Turunnya Ego dari Otak ke Hati

Jumat, 8 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Turunnya Ego dari Otak ke Hati (Ilustrasi)

Turunnya Ego dari Otak ke Hati (Ilustrasi)

Dari otak turun ke hati atau dari ego turun ke batin adalah proses yang menyakitkan. Inilah yang disebut “Taubah’.

Taubah adalah peristiwa melemahnya ego dan menguatnya hati. Turunnya ego dari otak ke hati.

Ini mungkin terjadi kepada setiap orang. Suatu proses yang sangat menyakitkan. Karena ego tidak akan mudah menyerah.

Ia begitu sombongnya mempertahankan posisinya, tidak rela mengakui keterpurukan atau kekalahan.

Sedangkan sesungguhnya tidak ada keterpurukan dan tidak ada kekalahan. Terpuruk dan kalah adalah ilusi yang termanivestasi oleh ego manusia.

Sedangkan bahasa rasa atau bahasa hati membuat manusia mengerti arti sesungguhnya kehidupan ini.

BACA JUGA :  Kepedulian - Kasih Sayang Buat Kita Sehat Mental dan Fisik

Tidak ada perbedaan. Baik, buruk, kaya, miskin, semua sama. Perbedaan yang terjadi adalah kualitas hati mereka.

Tidak perlu kita pikirkan dengan otak, sebanyak apa harta yang kita mau, berapa banyak mobil yang kita mau. Kebahagiaan bukan ditentukan oleh itu. Kebahagiaan tidak memiliki syarat apapun.

Kebahagiaan itu sekarang! Tanpa syarat! Dengan senantiasa bersyukur maka hanya ada rasa syukur yang kita alami sepanjang waktu.

Jika kita meminta sesuatu yang spesifik, maka kita mengakui bahwa kita sedang membutuhkan sesuatu itu, sesuatu itu tidak ada atau tidak kita miliki. Maka sesuatu itu tidak kita dapatkan.

BACA JUGA :  Aku, Ego, dan Melampaui Dualitas: Apa yang Sebenarnya Dimaksud?

Namun jika kita bersyukur akan sesuatu yang sudah kita dapatkan, maka sesuatu itu akan datang lagi dan lagi dan lagi.

Selama ini semuanya benar, hanya saja manusia memutarbalikkannya dengan ilusi yang diciptakan oleh ego.

“Jika kau merasa sedih, maka sedih akan datang. Jika kau merasa bahagia, maka kebahagiaan akan datang!”

Berbicaralah kepada alam. Melalui hati anda. Hati adalah seperti otot yang harus dilatih untuk lebih peka.

Seberapa sombongnya Anda berjalan di muka bumi ini? Turunkan emosi, ego, nafsu dari atas (otak), sampai ke hati.

Gunakan hati untuk merasakan setiap butir udara yang anda hirup sebagai pemberian Tuhan yang teristimewa, setiap butir air yang anda minum sebagai karunia terbesar.

BACA JUGA :  Law of Attraction dalam Momen Kesadaran Hati

Rasakan rasa cinta dari setiap orang di dekat anda. Rasakan cinta dari Tuhan dan seluruh alam. Mereka berbicara kepada anda. Mereka rindu anda dan anda pun rindu pada mereka.

Mulailah berlatih me-rasa dan kurangi berucap. Karena ucapan berasal dari otak yang dihuni oleh ego dan nafsu duniawi. Dan hanya ucapkan sesuatu dari hati.

Jika semua orang berpikir dengan hati, maka tidak akan ada penderitaan di dunia ini

 

-Ibhe Ananda –

Artikel Pilihan

Aku, Ego, dan Melampaui Dualitas: Apa yang Sebenarnya Dimaksud?
Aku Adalah Pikiran dan Cerita Hidupku: Mengapa Ego Sulit Dilepaskan?
Membongkar Mitos Mata Batin, Mengapa 90 Persen Orang Gagal
Mengapa Intuisi Sering Lebih Tajam dari Logika?
Semesta, Energi, dan Kosmologi: Membaca Pola Realitas
Selain Jam Kembar, Ini Arti Jam Terbalik yang Dianggap Firasat
Jalan Sunyi Menemukan Diri Sejati
Mengakui Batas Ilmu, Tanpa Merendahkan Ilmu

Artikel Pilihan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:39 WITA

Aku, Ego, dan Melampaui Dualitas: Apa yang Sebenarnya Dimaksud?

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:14 WITA

Aku Adalah Pikiran dan Cerita Hidupku: Mengapa Ego Sulit Dilepaskan?

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:14 WITA

Membongkar Mitos Mata Batin, Mengapa 90 Persen Orang Gagal

Senin, 1 Juni 2026 - 01:38 WITA

Mengapa Intuisi Sering Lebih Tajam dari Logika?

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:42 WITA

Semesta, Energi, dan Kosmologi: Membaca Pola Realitas

Artikel Lainnya

Ilustrasi

Motivasi

Rahasia Napas Membuka Pintu Rezeki

Selasa, 30 Jun 2026 - 22:23 WITA

Ilustrasi

Pencerahan

Rahasia Energi Napas yang Jarang Diketahui

Selasa, 30 Jun 2026 - 22:02 WITA