Antara Kebutuhan dan Keinginan

Kamis, 4 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Antara Kebutuhan dan Keinginan

Antara Kebutuhan dan Keinginan

Kebutuhan adalah sesuatu yang kita perlukan untuk bertahan hidup. Apabila kebutuhan tidak terpenuhi, kita tidak mampu berfungsi secara efektif dan efisien dalam hidup bermasyarakat.

Kebutuhan ada dua, yaitu objektif dan subjektif.

Contoh kebutuhan objektif adalah makanan, air, uang, tempat tinggal, tagihan bulanan dan masih banyak lagi.

Contoh kebutuhan subjektif adalah harga diri, rasa aman, dan penerimaan.

Sementara Keinginan adalah sesuatu yang kita inginkan, baik yang bersifat segera atau untuk masa depan.

Kebutuhan mayoritas orang sama, tetapi keinginan satu individu dengan individu lain biasanya berbeda.

Si A mungkin ingin memiliki mobil, sedangkan Si B lebih ingin traveling ke luar negeri.

Contoh keinginan lainnya adalah hiburan, makan malam di luar rumah, beli rumah, atau memiliki pakaian baru.

Masing-masing kita memiliki keinginan sendiri dengan level kepentingan berbeda-beda, juga bisa berubah setelah beberapa waktu.

Kalau kita masih bingung membedakan kebutuhan dan keinginan, bagaimana?

Pertama, coba tanyakan pada diri kita, kira-kira kita bisa atau tidak bertahan hidup tanpa ini?

Kalau tidak bisa, artinya itu adalah kebutuhan. Kalau bisa, artinya itu sebatas keinginan.

Kedua, kira-kira jika ini tidak terpenuhi, apa yang bakal kita rasakan?

BACA JUGA :  Tetap Semangat dalam Hal yang Bermanfaat

Kalau kita sekadar kecewa, artinya itu adalah keinginan. Kalau kita bisa sakit, bahkan sampai mati, artinya itu adalah kebutuhan.

Sebuah Alkisah, seorang nelayan miskin yang juga seorang guru sufi. Dia pergi memancing pada suatu hari, dan setiap hari dia membagikan hasil tangkapannya.

Hasil tangkapannya itu, ia bagikan kepada orang-orang miskin di kampungnya, kecuali satu atau dua kepala ikan yang dia pakai untuk membuat sup untuk dirinya sendiri.

Muridnya sungguh mencintai dan mengagumi guru mereka dan memberi julukan “syekh kepala ikan.”

Salah satu muridnya adalah seorang pedagang. Sebelum pergi ke Kordoba, guru itu memintanya untuk menyampaikan salamnya kepada gurunya sendiri, Syekh Ibn al-‘Arabi.

Ia menitip pesan untuk memintakan sejumlah saran untuk membantu dalam urusan-urusan spiritual dirinya, yang dia rasakan berjalan begitu lamban.

Ketika pedagang itu sampai di rumah Ibn al-‘Arabi, dia menemukan banyak hal yang mengagetkan dirinya, sebuah istana yang dikelilingi dengan kebun-kebun.

Dia melihat banyak pelayan hilir mudik dan melayani dengan daging mewah di atas panggang emas oleh seorang perempuan muda yang cantik dan pemuda-pemuda yang tampan.

Akhirnya dia diantar menemui Ibn al-‘Arabi yang tengah mengenakan pakaian yang cocok sekali untuk seorang sultan.

BACA JUGA :  Belief Systems Sangat Mempengaruhi Nasib

Dia menyampaikan salam gurunya dan menyampaikan permohonan gurunya mengenai panduan spiritual.

Ibn al-‘Arabi dengan sederhana mengatakan, “Katakan pada muridku bahwa dia terlalu kadonyan (larut oleh dunia)!”

Pedagang itu kaget dan tersinggung oleh saran yang datang dari orang yang hidup dalam kemewahan duniawi seperti itu.

Ketika dia kembali, gurunya segera menanyakan pertemuannya dengan Ibn al-‘Arabi.

Pedagang itu menyampaikan ungkapan Ibn al-‘Arabi dan menambahkan bahwa kedengarannya sangat absurd, sesuatu yang datang dari orang yang sangat kaya, seorang yang dibelit oleh dunia.

Gurunya membalas, “Kamu harus tahu bahwa masing-masing dari kita bisa mempunyai kekayaan material sebanyak yang bisa dicapai oleh jiwa tanpa kehilangan penglihatan pada Tuhan,

Apa yang kamu lihat bukanlah kekayaan material, tetapi pencapaian spiritual yang besar.”

Lalu guru itu menambahkan, dengan air mata di matanya, “Tetapi dia benar. Seringkali ketika malam di saat aku membuat sup sederhana dari kepala ikan, aku menganggapnya seolah-olah ikan yang utuh!”

Khalil A. Khavari berkata bahwa kebutuhan kita sedikit, sedangkan keinginan kita tak berhingga. Memuaskan keinginan kita berarti memburu ilusi yang takkan pernah dapat digapai.

BACA JUGA :  Mematikan atau Mengontrol Emosi?

Manakala kita memiliki sesuatu, uang dan barang, semboyannya adalah: apa yang kau gunakan dengan baik itu milikmu; dan apa yang kau tumpuk-tumpuk bukan milikmu.

Khavari mengajarkan kepada kita satu hal: untuk apa semua keberhasilan, prestasi puncak, kesuksesan, apapun namanya, yang telah kita raih?

Apa yang dapat kita lakukan setelah kita meraih impian-impian kita? Seperti semboyan di atas: apa yang kau gunakan dengan baik itu milikmu; dan apa yang kau tumpuk-tumpuk bukan milikmu.

Yang membuat kita senantiasa berprestasi, bahkan bahagia, adalah kemampuan kita untuk senantiasa berkembang dan berproses untuk memenuhi apa yang kita butuhkan, bukan pada apa yang kita inginkan.

Kita butuh kecemerlangan jiwa dengan membantu orang lain. Ini merupakan bagian dari proses untuk menjadi kaya, bukan hanya sekedar keinginan untuk menjadi kaya.

Pada akhirnya, semuanya adalah alat untuk membantu memberikan apa yang kita butuhkan: cinta, kasih sayang, jiwa yang tenang, bertahan hidup, dan apapun yang membantu kita untuk tumbuh menjadi manusia yang sempurna.

Hal ini bukanlah dimaksud bahwa kita betul-betul harus hidup miskin, melainkan menemukan maksud dari semua pencapaian yang telah kita raih selama ini.

Artikel Pilihan

Kekuatan Sugesti: Kata-Kata adalah Energi dan Doa
Jangan Mudah Baper
Energi Adalah “Sihir”, Begini Cara Melatihnya
Jangan Menyerah, Bab Terbaik Hidupmu Baru Dimulai
Passion Dibangun, Bukan Ditemukan
Saat Kekaguman Menjadi Penghalang
Rahasia Napas Membuka Pintu Rezeki
Kebiasaan Orang yang Sulit Dikalahkan Keadaan

Artikel Pilihan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 23:12 WITA

Kekuatan Sugesti: Kata-Kata adalah Energi dan Doa

Rabu, 5 Agustus 2026 - 23:06 WITA

Jangan Mudah Baper

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:30 WITA

Energi Adalah “Sihir”, Begini Cara Melatihnya

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:07 WITA

Passion Dibangun, Bukan Ditemukan

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:47 WITA

Saat Kekaguman Menjadi Penghalang

Artikel Lainnya

Ilustrasi emosi dan perasaan

Health

Selalu Emosi Cepat Tua? Begini Cara Atasi

Rabu, 5 Agu 2026 - 23:18 WITA

Ilustrasi

Motivasi

Kekuatan Sugesti: Kata-Kata adalah Energi dan Doa

Rabu, 5 Agu 2026 - 23:12 WITA

Kemarahan Terpendam Memunculkan Penyakit Mental dan Fisik

Motivasi

Jangan Mudah Baper

Rabu, 5 Agu 2026 - 23:06 WITA

Hipnotis/ilustrasi

Hypnosis

Mengatasi Malas dengan Teknik Hypnosis

Rabu, 5 Agu 2026 - 23:01 WITA

Ilustrasi

Motivasi

Energi Adalah “Sihir”, Begini Cara Melatihnya

Minggu, 26 Jul 2026 - 12:30 WITA