Alam Semesta Berperilaku Alamiah

Jumat, 8 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemandangan galaksi Andromeda yang menakjubkan dan mendetail, menunjukkan inti pusatnya yang terang dan lengan spiral yang berputar-putar, dikelilingi oleh bintang-bintang yang tak terhitung jumlahnya dengan latar belakang alam semesta yang gelap.

Pemandangan galaksi Andromeda yang menakjubkan dan mendetail, menunjukkan inti pusatnya yang terang dan lengan spiral yang berputar-putar, dikelilingi oleh bintang-bintang yang tak terhitung jumlahnya dengan latar belakang alam semesta yang gelap.

Setiap kejadian tidak terlepas dari desain alam. Tidak ada yang benar dan salah. Buruk dan baik. Semua adalah alamiah.

Sesuatu yang ‘katanya’ baik, dapat berakibat pada keburukan. Cinta adalah hal yang baik, namun dengan mencintai sesuatu, maka akan ada kesedihan, yaitu bila yang kita cintai tidak ada lagi di sisi ktia.

Namun dengan rasa sedih itu, akan datang rasa cinta karena rasa sedih menggerakkan rasa kasih yang kemudian membuahkan cinta.

Renungkanlah, Anda pasti pernah mengalami hal ini. Ini adalah sebuah siklus yang alamiah. Cinta dan sedih adalah dua kualitas dengan nilai yang sama.

Semakin anda belajar, maka anda semakin banyak tau, pengetahuan itu membuka kebaikan dan keburukan secara bersama-sama. Baik dan buruknya sama. Salah dan benar juga sama.

‘Perbedaan’ yang memisahkan makna keduanya adalah ilusi yang dibuat oleh ego manusia. Keduanya selalu ada secara bersamaan dan berdampingan. Salah satu tidak bisa dihindari, keduanya akan stabil dalam keadaan seimbang. Demikianlah desain alam ini.

BACA JUGA :  Sekuntum Teratai dan Perjalanan Kesadaran Manusia

Termasuk siklus perubahan tingkat kesadaran itu sendiri. Desain alam menghasilkan alam kosmos penuh bintang dan galaksi. Mereka berevolusi, berotasi, bergerak, berperilaku yang mempengaruhi satu sama lain pada semua aspek, baik material maupun spiritual bagi seluruh alam ini.

Dengan pola dan desain ini pula terjadi pergerakan kesadaran, yang tadinya dalam kesatuan yang seimbang, menjadi terpisah, yang nantinya akan bersatu kembali.

Kesatuan menghasilkan keterpisahan, yang kemudian menghasilkan kesatuan kembali. Demikanlah alam ini bekerja. Saat ini telah ada jarak keterpisahan antara pola dasar dengan manusia.

Keterpisahan ini menimbulkan rasa kerinduan, rasa kasih antar sesama. Manusia tidak bisa hidup tanpa manusia lainnya. Manusia tidak dapat hidup tanpa alam.

BACA JUGA :  Terjebak dalam Polarisasi Antara Kesulitan dan Kemudahan

Jika Anda memikirkan hal ini, maka Anda mungkin pernah mengalaminya, baik disadari maupun tidak disadari. Anda pernah merasakan siraman kebahagiaan yang begitu hangatnya di hati Anda dikala Anda mampu membantu orang lain yang sedang dilanda kesulitan.

Memberikan sebagian harta anda kepada fakir miskin, anak yatim dan piatu, dan melihat senyuman kecil dari seorang anak yang berterima kasih atas pertolongan anda, adalah sebuah kebahagiaan yang tak terbayangkan dan hanya bisa dialami sendiri-sendiri untuk memahaminya.

Suatu kebahagiaan dan kesedihan yang keduanya datang bersama-sama. Inilah cinta dan kasih Tuhan. Inilah bahasa alam.

Terjadi kerinduan dan kasih antara manusia dan manusia, manusia dan alam. Antara manusia dan kesadaran Tuhan. Manusia bisa menjangkaunya.

Kita bisa membangkitan ingatan kita kembali kepada ‘kesatuan’ yang pernah kita alami dahulu, dengan mengerti ‘bahasa’ alam. Bahasa alam adalah pengetahuan akan kebenaran yang hakiki, yang berlaku dimana saja, baik materi maupun spiritual.

BACA JUGA :  Self Healing dan Menciptakan Blue Zone Pada Diri Sendiri

Sebuah pengetahuan akan kesadaran Tuhan. Yakni dengan menyadari, hingga kita berani mengakui kebenarannya.

Alam selalu berbicara dengan kita, namun sebagian besar dari kita tidak menyadari atau memahaminya. Hal ini karena adanya keterpisahan yang sudah disinggung di atas.

Logika kita hanya mampu menerima bahasa yang dapat diterjemahkan ke dalam kosa-kata. Sedangkan suara alam tidak terdengar oleh telinga fisik kita.

Alam adalah rasa. Ia berkomunikasi dengan kita dalam rasa. Seperti saat Anda merasakan cinta dan kasih, Dan rasa seperti otot, ia dapat dilatih untuk lebih kuat/peka terhadap suara alam, terhadap suara pola dasar – kesadaran Tuhan.

 

– Ibhe Ananda-

Artikel Pilihan

Aku, Ego, dan Melampaui Dualitas: Apa yang Sebenarnya Dimaksud?
Aku Adalah Pikiran dan Cerita Hidupku: Mengapa Ego Sulit Dilepaskan?
Membongkar Mitos Mata Batin, Mengapa 90 Persen Orang Gagal
Mengapa Intuisi Sering Lebih Tajam dari Logika?
Semesta, Energi, dan Kosmologi: Membaca Pola Realitas
Selain Jam Kembar, Ini Arti Jam Terbalik yang Dianggap Firasat
Jalan Sunyi Menemukan Diri Sejati
Mengakui Batas Ilmu, Tanpa Merendahkan Ilmu

Artikel Pilihan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:39 WITA

Aku, Ego, dan Melampaui Dualitas: Apa yang Sebenarnya Dimaksud?

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:14 WITA

Aku Adalah Pikiran dan Cerita Hidupku: Mengapa Ego Sulit Dilepaskan?

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:14 WITA

Membongkar Mitos Mata Batin, Mengapa 90 Persen Orang Gagal

Senin, 1 Juni 2026 - 01:38 WITA

Mengapa Intuisi Sering Lebih Tajam dari Logika?

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:42 WITA

Semesta, Energi, dan Kosmologi: Membaca Pola Realitas

Artikel Lainnya

Ilustrasi

Motivasi

Rahasia Napas Membuka Pintu Rezeki

Selasa, 30 Jun 2026 - 22:23 WITA

Ilustrasi

Pencerahan

Rahasia Energi Napas yang Jarang Diketahui

Selasa, 30 Jun 2026 - 22:02 WITA