Reinkarnasi

Kamis, 2 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sendiri reinkarnasi adalah penjelmaan (penitisan) kembali ke dalam tubuh lain setelah mati atau kelahiran kembali. Dan kata reinkarnasi berasal dari kata re dan inkarnasi.

Arti re- di KBBI adalah bermakna sekali lagi; kembali. Sedangkan arti inkarnasi di KBBI adalah penjelmaan roh dalam wujud makhluk lain (ter-utama manusia); titisan.

Maka, dari definisi tersebut bisa diartikan bahwa reinkarnasi merupakan perwujudan kembali sesuatu di masa yang akan datang.

Seluruh umat manusia merupakan reinkarnasi atau titisan dari masa lampau.  Hal ini sebenarnya bersifat umum, bisa diketahui dan dipikirkan bersama, seperti seorang anak yang menjadi titisan dari bapak ibunya, titisan dari kakek neneknya, dan titisan dari leluhurnya yang lebih jauh.

Perlu dicatat bahwa di sini saya tidak mengambil wujud reinkarnasi lain di luar manusia. Selain itu juga dalam keyakinan umat Islam, reinkarnasi tidak pernah digaungkan atau dideklarasikan sebagai keyakinan. Artinya tidak dipermasalahkan dan dianggap finish!

Lalu mengapa seorang anak disebut titisan orang tua atau leluhurnya?

Hal itu karena dalam diri anak mengalir darah, DNA dan beberapa unsur dari leluhurnya. Seperti golongan darah anak tidak akan berbeda dengan kedua orang tuanya.

DNA seorang anak tidak akan berbeda dengan leluhurnya, sifat-sifat anak tidak jauh dari sifat orang tuanya. Ada pepatah mengatakan, “buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya.”

BACA JUGA :  Mengapa Kamu Merasa Kekurangan?

Menurut banyak penelitian, baik ibu maupun ayah akan mewariskan masing-masing 23 kromosom kepada anak-anaknya. Pada kondisi normal, kromosom yang diwariskan bersifat sama dan seimbang.

Seorang ayah dan ibu akan mewarisi beberapa ciri-ciri fisik dan karakter. Seorang bapak mewariskan salah satunya warna mata, dan seorang ibu mewariskan salah satunya kecerdasan.

Berarti seorang anak tersebut merupakan titisan/reinkarnasi dari kedua orang tua dan leluhurnya. Firaun yang hidup di zaman dulu maka titisan Firaun di zaman sekarang itu sangat tampak sekali.

Dari zaman dulu sampai ke zaman sekarang makna titisan selalu berulang. Meski secara fisik juga, manusia merupakan reinkarnasi perwujudan tanah, dan akan kembali kepada tanah juga.

Mengapa demikian?

Karena reinkarnasi justru menjelaskan dengan sangat baik mengenai akhirat dan kehidupan setelah kematian, dan menjelaskan banyak hal yang diyakini oleh banyak agama mengenai kehidupan setelah kematian.

Dari pengetahuan mengenai karma saja kita sudah banyak menjawab persoalan mengenai apa yang terjadi pada saat manusia hidup, mati, dan setelah mati. Apa yang ditinggalkan dan dibawa setelah mati, dan apa yang diturunkan setelah mati.

BACA JUGA :  Dua Kutub Manusia Dalam Desain Pencipta-Nya

Sukma akan dipakai kembali sebagai komponen pembentuk manusia selain jasad, nyawa, dan ruh. Sukma menyimpan dan membawa memori atau informasi Kesadaran dari manusia di kehidupan lalu ke manusia yang hidup di kehidupan selanjutnya.

Sukma atau jiwa itu akan mendapatkan jasad baru, nyawa baru, dan ruh. Ia lahir sebagai manusia dari bayi, remaja, hingga dewasa.

Di suatu masa dalam hidupnya, Sukma mendapatkan kesempatan untuk meneruskan dan memperbaiki kesadaran-nya.

Atau tidak? Tergantung kondisi. Ia bangkit dan mengingat sudah sampai dimana kesadarannya lalu jika situasinya sesuai, akan melanjutkan perjalanan peningkatan kesadarannya itu.

Kesadaran apa?

Kesadaran akan kebenaran hakiki  Yaitu mengenai kehidupan, manusia, dan Tuhan.

Kesadaran yang hanya bisa didapatkan melalui KEPAHAMAN.

Jadi, dimanakah akhirat itu?

Akhirat adalah kehidupan setelah kematian. Maka bagi saya, akhirat adalah bila saya mati di kehidupan ini lalu sukma atau jiwa saya hidup kembali sebagai manusia di kehidupan yang akan datang.

Bukankah sudah dikabarkan kepada kita melalui kitab suci bahwa manusia setelah mati akan dibangkitkan kembali beserta daging dan tulang-tulangnya, berkali-kali?

Lalu dimanakah titian yang sangat kecil bagai rambut dibelah tujuh itu?

BACA JUGA :  Rasamu adalah Doamu

Adalah di sini, saat ini, sekarang. Bagi sukma yang sudah menyadari atau paham, maka sebenarnya kita sedang meniti titian itu.

Sedikit ke kiri adalah kemelekatan duniawi, dan sedikit ke kanan adalah kemelekatan spiritual atau akhirat.

Kiri maupun kanan adalah pilihan. Kondisi yang terbaik adalah di tengah. Karena tujuan kita bukan kiri maupun kanan, bukan dunia maupun akhirat. Melainkan di tengah. Karena dalam keseimbangan sempurnalah Tuhan berada.

Dan manusia dipandu untuk mengenali posisi seimbang di antara dunia dan akhirat. Mawas, aware, dan sadar akan keberadaan dualitas hidup sehingga mampu mengenali keseimbangannya.

KESEIMBANGAN, adalah apa yang harus kita sadari di kehidupan ini.

Di sinilah letak jalan peningkatan kesadaran itu.

Lalu, mana yang lebih relevan bagimu; memikirkan kehidupan yang lalu atau kehidupan akhirat (yang akan datang)?

Keduanya tidak relevan. Yang terpenting adalah SEKARANG.

Jangan terbelenggu oleh masa lalu, dan terpaku oleh sesuatu yang belum terjadi.

Siapa dirimu di masa lalu? Tidak relevan.

Yang relevan adalah sekarang; sudah sampai dimana kepahamanmu sekarang?

Kenali yang dualitas untuk bisa berada di posisi di antara keduanya, tanpa tabir, tanpa prasangka. Sebab jiwa dibangkitkan kembali di Akhirat untuk dimintai pertanggung jawabannya.

Artikel Pilihan

Selain Jam Kembar, Ini Arti Jam Terbalik yang Dianggap Firasat
Jalan Sunyi Menemukan Diri Sejati
Mengakui Batas Ilmu, Tanpa Merendahkan Ilmu
Eksistensi di Antara Dua Dunia
Mentalmu adalah Wadah Takdirmu
Aku Sesuai Persepsi Hamba-Ku
Mengenal Qi, Prana, Tenaga Dalam, Reiki, dan Telekinesis
Melampaui Hawa Nafsu, Puasa Ramadan sebagai Jalan Pencerahan

Artikel Pilihan

Minggu, 4 Januari 2026 - 19:02 WITA

Selain Jam Kembar, Ini Arti Jam Terbalik yang Dianggap Firasat

Sabtu, 3 Januari 2026 - 17:07 WITA

Jalan Sunyi Menemukan Diri Sejati

Selasa, 23 Desember 2025 - 23:10 WITA

Mengakui Batas Ilmu, Tanpa Merendahkan Ilmu

Selasa, 7 Oktober 2025 - 19:21 WITA

Eksistensi di Antara Dua Dunia

Jumat, 4 Juli 2025 - 19:00 WITA

Mentalmu adalah Wadah Takdirmu

Artikel Lainnya

Ilustrasi

NLP

7 Tahapan NLP Mengubah Pola Pikir

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:28 WITA

Ilustrasi

NLP

Mengenal Terapi NLP dan Teknik Pemrogramannya

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:55 WITA