Renungan Hati, Sungguh Merugilah Diri Ini

Senin, 20 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Hatiku tergetar ketika melihat betapa muramnya hidup ini. Terkadang, aku dipenuhi seribu kebingungan saat menatap kehidupanku yang tidak kunjung berubah.

Kemaksiatan, dosa, dan sekecil tindak tundukku terlihat jelas oleh mata-Nya.

Sudah berkali-kali menyakiti-Nya, melanggar aturan-Nya, melalaikan-Nya, tapi apa yang aku dapatkan?

Dia tetap memberikan kasih sayang-Nya padaku. Dia tetap memberikan kelapangan dalam hidupku.

Allah Maha Adil! Inilah kalimat yang keluar dari bibirku. Aku merasakan betapa Dia memberikan yang terbaik dalam hidupku.

BACA JUGA :  Hidup Saling Memberi, Menerima dan Mencintai

Saat aku tertimpa musibah, kegagalan, kesakitan, Dia datang memberikan obat penyejuk untuk batinku.

Sungguh merugilah diri ini. Aku hanya mampu terdiam, membisu dan tidak mampu mengucapkan sepatah katapun, saat teringat kesia-siaan yang telah aku lakukan.

Mataku terpaku pada langit biru. Aku menatap dalam-dalam kesempurnaan ciptaan-Nya.

Gugusan awan putih bersih menampilkan nuansa kelembutan. Burung-burung tidak ketinggalan turut menikmati panorama alam langit yang cerah. Mereka berterbangan, saling rayu antara satu dengan lainnya.

BACA JUGA :  Menggapai Jati Diri yang Alamiah

Kadang mereka terbang ke atas, kemudian turun seperti layaknya pesawat tempur yang lihai berdemonstrasi di atas udara.

Anehnya, mereka selalu bersama-sama. Aku jarang sekali menyaksikan burung-burung terbang kesendirian.

Mereka selalu bersama-sama dan saling menguatkan satu dengan lainnya, menunjukkan indahnya hidup berdampingan

Subhannallah. Sungguh, Dia telah memberikan segudang pembelajaran dalam kehidupan.

Dia begitu bermurah hati memberikan waktu 24 jam dalam sehari, waktu yang sangat berharga untuk memetik ‘buah-buah’ pelajaran hidup. Tapi, apa terjadi denganku?

BACA JUGA :  Berhentilah Jalani Hidup dengan Pola Emosi Negatif yang Sama

Aku sama sekali tidak menyadari karunia ini. Apakah ini pertanda diriku terlalu egois?

Seketika aku tersadar, ternyata sudah terlalu banyak waktu yang terbuang percuma.

Ternyata sudah banyak aku boroskan masa hidupku ini untuk hal-hal yang “kering” tidak berfaedah.

Oh tidak! Mengapa selama ini hati tidak pernah tergetar saat menyaksikan tanda kebesaran Mu, Ya Allah?

 

Artikel Pilihan

Menggapai Jati Diri yang Alamiah
The Power of Magnet Hati
Perasaan Versus Perasaan
Baik dan Buruk adalah Hiasan Pesta, Bukalah Kedua Matamu
Syukur adalah Kelimpahan Rezeki Tak Terduga-duga
Kunci Ketenangan Hati dan Harmonisasi
Pertarungan Antara Hati dan Pikiran
Hati Jadi Kunci Hubungan Manusia dengan Tuhan

Artikel Pilihan

Rabu, 8 Januari 2025 - 11:35 WITA

Menggapai Jati Diri yang Alamiah

Minggu, 16 Juni 2024 - 16:55 WITA

The Power of Magnet Hati

Selasa, 26 September 2023 - 00:59 WITA

Perasaan Versus Perasaan

Kamis, 1 Juni 2023 - 09:21 WITA

Baik dan Buruk adalah Hiasan Pesta, Bukalah Kedua Matamu

Jumat, 17 Maret 2023 - 14:25 WITA

Syukur adalah Kelimpahan Rezeki Tak Terduga-duga

Artikel Lainnya

Ilustrasi Perang Timur Tengah

Motivasi

Belajar Syukur dari Negeri yang Terluka Perang

Kamis, 5 Mar 2026 - 00:41 WITA

Ilustrasi

Hypnotherapy

Meditasi di Bulan Ramadan, Aman dan Penuh Manfaat

Sabtu, 21 Feb 2026 - 22:30 WITA

Ilustrasi

Health

Puasa dan Kesehatan Jantung: Manfaat yang Jarang Disadari

Sabtu, 21 Feb 2026 - 21:59 WITA

Ilustrasi

Pencerahan

Ramadan Momentum Perbaiki Gaya Hidup

Sabtu, 21 Feb 2026 - 21:47 WITA