Seri Placebo Effect, Jangan Remehkan Pikiranmu

Rabu, 11 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Sembuh dari Depresi

Ilustrasi Sembuh dari Depresi

Janis Schonfeld seorang desainer interior berusia 46 tahun, telah menderita depresi sejak usia remaja. Selama itu ia tidak pernah mengobati depresinya.

Hingga suatu ketika ia melihat iklan surat kabar bahwa UCLA Neuropsychiatric Institute sedang mencari subjek sukarelawan untuk percobaan obat untuk menguji antidepresan baru yang disebut venlafaxine (Effexor).

Schonfeld mengalami depresi akut yang membuat pikirannya selalu ingin bunuh diri. Tapi kemudian memutuskan mengambil kesempatan untuk menjadi bagian dari uji coba obat antidepresan baru.

Ketika Schonfeld tiba di institut untuk pertama kalinya, seorang teknisi menghubungkannya ke electroencephalograph (EEG) untuk memantau dan merekam aktivitas gelombang otaknya selama sekitar 45 menit, dan tidak lama setelah itu, Schonfeld pergi dengan sebotol pil dari apotek rumah sakit.

BACA JUGA :  Jenis Keluhan dan Masalah yang Bisa Ditangani

Ia juga tahu bahwa kira-kira setengah dari kelompok akan mendapatkan obat, dan setengahnya akan menerima plasebo (pil gula). Tapi baik dia maupun dokter yang melakukan penelitian tidak tahu kelompok mana yang akan mendapatkan obat beneran dan mana yang mendapatkan pil placebo.

Bahkan, tidak ada yang akan tahu sampai penelitian selesai. Tetapi pada saat itu, itu tidak masalah bagi Schonfeld. Karena ia sudah menderita depresi cukup lama dan berharap dengan cara ini ia bisa sembuh.

Tidak lama setelah dia mulai meminum pilnya, Schonfeld mulai merasa lebih baik secara dramatis untuk pertama kalinya dalam hidupnya. Ia bahkan mengalami mual dan diketahui sebagai efek samping penggunaan obat. Makanya Ia merasa yakin bahwa ia benar-benar mendapatkan obat antidepresan.

BACA JUGA :  Melepas Emosi Negatif

Akhirnya, pada akhir studi delapan minggu, salah satu peneliti mengungkapkan kebenaran yang mengejutkan: Schonfeld, yang tidak lagi ingin bunuh diri dan merasa seperti orang baru setelah minum pil, sebenarnya berada di kelompok plasebo.

Ia kecewa dan merasa dokter melakukan kesalahan. Karena selama bertahun-tahun ia mengalami depresi dan selalu punya keinginan bunuh diri, ternyata bisa sembuh total hanya dalam waktu delapan minggu. Itupun sembuh hanya karena pil gula (efek placebo). Bahkan ia juga merasa mual sebagai efek samping obat.

Ia dan 38 persen dari kelompok plasebo juga merasa lebih baik. Dan yang membuat para peneliti terkejut adalah karena terjadi perubahanya nyata di otaknya.

BACA JUGA :  Hipnoterapi Atasi Vertigo

Hasil rekaman EEG menunjukkan peningkatan signifikan dalam aktivitas di korteks prefrontal, yang pada pasien depresi biasanya memiliki aktivitas yang sangat rendah.

Janis Schonfeld ternyata mampu menyembuhkan depresinya sendiri hanya dengan meyakini bahwa ia bisa sembuh. Walaupun pemicu keyakinannya adalah dari pil gula.

Dengan kata lain, kita semua sebenarnya bisa menghadirkan keyakinan nyata di otak dan tubuh kita, yang dengan itu membuat kita sembuh dari penyakit. Dan tidak mesti dipicu oleh pil gula (efek placebo). Jadi, jangan remehkan kekuatan pikiranmu.

 

 

Penulis : Syahril Syam, ST, C.Ht, L.NLP Pakar Pengembangan Diri

Artikel Pilihan

Mengapa Kita Kembali ke Pola Lama Saat Stres?
Meditasi di Bulan Ramadan, Aman dan Penuh Manfaat
Mengenal Skizofrenia dan Cara Penyembuhan Lewat Hipnoterapi
Sembuhkan Ginjal, Jantung, Paru-Paru Lewat Cara Ini
Virus Tak Perlu Ditakuti
Olah Nafas dan Kenali Diri: Kunci Ketenangan Batin
Cara Atasi Anxiety
Mindfulness: Teknik dan Tips

Artikel Pilihan

Sabtu, 4 April 2026 - 08:45 WITA

Mengapa Kita Kembali ke Pola Lama Saat Stres?

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:30 WITA

Meditasi di Bulan Ramadan, Aman dan Penuh Manfaat

Rabu, 5 November 2025 - 23:16 WITA

Mengenal Skizofrenia dan Cara Penyembuhan Lewat Hipnoterapi

Kamis, 30 Oktober 2025 - 15:45 WITA

Sembuhkan Ginjal, Jantung, Paru-Paru Lewat Cara Ini

Rabu, 8 Januari 2025 - 15:40 WITA

Virus Tak Perlu Ditakuti

Artikel Lainnya

Ilustrasi

NLP

7 Tahapan NLP Mengubah Pola Pikir

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:28 WITA

Ilustrasi

NLP

Mengenal Terapi NLP dan Teknik Pemrogramannya

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:55 WITA