Hati-hati, Tubuh Itu Mematuhi Perasaan

Selasa, 14 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hati-hati, Tubuh Itu Mematuhi Perasaan (Ilustrasi)

Hati-hati, Tubuh Itu Mematuhi Perasaan (Ilustrasi)

Saat kita memikirkan betapa nikmatnya es teh manis dan merasakannya dengan pikiran, maka tubuh akan meresponnya.

Jika perasaan itu terasa sangat nyata bahwa kita memang sedang menikmati es teh manis, maka otomatis tubuh akan merespon.

Jadi apa yang kita rasakan tersebut dengan benar-benar membuat lidah kita merasakan manisnya es teh manis tersebut.

Sebaliknya, bila menyimpan amarah yang terpendam, maka amarah tersebut akan direspon tubuh.

BACA JUGA :  Persepsi Adalah Penghadang Mental (Bagian 3)

Dengan demikian, amarah itu akan membuat seseorang merasakan getaran hebat pada tubuhnya.

Jika dipendam terlalu dalam, seringkali menyebabkan demam dan akhirnya sakit.

Begitu pula saat seseorang merasa seperti, “Tidak enak perasaan, rasanya maagku sakit, tidak enak sekali rasanya ini…dan bla…bla….”

Meski sesaat atau pun “dalam” hal yang dirasakan itu maka tubuh pun akan benar-benar sakit.

Jika perasaan tersebut diulangi dan diulangi lagi maka intensitasnya semakin menguat, tubuh pun akan benar-benar semakin meresponnya dan menjadikan sakit dua kali lipat.

BACA JUGA :  Bergulat dengan Pikiran Sendiri

Perasaan malu, rasa bersalah, apati, kesedihan, takut, dan marah adalah perasaan-perasaan yang membuat tubuh cenderung mudah sakit. Ya, karena tubuh memang mematuhi perasaan.

Sebaliknya, perasaan cinta, kasih sayang, sabar, ikhlas, bahagia dan memaafkan akan membuat tubuh justru mudah menyembuhkan penyakit yang dialami dan membuat kita menjadi lebih sehat dan berenergi.

BACA JUGA :  Mengubah Emosi, Mengubah Sikap dan Perilaku

Semua sel tubuh kita akan selalu selaras dengan apa yang kita rasakan. Dengan mengubah perasaan, kita sesungguhnya mengubah keadaan jiwa dan tubuh kita.

Masihkah anda hobi “merasa”? Jika masih “merasa” maka merasalah yang baik-baik saja agar tubuh senantiasa sehat.

 

Penulis : Syahril Syam, ST, C.Ht, L.NLP Pakar Pengembangan Diri

Artikel Pilihan

Mengapa Kita Kembali ke Pola Lama Saat Stres?
Meditasi di Bulan Ramadan, Aman dan Penuh Manfaat
Mengenal Skizofrenia dan Cara Penyembuhan Lewat Hipnoterapi
Sembuhkan Ginjal, Jantung, Paru-Paru Lewat Cara Ini
Virus Tak Perlu Ditakuti
Olah Nafas dan Kenali Diri: Kunci Ketenangan Batin
Cara Atasi Anxiety
Mindfulness: Teknik dan Tips

Artikel Pilihan

Sabtu, 4 April 2026 - 08:45 WITA

Mengapa Kita Kembali ke Pola Lama Saat Stres?

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:30 WITA

Meditasi di Bulan Ramadan, Aman dan Penuh Manfaat

Rabu, 5 November 2025 - 23:16 WITA

Mengenal Skizofrenia dan Cara Penyembuhan Lewat Hipnoterapi

Kamis, 30 Oktober 2025 - 15:45 WITA

Sembuhkan Ginjal, Jantung, Paru-Paru Lewat Cara Ini

Rabu, 8 Januari 2025 - 15:40 WITA

Virus Tak Perlu Ditakuti

Artikel Lainnya

Ilustrasi

NLP

7 Tahapan NLP Mengubah Pola Pikir

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:28 WITA

Ilustrasi

NLP

Mengenal Terapi NLP dan Teknik Pemrogramannya

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:55 WITA