Reprogram Pikiran Bawah Sadar dengan Sub-Modalities NLP

Selasa, 14 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

NLP adalah singkatan dari kata Neuro Linguistic Programming.

– Neuro = Saraf, sistem saraf otak dan saraf seluruh tubuh kita.

– Linguistic = Bahasa, baik verbal maupun non verbal

– Programming = memprogram

Yakni ilmu yang mempelajari struktur perilaku manusia, mempelajari bagaimana bahasa mampu mempengaruhi paradigma, cara berpikir dan perilaku kita sehari-hari

Contoh : Kata SUSAH

Secara umum, kata ini memberi pengertian sebagai sesuatu yang tidak mudah untuk diselesaikan.

Tubuh akan memberikan penolakan untuk menyelesaikan apapun yang dimaksud dengan “susah” ini.

“Tugas ini memang susah untuk dilaksanakan.”

Gantikan kata “susah” dengan kata “tantangan”

Menjadi:

“Tugas ini memang menjadi tantangan untuk dilaksanakan.”

Bagaimana bedanya?

Di sini, yang memberikan pengaruh adalah arti atau makna yang kita berikan atas kata tersebut.

Contoh : Kata SUSAH

Bagi si A, kata “susah” ini berarti sesuatu yang tidak mudah untuk diselesaikan.

Akibatnya ketika mendengar kata tersebut, secara otomatis akan terjadi penolakan atau keengganan untuk menyelesaikannya.

BACA JUGA :  Cara Memuji Anak dari Usia 6 Tahun hingga Kuliah

Lain lagi bagi si B

Kata “susah” justru memberi arti yang sangat menantang untuk diselesaikan, karena B tidak mau kalah terhadap apapun yang berkonotasi susah.

Akibatnya, kata ini justru membangkitkan semangat untuk “menaklukkan” apapun yang “susah” dilaksanakan.

Jadi, kata “SUSAH” memberi semantik yang berbeda bagi A dan B.

Bagaimana dengan anda?

Dengan mengetahui struktur perilaku dan proses berpikir ini, tentunya akan mudah pula bagi kita untuk “memodifikasi” cara berpikir dan berperilaku menuju hasil yang lebih optimal.

Sebenarnya kita telah banyak mengaplikasikan NLP dalam kehidupan kita sehari-hari, namun sayangnya hal ini kurang kita sadari sehingga justru banyak membuat diri kita berada dalam keadaan yang kurang produktif, terkukung oleh hambatan pikiran dan emosi diri sendiri.

Pernahkah anda berusaha tidak marah tapi tetap marah juga?

Pernahkah anda merasa banyak memiliki konsep dan rencana tapi tidak pernah bisa mengimplementasikannya?

BACA JUGA :  Pelatihan Hipnotis Makassar

Pernahkah merasa kehilangan fokus padahal sangat bermotivasi?

Pada Neuro-Semantics kita mengenal bahwa sebenarnya banyak terjadi lapisan pada proses berpikir manusia (layers of mind), dimana setiap lapisan memberi makna yang berbeda dan saling berinteraksi sehingga menghasilkan respon tertentu.

Hal ini secara nyata terjadi dan mempengaruhi produktifitas kita baik di tempat kerja maupun rumah tangga.

Disinilah peranan NLP dan Submodalities keduanya merupakan serangkaian urutan dari susunan modalities.

Modalities adalah pengalaman seseorang secara VAKOG (Visual atau indera penglihatan, Audio atau indera pendengaran, Kinestetik atau indera peraba, Olfactory atau indera penciuman, Gustatory atau indera perasa).

Dengan kata lain, sub modalities adalah kumpulan dari pengalaman hidup kita yang membentuk rep system/representational system.

Rep system inilah yang menjadi filter untuk menilai dan memberi arti sebuah kejadian, yang jika diakumulasi dan diulang ulang pada akhirnya akan membentuk belief system.

BACA JUGA :  Membingkai Ulang Suatu Frame dengan Cara Mengganti Konteks

Belief system inilah yang menyetir tindakan kita sebagai manusia. Belief system ini kuat dan mengakar di alam bawah sadar.

Hal inilah yang membuat seseorang memiliki karakter tertentu dan juga kebiasaan-kebiasaan yang sepertinya sulit diubah secara alam sadar.

Kesimpulannya, untuk mengubah sebuah kebiasaan keluar dari siklus hidup yang negatif atau untuk mengalami breakthrough yang perlu mengubah kita belief lakukan system kita adalah Bukan mengubah tindakan yang nampak di alam sadar.

Cara mengubah belief system adalah dengan mengubah rep system/memfilter informasi. cara otak kita

Bagaimana cara mengubah rep system adalah dengan pengalaman mengubah VAKOG modalities kita (Kinestetik, Olfaktori, Gustatory) atau (Visual, Audio)

Bagaimana mengubah caranya Bukankah VAKOG itu modalities kita?

Rangkaian pengalaman secara terbentuk secara bertahun-tahun sejak kita dilahirkan, bertumbuh, dan dewasa

Bagaimana cara mengcopy sub modalities/rangkaian modality dari model yang kita inginkan bagi diri kita?

Artikel Pilihan

Cara Melatih Otak Kiri dan Otak Kanan, Apa Perbedaannya?
7 Tahapan NLP Mengubah Pola Pikir
Mengenal Terapi NLP dan Teknik Pemrogramannya
Kata-Kata Gagal vs NLP (Reprogram Pola Pikir)
Cara Membentuk Kebiasaan Berpikir yang Lebih Baik
Pola Pikir yang Membuat Seseorang Sulit Berkembang
Hipnosis Bukan Sihir, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Bangkitkan Kekuatan “Jonimu” dengan Hipnosis dan NLP

Artikel Pilihan

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:51 WITA

Cara Melatih Otak Kiri dan Otak Kanan, Apa Perbedaannya?

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:28 WITA

7 Tahapan NLP Mengubah Pola Pikir

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:55 WITA

Mengenal Terapi NLP dan Teknik Pemrogramannya

Senin, 20 April 2026 - 16:58 WITA

Kata-Kata Gagal vs NLP (Reprogram Pola Pikir)

Senin, 20 April 2026 - 15:46 WITA

Cara Membentuk Kebiasaan Berpikir yang Lebih Baik

Artikel Lainnya

Ilustrasi

NLP

7 Tahapan NLP Mengubah Pola Pikir

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:28 WITA

Ilustrasi

NLP

Mengenal Terapi NLP dan Teknik Pemrogramannya

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:55 WITA