Law of Attraction dalam Momen Kesadaran Hati

Kamis, 13 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Law of Attraction

Ilustrasi Law of Attraction

Sewaktu SMP dulu, saya seringkali naik sepeda ke Perpustakaan Wilayah yang terletak di Jalan Sultan Alauddin Makassar.

Menyenangkan berada di sana kala itu karena bisa membaca majalah Bobo, buku cerita, dan buku-buku pengetahuan lainnya.

Suatu hari Perpustakaan Wilayah mengadakan undian berhadiah. Teman saya waktu itu melihat ada undian berhadiah dan mengajak saya untuk bersamanya mengikuti undian berhadiah.

Setelah mengambil form dan mengisi beberapa pertanyaan yang ada pada form, saya pun menuju kotak undian untuk memasukkan kertas jawaban tersebut.

Saat kertas jawaban menyetuh lubang kotak undian, tiba-tiba hadir sebuah perasaan selama sekitar 2 detik, yang waktu itu saya sadari sesaat kehadirannya tapi kemudian saya abaikan. Saat itu yang saya rasakan adalah perasaan bahwa saya mendapat hadiah pertama.

Waktu terasa berhenti dan ruang pun seolah menghilang. Yang ada hanya diri saya dan keberadaan perasaan tersebut.

Saya berada di momen masa kini dengan merasakan bahwa saat ini juga telah mendapatkan hadiah pertama.

Karena masih SMP dan tidak paham apa yang terjadi, momen kehadiran itu akhirnya saya abaikan dan tidak memikirkannya secara serius.

Setelah memasukkan lembar jawaban, saya pun pulang ke rumah dan sama sekali tidak lagi memikirkan undian berhadiah.

Hingga suatu hari, saya kembali lagi mengunjungi Perpustakaan Wilayah seperti biasa untuk membaca buku.

BACA JUGA :  Mencari Alasan Vs Menciptakan Alasan

Saat itu ternyata telah ada pengumuman undian. Saya bahkan telah lupa bahwa pernah ada undian sebelumnya.

Ketika menuju papan pengumuman, ternyata nama saya benar-benar berada di urutan pertama penerima hadiah undian.

Dan perasaan yang saya rasakan saat melihat itu sama persis dengan saat memasukkan lembar jawaban ke kotak undian.

Belakangan baru saya ketahui bahwa momen kehadiran di hati itulah yang disebut dengan Law of Attraction (LoA).

Momen-momen berupa hadirnya suatu perasaan berupa kehadiran sesuatu di hati tentu pernah dialami oleh siapapun diantara kita.

Biasanya terjadi secara alamiah tanpa disadari oleh diri kita. Tiba-tiba saja hadir perasaan seolah-olah ingin makan pisang goreng dan betapa nikmatnya pisang goreng yang hadir di hati kita dan keajaiban terjadi.

Tiba-tiba ada tetangga membawa pisang goreng di sore hari. Pisang goreng bisa diganti dengan apa saja dan yang terasa di hati itupun hadir tanpa diduga-duga.

LoA bekerja berdasarkan tiga faktor

Pertama, adanya usaha yang relevan (berupa mengikuti undian atau usaha apapun yang relevan dengan yang akan ditarik melalui LoA).

Kedua, hadir perasaan yang kuat bahwa kita telah mendapatkannya.

Kehadiran perasaan ini ditandai dengan hilangnya waktu, hilangnya keadaan sekitar, dan hilangnya kedirian diri.

BACA JUGA :  Belief Systems Sangat Mempengaruhi Nasib

Yang ada hanya perasaan itu yang hadir di masa kini. Kita tenggelam ke dalam perasaan itu sehingga tidak lagi berada pada dimensi waktu, ruang, dan kedirian.

Ketiga, tidak melibatkan ego ke dalam perasaan tersebut.

Kita tidak lagi terus memikirkannya dan seolah ingin memaksakan ego agar segera terwujud.

Mengabaikan hadirnya perasaan tadi berarti kita membiarkannya mengendap di bawah sadar sambil tetap melakukan aktivitas dan usaha.

Mengabaikan berarti bahwa kita melepaskan kedirian kita akan hadirnya perasaan tersebut.

Kita melepaskan ego kita. Karena ketika kita tidak keluar dari kedirian, maka saat itu kita kembali berada ke dalam dimensi ruang dan waktu.

Kita tidak lagi hadir pada masa saat ini, tapi kembali terikat ruang dan waktu sehingga menguatkan ego untuk bertanya kapan bisa segera terwujud perasaan yang kita rasakan.

Pertanyaan “kapan” berarti kita telah melibatkan kedirian (ego) dan sesungguhnya kita telah menghadirkan rasa tidak percaya bahwa yang kita harapkan telah terjadi pada diri kita.

Karena kita adalah makhluk yang senantiasa meminta kepada-Nya, maka saat kedirian kita hadir, ego kita pun turut hadir untuk merasa ngotot bahwa yang kita inginkan mesti terwujud. Hadirnya kedirian (ego) justru memperlemah kekuatan energi dari LoA.

Karena meminta kepada-Nya berarti kita menyadari bahwa kekuatan sesungguhnya hanya berasal dari-Nya.

BACA JUGA :  Emosi Sebagai Pengikat Persepsi dan Kunci Merubah Diri

Bahwa terwujudnya segala hal hanya datang dari-Nya. Kita hanya cukup merasakan bahwa tujuan kita telah terwujud di hati.

Itulah sebabnya, kita mesti berada dalam kesadaran murni. Kesadaran yang tidak lagi terikat oleh waktu, ruang, dan kedirian (ego). Kesadaran yang murni hanya menerima takdir-Nya dengan sepenuh hati.

Oleh sebab itu, penting untuk “mengabaikan” perasaan kehadiran yang telah kita rasakan.

Saya beri tanda kutip karena perasaan tersebut bisa tetap kita ulangi kehadirannya, hanya ketika kita benar-benar berada di dalam kesadaran murni.

Tanpa itu, maka abaikan (biarkan mengendap) di bawah sadar kita dan kembalilah fokus dan memikirkan aktivitas dan usaha kita.

Karena jika tidak mengabaikannya, maka akan terjebak pada rasa ingin yang berlebihan; rasa ngotot untuk segera mendapatkannya.

Saat itu kita tidak lagi mengaktifkan LoA, tapi justru fokus pada ketiadaan. Karena merasa ngotot berarti merasa tidak memiliki sesuatu. Sehingga itulah mengapa menjadi ngotot.

Jika perasaan merasa telah memiliki mengaktifkan LoA dan membuat kita bergerak menuju “apa yang telah kita miliki”.

Sebaliknya perasaan ngotot melahirkan kecemasan dan ketakutan yang membuat diri terus memikirkan bahwa “memang belum memilikinya”. Dan membuat diri bergerak ke arah “ketiadaan apa-apa”.

Artikel Pilihan

Belajar Syukur dari Negeri yang Terluka Perang
Mendobrak Rezeki Uang Berlimpah Lewat Alam Bawah Sadar
Antara Menyerah dan Berserah: Sikap Batin yang Membentuk Takdir
Salah Kaprah Menganggap Semesta Menggerakkan Kejadian Secara Magis
Impian Tercapai Bukan Karena “Semesta Bekerja Magis”
Manifestasi Versi Rasional dan The Secret: Apa yang Sebenarnya Bertemu?
Kita Semua Beruntung dengan Versinya Tersendiri
Selalu Sisakan Ruang untuk Kecewa

Artikel Pilihan

Kamis, 5 Maret 2026 - 00:41 WITA

Belajar Syukur dari Negeri yang Terluka Perang

Selasa, 6 Januari 2026 - 22:10 WITA

Mendobrak Rezeki Uang Berlimpah Lewat Alam Bawah Sadar

Sabtu, 3 Januari 2026 - 16:38 WITA

Antara Menyerah dan Berserah: Sikap Batin yang Membentuk Takdir

Rabu, 24 Desember 2025 - 16:02 WITA

Salah Kaprah Menganggap Semesta Menggerakkan Kejadian Secara Magis

Rabu, 24 Desember 2025 - 15:28 WITA

Impian Tercapai Bukan Karena “Semesta Bekerja Magis”

Artikel Lainnya

Ilustrasi Perang Timur Tengah

Motivasi

Belajar Syukur dari Negeri yang Terluka Perang

Kamis, 5 Mar 2026 - 00:41 WITA

Ilustrasi

Hypnotherapy

Meditasi di Bulan Ramadan, Aman dan Penuh Manfaat

Sabtu, 21 Feb 2026 - 22:30 WITA

Ilustrasi

Health

Puasa dan Kesehatan Jantung: Manfaat yang Jarang Disadari

Sabtu, 21 Feb 2026 - 21:59 WITA

Ilustrasi

Pencerahan

Ramadan Momentum Perbaiki Gaya Hidup

Sabtu, 21 Feb 2026 - 21:47 WITA