Menerima Tuhan dengan Segala Bentuk Rasa-Nya

Senin, 20 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menerima Tuhan dengan Segala Bentuk Rasa-Nya

Menerima Tuhan dengan Segala Bentuk Rasa-Nya

Sebagian besar manusia miliki pemahaman spesifik untuk hidupnya. Contoh, “Saya menginginkan permen rasa strawberry!”

Tidak hanya rasa, tetapi warna dan wanginya pun digambarkannya dengan spesifik.

Ini saya sebutkan sebagai Kesadaran tingkat dasar.

Pada kesadaran tingkat lebih tinggi, beberapa orang menyadari bahwa rasa permen itu beraneka ragam.

Jadi mengapa harus memilih salah satu rasa saja? Mereka pun berkata, “Saya ingin permen. Rasa apa pun saya terima, asalkan rasanya manis dan lezat.”

BACA JUGA :  Aku Sesuai Persepsi Hamba-Ku

Pada kesadaran di tingkat yang lebih tinggi lagi, sebagian kecil orang menyadari bahwa hidup ini tidak hanya manis saja.

Tuhan tidak menciptakan hanya rasa manis. Tetapi juga ada rasa pahit. Manis dan pahit adalah dari Tuhan juga.

Pendekatan diri kepada Tuhan, atau perjalanan spiritual manusia seharusnya juga menerima Tuhan dengan segala bentuk rasa-Nya.

BACA JUGA :  Alam Semesta Berperilaku Alamiah

Maka ia pun berkata, “Saya menerima apa pun rasa permen itu, manis dan pahit.”

Di tingkat kesadaran tertinggi, sebagian kecil manusia memahami kebenaran yang hakiki. Yaitu Tidak ada Tuhan selain Tuhan.

Maka ia pun berkata, “Permen adalah ilusi. Permen tidak relevan, karena saya sudah berada bersama Sang Pencipta Permen itu.”

Namun, hampir tidaklah mungkin mengangkat mereka yang di level kesadaran bawah kecuali mereka sendiri yang naik ke atas.

BACA JUGA :  Doa Rezeki Berkelas Itu Bukan Meminta Uang

Dan bagi yang sudah di atas, kalian tidak perlu turun lagi ke bawah untuk menjemput mereka. Siapa pun yang berada di bawah itu; bahkan keluarga sekali pun.

Karena perjalananmu hanya seorang diri. Perjalananmu hanya ada satu arah, yaitu ke atas. Hanya ada kau dan Tuhan.

Bersabar, berserah dirilah.
Naikilah anak tangga itu. Lagi… dan lagi…(***)

Artikel Pilihan

Selain Jam Kembar, Ini Arti Jam Terbalik yang Dianggap Firasat
Jalan Sunyi Menemukan Diri Sejati
Mengakui Batas Ilmu, Tanpa Merendahkan Ilmu
Eksistensi di Antara Dua Dunia
Mentalmu adalah Wadah Takdirmu
Aku Sesuai Persepsi Hamba-Ku
Mengenal Qi, Prana, Tenaga Dalam, Reiki, dan Telekinesis
Melampaui Hawa Nafsu, Puasa Ramadan sebagai Jalan Pencerahan

Artikel Pilihan

Minggu, 4 Januari 2026 - 19:02 WITA

Selain Jam Kembar, Ini Arti Jam Terbalik yang Dianggap Firasat

Sabtu, 3 Januari 2026 - 17:07 WITA

Jalan Sunyi Menemukan Diri Sejati

Selasa, 23 Desember 2025 - 23:10 WITA

Mengakui Batas Ilmu, Tanpa Merendahkan Ilmu

Selasa, 7 Oktober 2025 - 19:21 WITA

Eksistensi di Antara Dua Dunia

Jumat, 4 Juli 2025 - 19:00 WITA

Mentalmu adalah Wadah Takdirmu

Artikel Lainnya

Ilustrasi

NLP

7 Tahapan NLP Mengubah Pola Pikir

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:28 WITA

Ilustrasi

NLP

Mengenal Terapi NLP dan Teknik Pemrogramannya

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:55 WITA