Pencerahan

Cinta Tersurat Menggores Langit Hati

Icky
×

Cinta Tersurat Menggores Langit Hati

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

Pada mulanya adalah fisik. Seterusnya adalah budi. Raga menantikan pandanganmu. Jiwa membangun simpatimu. Badan mengeluarkan gelombang magnetiknya. Jiwa meniupkan kebajikannya.

Begitulah cinta tersurat di langit kebenaran. Bahwa karena cinta jiwa harus selalu berujung dengan sentuhan fisik, maka ia berdiri dalam tarikan dua pesona itu: jiwa dan raga. Tapi selalu ada bias disini.

Ketika ketertarikan fisik disebut cinta tapi kemudian kandas ditengah jalan. Atau ketika cinta tulus pada kebajikan jiwa tak tumbuh berkembang sampai waktu yang lama.

Bias dalam jiwa ini terjadi karena ia selalu merupakan senyawa spritualitas dan libido.

Kebajikan jiwa merupakan udara yang memberi kita nafas kehidupan yang panjang. Tapi pesona fisik adalah sumbu yang senantiasa menyalakan hasrat asmara.

CINTA TANPA DEFENISI

Seperti angin membadai. Kau tak melihatnya. Kau merasakannya. Merasakan kerjanya saat ia memindahkan gunung pasir di tengah gurun

Atau merangsang amuk gelombang di laut lepas.

Atau meluluhlantakkan bangunan-bangunan angkuh di pusat kota metropolitan.

Begitulah cinta…

Ia ditakdirkan jadi kata tanpa benda. Tak terlihat. Hanya terasa. Tapi dahsyat.

Jadi cinta tidak perlu definisinya lagi juga tidak butuh penjelasan untuk dapat merasakan terik matahari.

BACA JUGA :  Dahsyatnya Kekuatan Hati yang Jernih

Kita hanya perlu tahu cara kerjanya. Cara kerjanya itulah definisinya: karena kemudian semua keajaiban terjawab disini adalah hati

CINTA BERKEMBANG JADI KATA

Cinta selalu membutuhkan kata. Tidak seperti perasaan-perasaan lain, cinta lebih membutuhkan kata lebih dari apapun.

Maka ketika cinta terkembang dalam jiwa tiba-tiba kita merasakan sebuah dorongan yang tak terbendung untuk menyatakannya.

Sebab cinta adalah gelombang makna-makna yang menggores langit hati, maka jadilah pelangi; goresannya kuat, warnanya terang, paduannya rumit, tapi semuanya nyata Indah

Itu sebabnya ada surat cinta. Ada cerita cinta, ada puisi cinta, ada lagu, semuanya adalah kata. Walaupun tidak semua kata mampu mewakili gelombang makna-makna cinta, tapi badai itu harus diberi kanal; biar dia mengalir sampai jauh.

Cinta membuat makna-makna itu jadi jauh lebih nyata dalam rekaman jiwa kita. Bukan hanya itu.

Cinta bahkan menyadarkan kita pada wujud-wujud lain dari kita; langit, laut, gunung, padang rumput, tepi pantai, gelombang, purnama, matahari, senja, gelap malam, cerah pagi, taman bunga, burung – burung

Tiba-tiba semua wujud itu punya arti, tiba-tiba semua wujud itu masuk kedalam kesadaran kita, tiba-tiba semua wujud itu menjadi bagian dalam hidup kita, tiba-tiba semua wujud itu menjadi kata yang setia menjelaskan perasaan-perasaan kita

BACA JUGA :  Sembuh dari Gerd Anxiety dan Psikosomatik, Apa Kata Mereka?

Tiba-tiba semua wujud itu berubah menjadi metafora-metafora yang memvisualkan makna-makna cinta.

Itu sebabnya para pecinta selalu berubah menjadi sastrawan atau penyair atau setidaknya menyukai karya-karya para sastrawan, menyukai puisi, atau mau belajar melantunkan lagu.

Bukan karena ia percaya bahwa ia akan benar-benar menjadi sastrawan atau penyair yang berbakat tapi semata-mata ia tidak kuat menahan gelombang makna-makna cinta.

Puisi “Aku ingin” nya Sapardi Djoko Damono mungkin bisa jadi sebuah contoh bagaimana kata mengurangi dan menjamah makna-makna itu, apakah Sapardi sedang jatuh cinta atau sedang ingin memaknai kembali cintanya? Saya tidak tahu!

Tapi begini katanya:

Aku ingin mencintaimu Dengan cara yang sederhana

Kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu Dengan cara yang sederhana

Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

PANGGILAN BELAHAN JIWA

Kebijaksanaan Ilahi adalah takdir dan suratan nasib yang membuat kita saling mencintai satu sama lain Karena takdir itulah setiap bagian dari dunia ini bertemu dengan pasangannya

BACA JUGA :  Dasar Jurnalistik, Pengertian dan Cara Menulis Berita (1)

Dalam pandangan orang-orang bijak langit adalah laki-laki dan bumi adalah perempuan; bumi memupuk apa yang telah dijatuhkan oleh langit

Jika bumi kekurangan panas maka langit mengirimkan panas kepadanya, jika bumi kehilangan kesegaran dan kelembaban, langit segera memulihkannya

Langit memayungi bumi layaknya seorang suami yang menafkahi istrinya; dan bumi pun sibuk dengan urusan rumah tangga; ia melahirkan dan menyusui segala yang telah ia lahirkan.

Cinta mengajarkan kita untuk memperoleh hak-hak kita dengan melaksanakan kewajiban-kewajiban kita kepada orang-orang lain.

Itulah yang mempertemukan dua kutub jiwa. Pertemuan itulah yang membuat kita genap menggenapi, dan saling menyempurnakan karya kehidupan.

Tak ubahnya langit dan bumi dikaruniai kecerdasan; mengapa mereka bersanding seperti sepasang kekasih?

Sebagaimana Tuhan memberikan hasrat kepada laki-laki dan perempuan sehingga menjadi terpelihara oleh kesatuan mereka

Tuhan juga menanamkan ke semua eksistensi, hasrat untuk mencari belahannya.

Masing-masing saling mencintai untuk menyempurnakan karya bersama mereka

Seorang wanita tua duduk bersila di atas bebatuan di dekat reruntuhan kuno, bermandikan sinar matahari yang dramatis menembus awan badai, dikelilingi oleh pegunungan dan hutan lebat, memeluk kenyamanan dan pencerahan yang tenang.
Pencerahan

Banyak orang membayangkan pencerahan sebagai kondisi yang tenang, damai, dan penuh kebahagiaan. Padahal dalam banyak perjalanan hidup, pencerahan justru lahir dari masa-masa paling sulit. Kehilangan, kegagalan, kesendirian, dan penderitaan sering kali menjadi pintu masuk menuju pemahaman yang lebih dalam tentang diri sendiri.

Tampilan jam abstrak yang melengkung dengan angka dan jarum hitam dengan latar belakang kekuningan meliuk-liuk dalam pola spiral, membangkitkan rasa waktu yang terdistorsi dan mengeksplorasi sifat kesadaran yang berubah-ubah ketika angka-angka tersebut meliuk-liuk ke arah yang tidak biasa.
Pencerahan

Kenali tanda-tanda kesadaran diri yang mulai tumbuh dan bagaimana hal itu dapat memperkuat pengembangan diri Anda. Dalam psikologi, perubahan kecil pada cara Anda merespons emosi, kritik, dan kebiasaan sehari-hari bisa menjadi petunjuk besar bahwa Anda semakin mengenal diri sendiri.