Sejauh Mana Kemampuan Kita Tidak Ter-IKAT pada Masalah?

Selasa, 14 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Kualitas Jiwa kita sangat tergantung dari kemana saja “Perasaan” dan “Pikiran” kita Terikat.

Tidak masalah berapa besar masalah yang anda alami, tapi yang terpenting adalah sejauh mana kemampuan Anda untuk tidak Terikat terhadap masalah tersebut

Tuhan seringkali menguji hamba-hambaNya yang mengaku beriman kepadaNya.

Iman terkait erat dengan Aqidah. Aqidah artinya ikatan.

Itu sebabnya orang yang beriman akan diuji sejauh mana keterikatannya kepada Allah dan segenap peraturan-Nya dengan cara dihadirkannya berbagai masalah kehidupan kepadanya.

Sejatinya, masalah itu dihadirkan agar kita lebih terikat lagi kepada Allah, bukan malah “asyik masyuk” terikat dengan berbagai masalah, lalu menjadikan Allah sebagai tempat menumpahkan kekesalan.

Jika masalah hadir dan lalu kita malah terikat dengan masalah tersebut, yakni perasaan dan pikiran kita menjadi seringkali terfokus kepada masalah tersebut

BACA JUGA :  Kesadaran Rendah dan Tinggi

Maka sungguh kita telah tertipu. Masalah hadir bukanlah untuk diberikan perhatian yang berlebihan, tapi masalah hadir agar kita mulai memperhatikan Allah dengan cara yang lebih baik, lalu memperhatikan kebersihan jiwa kita.

Semakin kotor jiwa kita dan semakin jauh kita dari Allah, maka semakin kuatlah MAGNET jiwa kita untuk mengikat berbagai masalah kehidupan yang negatif dari sekitar kita.

Bahkan saking kuatnya, kita pun turut MENGIKAT permasalahan yang sebenarnya dijatahkan untuk orang lain.

Dengan demikian, masalah kita menjadi sangat besar melebihi kapasitas kemampuan kita dikarenakan kita telah menjadi Super Magnet Negatif di Kehidupan ini.

Masalah hadir hanyalah sebagai amanah dariNya. Amanah berasal dari kata “Amuna” (Jujur) yang juga menurunkan kata “Amaanu” (Aman-Tentram), “Iimaanu” (Percaya-Yakin) dan “Mu’minu” (Orang yang Yakin).

Amanah adalah Jujur, terpercaya dan mengamankan atas berbagai hal yang dititipkanNya kepada kita.

Itu sebabnya, jangan sampai kita termasuk orang-orang yang “Tidak Amanah”, yakni orang-orang yang “Tidak Jujur”

BACA JUGA :  Penderitaan Adalah Awal dari Pencerahan

“Tidak Mengamankan”, “Tidak Terpercaya”, “Tidak Percaya”, dan “Tidak Mempercayakan” ketika kita dihadapkan dengan berbagai masalah.

Kita harus yakin bahwa masalah hanyalah amanah, bukan untuk diikatkan di jiwa kita, masalah adalah masalah, kita adalah kita…

Kita harus Jujur bahwa masalah yang hadir adalah pantas untuk kita, hadir karena kita banyak dosa yang perlu dibersihkan….

Kita harus Mengamankan masalah ini, jangan sampai masalah ini tersebarluas ke lingkungan kita….

Kita harus menjadi pribadi Terpercaya, yakni Percaya bahwa kita mampu menyelesaikan masalah ini dalam kekuatanNya…

Kita pun harus Percaya bahwa Allah tidak mungkin salah mengirimkan masalah ini untuk kita…

Kita harus mempercayakan sepenuhnya masalah ini kepada Allah sebab DIA lah yang Maha Memberikan Solusi….

BACA JUGA :  Pengulangan adalah Kebiasaan Membentuk Manifestasi

Sehingga, keterikatan kita kembali hanyalah kepada Allah… tugas kita adalah berikhtiar dengan tetap bertawakkal…

Yakni berikhtiar dengan aksi yang dahsyat sebab dipondasikan atas ikatan yang kuat kepada Allah..

Dengan demikian, semoga gelar “Al-Amin” yang disandang oleh Rasulullah SAW mulai “menitis” dalam kehidupan kita… semakin mendekati keimanan yang sempurna…

Kita seringkali dihidupkan dan dihadapkan dengan berbagai masalah agar kita selalu hidup dan siap menghadap dihadapanNya kelak.

Dengan washilah masalah itulah yang tetap membuat kita bertahan di jalan yang benar dan bertuhan kepada Tuhan yang benar…

Lepaskan ikatan yang tidak perlu…
Dan ikatkan diri kita hanya kepada Allah…

Lepaskan…
Maafkan….
Tarik nafas….. hembuskan…. lepaskan…. maafkan…..lepaskan….maafkan….

Dan serahkan sepenuhnya kepada Allah…

Artikel Pilihan

Aku, Ego, dan Melampaui Dualitas: Apa yang Sebenarnya Dimaksud?
Aku Adalah Pikiran dan Cerita Hidupku: Mengapa Ego Sulit Dilepaskan?
Membongkar Mitos Mata Batin, Mengapa 90 Persen Orang Gagal
Mengapa Intuisi Sering Lebih Tajam dari Logika?
Semesta, Energi, dan Kosmologi: Membaca Pola Realitas
Selain Jam Kembar, Ini Arti Jam Terbalik yang Dianggap Firasat
Jalan Sunyi Menemukan Diri Sejati
Mengakui Batas Ilmu, Tanpa Merendahkan Ilmu

Artikel Pilihan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:39 WITA

Aku, Ego, dan Melampaui Dualitas: Apa yang Sebenarnya Dimaksud?

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:14 WITA

Aku Adalah Pikiran dan Cerita Hidupku: Mengapa Ego Sulit Dilepaskan?

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:14 WITA

Membongkar Mitos Mata Batin, Mengapa 90 Persen Orang Gagal

Senin, 1 Juni 2026 - 01:38 WITA

Mengapa Intuisi Sering Lebih Tajam dari Logika?

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:42 WITA

Semesta, Energi, dan Kosmologi: Membaca Pola Realitas

Artikel Lainnya

Ilustrasi

Motivasi

Rahasia Napas Membuka Pintu Rezeki

Selasa, 30 Jun 2026 - 22:23 WITA

Ilustrasi

Pencerahan

Rahasia Energi Napas yang Jarang Diketahui

Selasa, 30 Jun 2026 - 22:02 WITA