Perasaan Versus Perasaan

Selasa, 26 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi emosi dan perasaan

Ilustrasi emosi dan perasaan

Sebagai manusia kita memiliki perasaan marah, iri hati, dengki, dendam, sakit hati, kecewa, sombong, rasa bersalah, permusuhan, agresi, persaingan, kebencian, frustrasi, ketakutan, kecemasan, kecemburuan, rasa tidak aman, rasa malu, kesedihan, depresi, keputusasaan, ketidakberdayaan, dan berbagai perasaan destruktif lainnya.

Di sisi lain kita juga memiliki perasaan cinta, kasih sayang, ramah, peduli, berbagi, senang, syukur, sabar, bahagia, rendah hati, rasa kebersamaan, berani, adil, memaafkan, merasa aman, tenang, berdaya, optimis, dan berbagai perasaan konstruktif lainnya.

BACA JUGA :  Dahsyatnya Kekuatan Hati yang Jernih

Semua perasaan tersebut, sadar atau tidak sadar, cenderung men-drive pikiran, sikap, dan perilaku kita sehari-hari. Apapun yang kita rasakan akan membuat otak kita menghasilkan pikiran yang sejalan dengan perasaan yang kita rasa, kemudian akan membuat kita mengambil sikap, dan akhirnya berperilaku sehingga menjadi pengalaman yang rutin kita alami sehari-hari.

Karena manusia hanya mempunyai satu hati, maka menjadi wajar, hati yang destruktif membuat seseorang semakin destruktif. Sedangkan hati yang konstruktif membuat kita semakin konstruktif.

BACA JUGA :  Bahaya Tersembunyi dari Mengalihkan Perhatian

Pada hati-lah tercermin siapa kita sesungguhnya. Hati adalah wadah perasaan yang di dalamnya tidak bisa menyatu perasaan destruktif dan konstruktif sekaligus.

Selain bahwa perasaan menentukan pengalaman hidup seperti apa yang kita jalani, setiap perasaan juga senantiasa berefek pada DNA dan sel tubuh kita.

Alih-alih merasa nyaman dengan diri sendiri, kita sudah seharusnya terus mengubah diri kita menjadi lebih baik; melakukan transformasi diri setiap saat.

BACA JUGA :  Syukur adalah Kelimpahan Rezeki Tak Terduga-duga

Transformasi adalah tentang menata hati kita agar berpindah dari merasa destruktfi ke konstruktif. Transformasi adalah tentang memperkuat intensitas perasaan konstruktif kita agar menjadi teraktual sempurna.

Kunci kebahagiaan ada di tangan kita masing-masing, ingin menjadikan hati kita seperti yang bagaimana?

Dan karena hati adalah salah satu fakultas jiwa (diri) yang non materi, maka transformasi hati tidak akan pernah bergantung pada segala hal yang material (duniawi).

Artikel Pilihan

Menggapai Jati Diri yang Alamiah
The Power of Magnet Hati
Baik dan Buruk adalah Hiasan Pesta, Bukalah Kedua Matamu
Syukur adalah Kelimpahan Rezeki Tak Terduga-duga
Kunci Ketenangan Hati dan Harmonisasi
Pertarungan Antara Hati dan Pikiran
Hati Jadi Kunci Hubungan Manusia dengan Tuhan
Dahsyatnya Kekuatan Hati yang Jernih

Artikel Pilihan

Rabu, 8 Januari 2025 - 11:35 WITA

Menggapai Jati Diri yang Alamiah

Minggu, 16 Juni 2024 - 16:55 WITA

The Power of Magnet Hati

Selasa, 26 September 2023 - 00:59 WITA

Perasaan Versus Perasaan

Kamis, 1 Juni 2023 - 09:21 WITA

Baik dan Buruk adalah Hiasan Pesta, Bukalah Kedua Matamu

Jumat, 17 Maret 2023 - 14:25 WITA

Syukur adalah Kelimpahan Rezeki Tak Terduga-duga

Artikel Lainnya

Ilustrasi Perang Timur Tengah

Motivasi

Belajar Syukur dari Negeri yang Terluka Perang

Kamis, 5 Mar 2026 - 00:41 WITA

Ilustrasi

Hypnotherapy

Meditasi di Bulan Ramadan, Aman dan Penuh Manfaat

Sabtu, 21 Feb 2026 - 22:30 WITA

Ilustrasi

Health

Puasa dan Kesehatan Jantung: Manfaat yang Jarang Disadari

Sabtu, 21 Feb 2026 - 21:59 WITA

Ilustrasi

Pencerahan

Ramadan Momentum Perbaiki Gaya Hidup

Sabtu, 21 Feb 2026 - 21:47 WITA