang itu seorang politisi, pekerja kantoran, wirausaha, atau apapun profesinya, seringkali saya menemukan pola bahwa akhir kehidupannya selalu berkaitan dengan akhir dari tujuan dan ambisi hidupnya. Dan tujuan hidup yang dimaksud adalah sesuatu yang secara perasaan terhayati untuk ingin diraih.
Ada pengusaha yang akhirnya meninggal karena merasa tidak ada lagi yang bisa dia raih di kehidupannya. Ada politisi yang akhirnya meninggal karena merasa tidak bisa lagi meraih ambisi hidupnya.
Ada begitu banyak orang yang ketika merasa bahwa tidak ada lagi yang bisa diraihnya dalam kehidupan ini, maka tidak lama kemudian meninggal dunia.
Dan ada dua pola terkait tujuan hidup. Pertama, menyadari bahwa hidupnya memang memiliki misi. Dan ketika misi kehidupannya telah terwujud, maka tidak lama kemudian meninggal dunia.
Kedua, hanya sekadar memiliki ambisi-ambisi kehidupan. Ambisi ini berupa impian dan target yang ingin diraihnya. Dan ketika ada ambisi yang dirasakannya tidak bisa lagi diraih atau merasa telah meraih semuanya, maka tidak lama kemudian meninggal dunia.
Hubungan antara tujuan yang dirumuskan dengan jelas dan harapan usia ternyata telah diteliti oleh Patrick Hill dan Nicholas Turiano dari Carleton University di Kanada.
Mereka menganalisis data lebih dari 6.000 partisipan. Mereka mengikuti para subjek penelitian ini selama rata-rata 14 tahun.
Mereka berfokus pada tujuan-tujuan partisipan dalam hidupnya dan “perasaan bertujuan” mereka. Selama periode lanjutan, 569 partisipan telah meninggal.
Hill dan Turiano menemukan bahwa mereka yang meninggal memiliki lebih sedikit tujuan hidup. Kalaupun mereka memiliki tujuan, perasaan mereka biasa-biasa saja terhadap tujuan itu. Perasaan bertujuan mereka lebih rendah dibandingkan mereka yang masih hidup.
Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa secara keseluruhan orang-orang yang memiliki tujuan dan perasaan yang kuat untuk meraih tujuan dalam hidupnya – dengan intensitas perasaan yang besar – memiliki resiko kematian yang jauh lebih rendah. Dan hal ini berlaku di seluruh kelompok usia.
Mungkin ini juga menjadi sebab banyak kelompok usia muda yang meninggal karena dengan banyaknya tekanan hidup dari keluarga dan lingkungan, telah membuat mereka kehilangan arah dan semangat untuk meraih tujuan hidupnya.
Penelitian Hill dan Turiano juga menunjukkan bahwa memiliki tujuan hidup dan menetapkannya secara jelas serta merasa perasaan yang kuat untuk meraihnya, akan membantu kita hidup lebih panjang, terlepas dari kapan kita menemukan tujuan hidup.
Sehingga semakin dini kita memulai proses penetapan tujuan hidup yang dirumuskan dengan jelas, akan semakin dini efek perlindungan ini terjadi.






















