Cinta Tersurat Menggores Langit Hati

Kamis, 23 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Pada mulanya adalah fisik. Seterusnya adalah budi. Raga menantikan pandanganmu. Jiwa membangun simpatimu. Badan mengeluarkan gelombang magnetiknya. Jiwa meniupkan kebajikannya.

Begitulah cinta tersurat di langit kebenaran. Bahwa karena cinta jiwa harus selalu berujung dengan sentuhan fisik, maka ia berdiri dalam tarikan dua pesona itu: jiwa dan raga. Tapi selalu ada bias disini.

Ketika ketertarikan fisik disebut cinta tapi kemudian kandas ditengah jalan. Atau ketika cinta tulus pada kebajikan jiwa tak tumbuh berkembang sampai waktu yang lama.

Bias dalam jiwa ini terjadi karena ia selalu merupakan senyawa spritualitas dan libido.

Kebajikan jiwa merupakan udara yang memberi kita nafas kehidupan yang panjang. Tapi pesona fisik adalah sumbu yang senantiasa menyalakan hasrat asmara.

CINTA TANPA DEFENISI

Seperti angin membadai. Kau tak melihatnya. Kau merasakannya. Merasakan kerjanya saat ia memindahkan gunung pasir di tengah gurun

Atau merangsang amuk gelombang di laut lepas.

Atau meluluhlantakkan bangunan-bangunan angkuh di pusat kota metropolitan.

Begitulah cinta…

Ia ditakdirkan jadi kata tanpa benda. Tak terlihat. Hanya terasa. Tapi dahsyat.

Jadi cinta tidak perlu definisinya lagi juga tidak butuh penjelasan untuk dapat merasakan terik matahari.

BACA JUGA :  Mengapa Saat Ingin Menerima Harus Melepaskan?

Kita hanya perlu tahu cara kerjanya. Cara kerjanya itulah definisinya: karena kemudian semua keajaiban terjawab disini adalah hati

CINTA BERKEMBANG JADI KATA

Cinta selalu membutuhkan kata. Tidak seperti perasaan-perasaan lain, cinta lebih membutuhkan kata lebih dari apapun.

Maka ketika cinta terkembang dalam jiwa tiba-tiba kita merasakan sebuah dorongan yang tak terbendung untuk menyatakannya.

Sebab cinta adalah gelombang makna-makna yang menggores langit hati, maka jadilah pelangi; goresannya kuat, warnanya terang, paduannya rumit, tapi semuanya nyata Indah

Itu sebabnya ada surat cinta. Ada cerita cinta, ada puisi cinta, ada lagu, semuanya adalah kata. Walaupun tidak semua kata mampu mewakili gelombang makna-makna cinta, tapi badai itu harus diberi kanal; biar dia mengalir sampai jauh.

Cinta membuat makna-makna itu jadi jauh lebih nyata dalam rekaman jiwa kita. Bukan hanya itu.

Cinta bahkan menyadarkan kita pada wujud-wujud lain dari kita; langit, laut, gunung, padang rumput, tepi pantai, gelombang, purnama, matahari, senja, gelap malam, cerah pagi, taman bunga, burung – burung

Tiba-tiba semua wujud itu punya arti, tiba-tiba semua wujud itu masuk kedalam kesadaran kita, tiba-tiba semua wujud itu menjadi bagian dalam hidup kita, tiba-tiba semua wujud itu menjadi kata yang setia menjelaskan perasaan-perasaan kita

BACA JUGA :  Punya Masalah Psikis? Ikuti Terapi Gratis Ini

Tiba-tiba semua wujud itu berubah menjadi metafora-metafora yang memvisualkan makna-makna cinta.

Itu sebabnya para pecinta selalu berubah menjadi sastrawan atau penyair atau setidaknya menyukai karya-karya para sastrawan, menyukai puisi, atau mau belajar melantunkan lagu.

Bukan karena ia percaya bahwa ia akan benar-benar menjadi sastrawan atau penyair yang berbakat tapi semata-mata ia tidak kuat menahan gelombang makna-makna cinta.

Puisi “Aku ingin” nya Sapardi Djoko Damono mungkin bisa jadi sebuah contoh bagaimana kata mengurangi dan menjamah makna-makna itu, apakah Sapardi sedang jatuh cinta atau sedang ingin memaknai kembali cintanya? Saya tidak tahu!

Tapi begini katanya:

Aku ingin mencintaimu Dengan cara yang sederhana

Kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu Dengan cara yang sederhana

Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

PANGGILAN BELAHAN JIWA

Kebijaksanaan Ilahi adalah takdir dan suratan nasib yang membuat kita saling mencintai satu sama lain Karena takdir itulah setiap bagian dari dunia ini bertemu dengan pasangannya

BACA JUGA :  Meningkatkan Kekuatan Berpikir

Dalam pandangan orang-orang bijak langit adalah laki-laki dan bumi adalah perempuan; bumi memupuk apa yang telah dijatuhkan oleh langit

Jika bumi kekurangan panas maka langit mengirimkan panas kepadanya, jika bumi kehilangan kesegaran dan kelembaban, langit segera memulihkannya

Langit memayungi bumi layaknya seorang suami yang menafkahi istrinya; dan bumi pun sibuk dengan urusan rumah tangga; ia melahirkan dan menyusui segala yang telah ia lahirkan.

Cinta mengajarkan kita untuk memperoleh hak-hak kita dengan melaksanakan kewajiban-kewajiban kita kepada orang-orang lain.

Itulah yang mempertemukan dua kutub jiwa. Pertemuan itulah yang membuat kita genap menggenapi, dan saling menyempurnakan karya kehidupan.

Tak ubahnya langit dan bumi dikaruniai kecerdasan; mengapa mereka bersanding seperti sepasang kekasih?

Sebagaimana Tuhan memberikan hasrat kepada laki-laki dan perempuan sehingga menjadi terpelihara oleh kesatuan mereka

Tuhan juga menanamkan ke semua eksistensi, hasrat untuk mencari belahannya.

Masing-masing saling mencintai untuk menyempurnakan karya bersama mereka

Artikel Pilihan

Ramah ke Orang Lain, Galak di Rumah, Ini Penjelasan dan Solusinya
Ramadan Momentum Perbaiki Gaya Hidup
Begini Cara Kerja APK Scam Berkedok Drama China
Manusia Modern yang Hidupnya Perlahan Disedot Layar
Jam Kembar Bukan Kebetulan? Ini Arti dan Firasat Waktunya
Jangan Jadi Bego! Indonesia Rawan Bencana, Bukan Gara-gara Ramalan
Peran ABS Lebih Besar daripada “Magis”
Tak Harus Kamar Mandi, Di Mana Pun Bisa “Terwujud”

Artikel Pilihan

Minggu, 5 April 2026 - 07:55 WITA

Ramah ke Orang Lain, Galak di Rumah, Ini Penjelasan dan Solusinya

Sabtu, 21 Februari 2026 - 21:47 WITA

Ramadan Momentum Perbaiki Gaya Hidup

Minggu, 1 Februari 2026 - 18:38 WITA

Begini Cara Kerja APK Scam Berkedok Drama China

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:55 WITA

Manusia Modern yang Hidupnya Perlahan Disedot Layar

Minggu, 4 Januari 2026 - 18:00 WITA

Jam Kembar Bukan Kebetulan? Ini Arti dan Firasat Waktunya

Artikel Lainnya

Ilustrasi

NLP

7 Tahapan NLP Mengubah Pola Pikir

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:28 WITA

Ilustrasi

NLP

Mengenal Terapi NLP dan Teknik Pemrogramannya

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:55 WITA