Pertemanan Itu Seperti Arus Sungai, Mengalir Tanpa Harus Digenggam

Sabtu, 22 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi : simbolis tentang pertemanan yang datang dan pergi

Foto ilustrasi : simbolis tentang pertemanan yang datang dan pergi

Di kehidupan ini, pertemanan itu seperti arus sungai—ada yang mengalir deras mendekat, ada pula yang perlahan menjauh.

Datang dan pergi, masing-masing membawa pesan, entah itu tentang kebaikan, kepentingan, atau bahkan sekadar numpang lewat.

Jangan terlalu berharap seseorang akan selalu tinggal. Sebab, sejatinya, dalam setiap pertemanan ada garis yang tak kasat mata: kepentingan.

Entah kepentingan kerja, bisnis, kesenangan, atau sekadar mengisi waktu. Dan ketika kepentingan itu selesai, mereka pun melangkah pergi, seolah tak pernah ada cerita yang dibagi.

BACA JUGA :  Membongkar Mitos Mata Batin, Mengapa 90 Persen Orang Gagal

Lalu, apakah itu salah? Tidak. Itu hukum alam.

Seorang teman bisa sangat akrab hari ini, namun esok berbalik arah, menjauh tanpa pamit. Tak perlu kecewa, apalagi merasa dikhianati.

Toh, pertemanan bukan keluarga yang terikat darah. Kita hanya berpapasan di persimpangan hidup, saling berbagi momen, lalu melanjutkan perjalanan masing-masing.

Jangankan pertemanan, pasangan hidup pun demikian. Istri yang dulu bersumpah setia, suami yang dulu berjanji tak akan pergi, semua bisa berubah seiring waktu. Hari ini kau adalah dunianya, esok mungkin hanya nama yang tertinggal di ingatan.

BACA JUGA :  Melampaui Hawa Nafsu, Puasa Ramadan sebagai Jalan Pencerahan

Maka, jangan terlalu menggenggam, jangan pula berlebihan dalam percaya. Semakin erat kau menggenggam, semakin mudah kehilangan.

Jalani pertemanan dengan sewajarnya. Jika masih sejalan, bersyukurlah. Jika harus berpisah, lepaskan dengan ikhlas.

Karena pada akhirnya, yang benar-benar bertahan bukan sekadar teman atau pasangan, melainkan mereka yang memang ditakdirkan ada—bukan karena kepentingan, tetapi karena keikhlasan.

BACA JUGA :  Latihlah Diri Menjadi Pribadi Sukses

Sebagaimana pepatah lama berkata:

“Jangan terlalu berharap pada manusia, karena mereka datang dengan alasan dan pergi dengan alasan yang sama. Seperti bayangan di senja, semakin kau kejar, semakin menjauh.”

 

 

(IA)

Artikel Pilihan

Jangan Menyerah, Bab Terbaik Hidupmu Baru Dimulai
Passion Dibangun, Bukan Ditemukan
Saat Kekaguman Menjadi Penghalang
Rahasia Napas Membuka Pintu Rezeki
Kebiasaan Orang yang Sulit Dikalahkan Keadaan
Kebiasaan Diam-diam yang Merusak Kualitas Hidup
Cara Melatih Pikiran agar Tidak Mudah Dikendalikan Emosi
Energi Pikiran: Bagaimana Fokus Mengubah Perilaku dan Hasil Hidup

Artikel Pilihan

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:56 WITA

Jangan Menyerah, Bab Terbaik Hidupmu Baru Dimulai

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:07 WITA

Passion Dibangun, Bukan Ditemukan

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:47 WITA

Saat Kekaguman Menjadi Penghalang

Senin, 1 Juni 2026 - 01:13 WITA

Kebiasaan Orang yang Sulit Dikalahkan Keadaan

Senin, 1 Juni 2026 - 00:53 WITA

Kebiasaan Diam-diam yang Merusak Kualitas Hidup

Artikel Lainnya

Ilustrasi dibuat dengan AI

Motivasi

Jangan Menyerah, Bab Terbaik Hidupmu Baru Dimulai

Kamis, 2 Jul 2026 - 18:56 WITA

Ilustrasi dibuat dengan AI

Spiritual

Spiritualitas Bukan Soal Tingkatan

Kamis, 2 Jul 2026 - 18:38 WITA

Ilustrasi dibuat dengan AI

Spiritual

Kebenaran Hakiki Tak Pernah Berubah

Kamis, 2 Jul 2026 - 18:21 WITA

Ilustrasi dibuat dengan AI

Motivasi

Passion Dibangun, Bukan Ditemukan

Kamis, 2 Jul 2026 - 18:07 WITA

Ilustrasi dibuat dengan AI

Motivasi

Saat Kekaguman Menjadi Penghalang

Kamis, 2 Jul 2026 - 16:47 WITA