Kepasrahan Aktif

Rabu, 13 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepasrahan Aktif

Kepasrahan Aktif

Dalam bukunya yang berjudul “Healing Words”, Larry Dossey mengemukakan bahwa doa yang dipanjatkan dengan kepasrahan memberikan tingkat pengabulan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan perasaan ngotot.

Doa (prayer) berasal dari kata latin precarius, “yang diperoleh dengan mengemis”, dan precari, “mohon” meminta dengan sangat, memohon, berharap, berdoa.

Karena doa dimulai dengan sebuah kegiatan mental, maka doa mengisyaratkan bahwa ada segi tertentu dalam jiwa kita yang juga secara murni bersifat tak terikat tempat.

Dengan demikian doa merupakan sebuah peristiwa yang tak terikat ruang dan waktu. Kita bisa melakukan kapan saja dan dimana saja.

Debbie Ford berkata bahwa insting alamiah kita adalah melakukan berbagai hal dan percaya bahwa kita dapat melakukan segalanya, bahwa kita menjadi tenaga pendorong.

BACA JUGA :  Turunnya Ego dari Otak ke Hati

Namun ketika kita menyerahkan diri untuk tidak menjadi tenaga pendorong, ada tenaga pendorong lebih besar yang akan bekerja secara jauh lebih baik daripada diri kita.

Ingatlah untuk bertanya pada diri sendiri: “Apa yang dapat saya lakukan hari ini untuk mengundurkan diri sebagai General Manager dari alam semesta, sehingga saya dapat mengijinkan apa yang seharusnya terjadi.

Harapan kepada Tuhan adalah mutlak untuk kita lakukan, karena bukankah keberadaan diri kita ini pun sepenuhnya hanya dan hanya bergantung mutlak kepada Tuhan.

Jika eksistensi diri kita bergantung sepenuhnya kepada Tuhan, maka adakah urusan baik yang tak sepenuhnya bergantung kepada Tuhan.

Kita membutuhkan Tuhan lebih dari kebutuhan akan diri kita sendiri. Oleh sebab itu, berharap kepada Tuhan meniscayakan suatu tindakan yang logis dalam mencapai tujuan.

BACA JUGA :  Doa Rezeki Berkelas Itu Bukan Meminta Uang

Seperti yang dikatakan oleh Larry dossey, bahwa kita tidak boleh menyamakan kepasrahan kepada Tuhan dengan “tidak berbuat sesuatu”.

Berharap kepada Tuhan melalui doa-doa yang kita lantunkan memberi arti menerima tanpa menjadi pasif, bersyukur tanpa menyerah kalah.

Ijinkan saya berbagi anekdot menarik yang menggambarkan betapa berharap kepada Tuhan meniscayakan suatu tindakan logis untuk mencapai tujuan:

Seorang pria alim jatuh bangkrut. Setiap kali menoleh, tampaknya ada kesulitan lain yang ditimpakan kepadanya, hingga akhirnya, seperti kata pepatah, dia “sedemikian miskinnya sampai-sampai tak mampu memberi perhatian”.

Suatu malam, dalam keputusasaan, dia berlutut, menatap ke langit, dan berdoa, “Tuhanku, kini saya melarat. Buatlah aku menang lotre – dalam waktu dekat ini!”

BACA JUGA :  Kebenaran Hakiki Tak Pernah Berubah

Pekan berikutnya, dia yakin bahwa keadaan akan membaik. Setelah tiga bulan, keyakinannya mulai goyah, dan sampai pada pengujung tahun, laki-laki itu mulai marah karena tak sepeser pun yang berhasil dimenanginya.

“Tuhan, apa Kau dengar?” dia mengemis, “Aku percaya Kau akan menolongku, tetapi satu tahun telah berlalu dan Kau tidak juga mengabulkan doaku.”

Tiba-tiba saja, langit diliputi oleh awan gelap, disertai kilat, dan sebuah suara menggelegar dari langit: “Kudengar doamu…aku dengar. Malah setiap doamu selalu Aku dengar. Tapi coba ya, minimal beli dulu lotrenya.”

Seperti kata pepatah Rusia, memohonlah kepada Tuhan, tetapi mendayunglah untuk mencapai tepian.

 

Penulis : Syahril Syam, ST, C.Ht, L.NLP Pakar Pengembangan Diri

Artikel Pilihan

Spiritualitas Bukan Soal Tingkatan
Kebenaran Hakiki Tak Pernah Berubah
Aku, Ego, dan Melampaui Dualitas: Apa yang Sebenarnya Dimaksud?
Aku Adalah Pikiran dan Cerita Hidupku: Mengapa Ego Sulit Dilepaskan?
Membongkar Mitos Mata Batin, Mengapa 90 Persen Orang Gagal
Mengapa Intuisi Sering Lebih Tajam dari Logika?
Semesta, Energi, dan Kosmologi: Membaca Pola Realitas
Selain Jam Kembar, Ini Arti Jam Terbalik yang Dianggap Firasat

Artikel Pilihan

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:38 WITA

Spiritualitas Bukan Soal Tingkatan

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:21 WITA

Kebenaran Hakiki Tak Pernah Berubah

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:39 WITA

Aku, Ego, dan Melampaui Dualitas: Apa yang Sebenarnya Dimaksud?

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:14 WITA

Aku Adalah Pikiran dan Cerita Hidupku: Mengapa Ego Sulit Dilepaskan?

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:14 WITA

Membongkar Mitos Mata Batin, Mengapa 90 Persen Orang Gagal

Artikel Lainnya

Ilustrasi dibuat dengan AI

Motivasi

Jangan Menyerah, Bab Terbaik Hidupmu Baru Dimulai

Kamis, 2 Jul 2026 - 18:56 WITA

Ilustrasi dibuat dengan AI

Spiritual

Spiritualitas Bukan Soal Tingkatan

Kamis, 2 Jul 2026 - 18:38 WITA

Ilustrasi dibuat dengan AI

Spiritual

Kebenaran Hakiki Tak Pernah Berubah

Kamis, 2 Jul 2026 - 18:21 WITA

Ilustrasi dibuat dengan AI

Motivasi

Passion Dibangun, Bukan Ditemukan

Kamis, 2 Jul 2026 - 18:07 WITA

Ilustrasi dibuat dengan AI

Motivasi

Saat Kekaguman Menjadi Penghalang

Kamis, 2 Jul 2026 - 16:47 WITA