Mengenal Tophi, Komplikasi Asam Urat Karena Tidak Diobati

Kamis, 9 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asam Urat/Ilustrasi

Asam Urat/Ilustrasi

Tidak bisa disepelekan, asam urat kronis bisa memicu komplikasi tophi. Tophi atau tofus merupakan kondisi yang memengaruhi sendi dan rentang gerak penderitanya.

Asam urat terjadi karena penumpukan kristal di sendi yang menyebabkan peradangan dan nyeri. Asam urat harus segera ditangani, karena jika dibiarkan kondisi ini memicu munculnya komplikasi, salah satunya tophi.

Tophi atau tofus adalah benjolan yang disebabkan oleh penumpukan kristal di area sendi.

Ketahui lebih lanjut tentang komplikasi asam urat berikut ini.

Penyebab dan Gejala Tophi

Tophi berkembang pada orang dengan asam urat kronis atau berlangsung lama. Komplikasi ini dapat terjadi karena penderita asam urat tidak mengobati penyakitnya.

Biasanya, memerlukan waktu sekitar 10 tahun atau lebih hingga komplikasi tophi muncul.

Menurut dr. Muhammad Iqbal Ramadhan, selain karena asam urat kronis, gaya hidup pasien juga memengaruhi munculnya tophi.

BACA JUGA :  Epilepsi: Penyebab, Risiko Kejang di Tempat Umum, dan Peran Hipnoterapi

“Tophi terjadi karena penumpukan produksi purin berlebih. Ini juga disebabkan gaya hidup yang tidak diperbaiki, seperti makan organ dalam hewan (paru, limpa, jantung, usus), daging, dan seafood,” kata dr. Iqbal.

Melansir Arthritis Health, purin berlebih dalam tubuh akan meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Kondisi ini akan memicu pembentukan kristal asam urat, sehingga seseorang dapat mengalami penyakit asam urat.

Biasanya, tofus terbentuk di salah satu bagian tubuh, seperti kaki, lutut, pergelangan tangan, jari, tendon achilles, dan telinga.

Komplikasi asam urat ini juga seringkali muncul di beberapa jaringan berikut, seperti:

  • Tendon yang menghubungkan sendi dan otot.
  • Tulang rawan pada area sendi.
  • Membran sinovial, yakni membran yang melapisi tulang rawan sendi.
  • Jaringan lunak di sendi.
  • Bursae (organ yang terletak di bawah kulit atau di atas sendi).
BACA JUGA :  Dahsyat, Akar Pepaya Rontokkan Semua Penyakit, Sehatkan Jantung

Sementara itu, tofus juga bisa muncul pada jaringan ikat yang tidak terdapat di sendi, misalnya sklera atau bagian putih mata, ginjal, dan katup jantung (aorta).

Komplikasi asam urat ini umumnya tidak memicu rasa sakit. Tophi akan memicu rasa sakit saat mengalami pembengkakan dan peradangan.

Tofus yang tidak diobati akan merusak jaringan sendi, sehingga sakit atau nyeri yang Anda rasakan makin parah. Kondisi ini juga akan membuat persendian terlihat bengkok.

Tofus akan membuat kulit meregang, bahkan terluka. Kondisi ini bisa membuat benjolan pecah dan mengeluarkan massa atau jaringan berwarna putih. Cairan tersebut berasal dari asam urat yang mengeras.

Gejala yang akan Anda alami saat tophi muncul, antara lain:

  • Bengkak, nyeri saat ditekan, dan sensasi hangat di area tophi.
  • Sendi tidak nyaman saat digerakkan atau sulit digerakkan selama berhari-hari.
  • Rasa sakit di sendi yang terdapat tophi.
  • Kehilangan rentang gerak sendi.
BACA JUGA :  Puasa dapat Picu Kesembuhan, Aman bagi Penderita Gerd

Kapan Harus ke Dokter?

Jika benjolan berukuran kecil dan tidak memicu rasa sakit ataupun membatasi gerak sendi, maka tofus tidak perlu dihilangkan. Namun, Anda perlu minum obat untuk mengecilkan benjolan tersebut.

Saat topi membesar, Anda harus berkonsultasi kepada dokter agar tidak terjadi kerusakan pada sendi atau mengurangi ruang gerak.

Nantinya, dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan salah satu operasi berikut, seperti:

  • Mengeluarkan tophi dengan menyayat kulit.
  • Operasi penggantian sendi, saat sendi telah rusak dan sulit digunakan.

Dokter dapat memberikan obat asam urat untuk mengurangi risiko tophi. Obat-obat tersebut, seperti NonSteroidal Anti Inflammatory Drugs (NSAID), kortikosteroid, xanthine oxidase inhibitors (XOIs), dan obat urikosurik.

 

Source : Klikdokter

Artikel Pilihan

Olahraga Saat Puasa, Kapan Waktu Terbaik dan Seberapa Aman?
Puasa dan Kesehatan Jantung: Manfaat yang Jarang Disadari
Rahasia Kelaki-lakian: ‘Viagra Alami’ dari Bit, Bayam, Ubi, dan Tomat
Epilepsi: Penyebab, Risiko Kejang di Tempat Umum, dan Peran Hipnoterapi
Puasa Aktifkan Autofagi, Proses Perbaikan Sel
Waspada! Kebanyakan Tidur Saat Puasa Bisa Bahaya
Bahaya Makan Manis Berlebihan Saat Berbuka Puasa
Habis Berbuka Puasa Malah Lemas? Begini Cara Mengatasinya!

Artikel Pilihan

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:11 WITA

Olahraga Saat Puasa, Kapan Waktu Terbaik dan Seberapa Aman?

Sabtu, 21 Februari 2026 - 21:59 WITA

Puasa dan Kesehatan Jantung: Manfaat yang Jarang Disadari

Sabtu, 20 September 2025 - 16:23 WITA

Rahasia Kelaki-lakian: ‘Viagra Alami’ dari Bit, Bayam, Ubi, dan Tomat

Senin, 12 Mei 2025 - 22:00 WITA

Epilepsi: Penyebab, Risiko Kejang di Tempat Umum, dan Peran Hipnoterapi

Rabu, 5 Maret 2025 - 13:14 WITA

Puasa Aktifkan Autofagi, Proses Perbaikan Sel

Artikel Lainnya

Ilustrasi Perang Timur Tengah

Motivasi

Belajar Syukur dari Negeri yang Terluka Perang

Kamis, 5 Mar 2026 - 00:41 WITA

Ilustrasi

Hypnotherapy

Meditasi di Bulan Ramadan, Aman dan Penuh Manfaat

Sabtu, 21 Feb 2026 - 22:30 WITA

Ilustrasi

Health

Puasa dan Kesehatan Jantung: Manfaat yang Jarang Disadari

Sabtu, 21 Feb 2026 - 21:59 WITA

Ilustrasi

Pencerahan

Ramadan Momentum Perbaiki Gaya Hidup

Sabtu, 21 Feb 2026 - 21:47 WITA