Motivasi

Level Kesadaran dan Kenyataan Hidup

Icky
×

Level Kesadaran dan Kenyataan Hidup

Sebarkan artikel ini
Level Kesadaran dan Kenyataan Hidup
Level Kesadaran dan Kenyataan Hidup

Karena transformasi diri bersifat gradual, yaitu bahwa perubahan dari potensi sempurna menuju aktual sempurna memakan waktu, dan setiap penggalan waktu tersebut menunjukkan tahap-tahap perubahan, maka perubahan diri kita dalam proses menjadi lebih baik dan sempurna pun meniscayakan level-level kesadaran.

Dalam pengalaman menerapi berbagai macam masalah klien, kebanyakan dari mereka digerakkan dan dikontrol oleh emosi marah, dendam, perasaan bersalah, apati, tidak berharga, atau kombinasi dari berbagai emosi destruktif itu.

Mereka tenggelam dan larut ke dalam alam kebiasaan yang destruktif. Dan karena itu level kesadaran mereka, maka kenyataan hidup yang mereka hadapi pun penuh derita batin yang menyiksa.

BACA JUGA :  Di Ambang Kehampaan: Akhir dari Pencarian

Bawaannya mudah marah, tersinggung, kecewa, dan sakit hati, baik di lingkungan rumah maupun di lingkungan kerja dan masyarakat.

Mereka mengatakan bahwa mereka tidak marah. Namun ketika berbicara tentang orang lain atau suatu hal yang mereka benci, mereka justru bercerita sambil menampakkan kemarahan.

Karena ini level kesadaran mereka, maka seperti ini pulalah kenyataan hidup yang mereka alami.

BACA JUGA :  Kesadaran Tanpa Syarat

Mereka ingin bahagia, tapi mereka sendiri yang menciptakan kenyataan hidup penuh derita.

Mereka ingin orang lain, lingkungan, waktu, dan peristiwa berubah agar mereka bisa bahagia, tapi mereka sendiri tidak mau berubah.

Selama level kesadarannya masih di level emosi destruktif, maka selama itu pula mereka sulit merasa tenang dan damai dalam menjalani hidup.

Berbeda halnya jika kita melakukan transformasi pada diri kita. Dimana kita bergerak dari level kesadaran yang rendah dan destruktif ke level kesadaran yang tinggi dan konstruktif.

BACA JUGA :  Aku, Ego, dan Melampaui Dualitas: Apa yang Sebenarnya Dimaksud?

Saat hati kita dipenuhi kasih sayang, rasa syukur, memaafkan, kepedulian, tanggung jawab, dan emosi konstruktif lainnya, maka kenyataan hidup kita pun berubah.

Masalah hidup tidak lagi terasa derita, melainkan dinikmati dan dihadapi. Hati terasa tenang dan damai, walau menghadapi cobaan hidup.

Kegelisahan bukan lagi bersifat destruktif, tapi memicu lahirnya motivasi internal untuk melakukan yang terbaik dalam kehidupan ini.

 

Penulis : Syahril Syam, ST, C.Ht, L.NLP Pakar Pengembangan Diri

Jalan Hidup Tak Semudah 5+5=10
Motivasi

Jalan Hidup Tak Semudah 5+5=10 mengingatkan kita bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai hitungan, tetapi selalu punya maksud yang lebih besar. Lewat moitvasi spiritual ini, kita diajak percaya bahwa Terkadang Tuhan Beri Jalan 6×2+10-2-11+1=10 untuk membentuk kita menjadi lebih kuat dan bijak.

Kekuatan Sugesti: Kata-Kata adalah Energi dan Doa
Motivasi

Kekuatan sugesti mengingatkan kita bahwa setiap ucapan punya dampak, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Saat kita sadar bahwa kata kata adalah energi, kita pun lebih waspada dengan ucapanmu dan memahami bahwa ucapanmu adalah doa.

Kemarahan Terpendam Memunculkan Penyakit Mental dan Fisik
Motivasi

Di artikel ini, Anda akan menemukan cara mengatasi baper yang sederhana dan mudah diterapkan agar tidak mudah tersinggung oleh hal-hal kecil. Yuk, pahami langkah-langkah praktis untuk Hindari Baper dan menjaga hati tetap lebih tenang setiap hari.