Suggestion

Sel-sel dalam Tubuh Berperilaku dan Mengikuti Satu Komando

Icky
×

Sel-sel dalam Tubuh Berperilaku dan Mengikuti Satu Komando

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi sel

Ada miliaran jumlah sel di tubuh kita. Setiap sel punya tugas masing-masing. Bagaimana kita mengendalikan semuanya?

Kamu menjawab, “mereka bergerak sendiri tanpa kita suruh. Memang dari asalnya sudah begitu.”

Jawabanmu begitu karena kamu tidak tahu bahwa sel-sel itu berperilaku demikian mengikuti sebuah komando, program, instruksi yang berasal dari otak.

Instruksi itu tertanam di dalam setiap relung DNA di dalam sel.

Inilah Kesadaran Manusia

Kesadaranmu yang mengendalikan seluruh sel di tubuhmu. Selama ini kau sudah menggunakan kesadaranmu untuk mengontrol perilaku seluruh tubuhmu.

BACA JUGA :  Pikiran Suka Bohong dan Kamu Percaya

Namun karena tidak kau sadari secara kasar, mereka menyebutnya instinct.

Setiap sel pun saling berkomunikasi. Tapi karena komunikasi mereka sangat halus, kau pun tidak merasakannya.

Ketika salah satu anggota tubuhmu terkena sentuhan keras, misalkan betismu terjeduk meja, pesan itu sangat jelas atau kasar, yaitu rasa sakit, barulah kamu merasakannya dan mengambil tindakan. Misalnya menggerakkan tanganmu untuk mengusap-usap betismu yang sakit itu.

BACA JUGA :  Kebaikan Tanpa Syarat Beri Hikmah di Balik Setiap Kejadian

Sekarang dengan membayangkan wacana di atas, coba renungkan ini;

Alam ini adalah bagian dari Tuhan. Setiap obyek, materi, energi di alam ini berperilaku mematuhi hukum tertentu, yaitu hukum alam.

Hukum inilah Kesadaran Tuhan

Hukum ini baku dan tak berubah sepanjang masa. Tuhan mengatur dan mengendalikan segalanya dengan Kesadaran-Nya.

Jika manusia akan mengambil tindakan lebih nyata bila bagian tubuhnya terkena sentuhan berlebih, maka dengan prinsip yang sama, lalukanlah sesuatu yang cukup besar agar Tuhan bereaksi lebih terhadapmu.

BACA JUGA :  Serpihan Kesadaran

Lalukanlah sesuatu yang “besar” atau signifikan untuk mendapatkan reaksi Lebih dari Tuhan.

Akan tetapi ada satu prinsip lagi yang harus dipahami; yaitu Tuhan berbicara dalam bahasa rasa. Maka, ciptakanlah rasa yang besar!

Apa rasa yang besar itu?
Yaitu rasa yang dihasilkan dari Kesadaran Tinggi.

 

Pikiran Suka Bohong dan Kamu Percaya
Suggestion

Pernah merasa yakin pada satu hal, lalu ternyata hanya asumsi? Dalam psikologi, pikiran bisa memelintir kenyataan dengan halus, dan otak suka bohong saat kita paling percaya pada suara di kepala sendiri.

Seorang wanita muda duduk tanpa alas kaki di sebuah kursi dekat jendela, menatap cakrawala kota yang sedang hujan. Dia terlihat serius, seakan merenungkan, "Mengapa Banyak Orang Sulit Bahagia?" Sebuah buku dan cangkir di dekatnya menambah suasana hati yang tenang dan introspektif.
Suggestion

Banyak orang mengira kebahagiaan hanya datang dari pencapaian besar, padahal dalam psikologi, kebahagiaan sering dipengaruhi oleh cara kita memaknai kehidupan sehari-hari. Artikel ini membahas mengapa rasa puas sering sulit diraih dan bagaimana pola pikir bisa mengubahnya.