Sesuatu yang Dilakukan Secara Berulang Itulah Diri Kita

Selasa, 8 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Cerminan Diri

Ilustrasi Cerminan Diri

Aristoteles berkata bahwa kita adalah apa yang kita lakukan berulang kali. Pikiran dan perasaan kita senantiasa terpicu oleh sesuatu yang didengar dan dilihat, peristiwa, orang, benda, dan tempat.

Dan ini bisa terjadi saat mengalaminya atau saat mengenang kembali memori akan hal-hal itu.

Pikiran dan perasaan apapun yang berulang kali terpicu oleh semua hal itu, maka terbentuklah diri kita. Diri kita yang seringkali disebut dengan “sudah seperti inilah saya”.

Jika yang sering dipikirkan dan dirasakan adalah hal yang negatif, maka akan menjadi orang yang suka marah, mudah tersinggung, pesimis, atau berbagai kepribadian yang cenderung negatif.

BACA JUGA :  Seri 2, Gran Turismo, Realistis dan Parenting

Begitu juga sebaliknya, ketika pikiran dan perasaan positif yang sering hadir, maka akan membentuk diri kita yang penyayang, peduli, tidak mudah stres, optimis, dan kepribadian yang cenderung konstruktif. Gaya hidup kita pun terbentuk dari proses ini juga.

Dari hal ini, bisa diketahui bahwa diri kita sesungguhnya tidak bersifat tetap. Kita senantiasa terus berubah setiap saat.

BACA JUGA :  Bunuh Sifat Toxic dalam Dirimu

Perubahan itu bisa dari diri yang negatif menjadi diri yang positif, diri yang positif menjadi diri yang negatif, diri yang negatif menjadi semakin positif.

Atau diri yang positif menjadi semakin positif. Itu semua bergantung pada pikiran (memori) dan perasaan mana yang sering hadir akibat dipicu oleh berbagai hal.

Diri kita yang bersifat tetap hanya terjadi ketika “proses menjadi” ini telah berhenti total alias telah menemui ajal.

BACA JUGA :  Jika Perasaan Tidak Lenyap, Takdir Takkan Lenyap

Sehingga selama napas masih ada, maka selama itu pula kesempatan untuk “menjadi” terus terjadi pada diri kita.

Dan untuk mengubah diri dari diri negatif menjadi diri positif, maka kita mesti memahami prinsip dasar ini, yaitu:

Mempelajari pengetahuan adalah berpikir; menerapkan pengetahuan adalah melakukan dan mengalami;

Mampu mengulangi pengalaman dengan penuh perhatian adalah kebijaksanaan keberadaan.

 

Penulis : Syahril Syam, ST, C.Ht, L.NLP Pakar Pengembangan Diri

Artikel Pilihan

Kekuatan Sugesti: Kata-Kata adalah Energi dan Doa
Jangan Mudah Baper
Energi Adalah “Sihir”, Begini Cara Melatihnya
Jangan Menyerah, Bab Terbaik Hidupmu Baru Dimulai
Passion Dibangun, Bukan Ditemukan
Saat Kekaguman Menjadi Penghalang
Rahasia Napas Membuka Pintu Rezeki
Kebiasaan Orang yang Sulit Dikalahkan Keadaan

Artikel Pilihan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 23:12 WITA

Kekuatan Sugesti: Kata-Kata adalah Energi dan Doa

Rabu, 5 Agustus 2026 - 23:06 WITA

Jangan Mudah Baper

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:30 WITA

Energi Adalah “Sihir”, Begini Cara Melatihnya

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:07 WITA

Passion Dibangun, Bukan Ditemukan

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:47 WITA

Saat Kekaguman Menjadi Penghalang

Artikel Lainnya

Ilustrasi emosi dan perasaan

Health

Selalu Emosi Cepat Tua? Begini Cara Atasi

Rabu, 5 Agu 2026 - 23:18 WITA

Ilustrasi

Motivasi

Kekuatan Sugesti: Kata-Kata adalah Energi dan Doa

Rabu, 5 Agu 2026 - 23:12 WITA

Kemarahan Terpendam Memunculkan Penyakit Mental dan Fisik

Motivasi

Jangan Mudah Baper

Rabu, 5 Agu 2026 - 23:06 WITA

Hipnotis/ilustrasi

Hypnosis

Mengatasi Malas dengan Teknik Hypnosis

Rabu, 5 Agu 2026 - 23:01 WITA

Ilustrasi

Motivasi

Energi Adalah “Sihir”, Begini Cara Melatihnya

Minggu, 26 Jul 2026 - 12:30 WITA